
Viona sudah mengirim pesan gambar pada ponsel Enzio, Enzio Erick dan Sam sedang rapat penting yang sudah berjalan hampir satu jam. Enzio belum membaca pesan dari Viona. Sedangkan Viona setelah mengirimkan pesan pada Enzio, ia bersama Livia keluar dari ruangan praktek Dr. Riana akan berlanjut mengunjungi rumah Ayah angkat nya yang tidak jauh jarak rumah Smith dari Rumah Sakit. Supir Viona sudah siap membukakan pintu untuk Nyonya besar Enzio.
" Kita singgah dulu ya kerumah Ayah ku." pinta Viona pada supir.
" Baik Nyonya.."
,
,
,
,
,
Rapat itu belum juga berakhir, wajah Enzio yang dingin juga sedang serius menyimak klien nya bicara, namun saat matanya tidak sengaja melirik pada ponsel lampu LED warna biru itu berkedip tanda notif masuk, tangan kanannya meraih ponsel nya yang di letakkan di meja di sisi berkas berkas itu. Sambil telinga mendengarkan kliennya bicara mata nya tertuju ingin melihat ponselnya ibu jari Enzio lalu men swipe buka layar terdapat pesan dari istrinya dengan cepat Ibu jari nya kemudian membuka aplikasi pesan dari Viona. Rupanya Viona mengirimkan foto, Enzio penasaran dengan foto yang dikirim Viona telinga nya seperti terjeda mendengar klien nya bicara matanya kini hanya berpusat pada foto yang sudah di buka.
Enzio melihat foto sebuah gambar testpack matanya menatap foto yang di kirimkan Viona ia belum menyadari arti foto itu yang menunjuk dua garis biru. Enzio sebentar menyimak Klien nya yang sedang bicara tapi matanya menatap foto itu dengan sikut tangan kirinya bertopang di meja memangku dagu hingga beberapa detik pun Enzio belum juga sadar, Enzio kemudian meminta penjelasan pada Erick ia mencolek Erick, Erick pun menoleh pada Enzio tubuh nya sedikit di condongkan.
" Iya Tuan Zio?" ucapnya bisik.
" Rick apa maksud foto ini?" Enzio menunjuk foto pada Erick.
Erick sedikit menempel pada sisi wajah Enzio kedua nya sedang melihat foto itu.
" Itu foto ada dua garis biru Tuan Zio.."
" Iya saya tahu..tapi apa artinya?"
__ADS_1
" Artinya..? Ini foto dari siapa?" tanya Erick.
" Dari istri ku." sambil melirik pada Erick.
" Istri Tuan Zio? foto ini..apa mungkin Nyonya memberitahu pada Tuan Zio bahwa Nyonya positif hamil.."
" Apa..? benarkah?"
" Coba saya tanyakan pada klien yang di sebelah Sam."
Erick kemudian meminta penjelasan pada foto itu dengan klien Enzio seorang wanita, Erick bicara dengan berbisik pada wanita di sebelah Sam namun beberapa detik kemudian wanita di sebelah Sam tersenyum melihat foto itu lalu memberikan kembali ponsel itu pada Enzio sambil berkata.
" Selamat Tuan Enzio..Istri Tuan positif hamil ini jelas dua garis biru itu." ucapnya tersenyum sambil bersalaman pada Enzio.
Enzio sudah tidak fokus lagi pada rapat dirinya ingin menelpon Viona segera. Enzio bangkit berdiri dan meminta Erick untuk ambil alih rapat itu ia akan keluar dari ruangan rapat dan menuju ruangan nya.
" Baik Tuan Zio."
Sampai di ruangan kantor Enzio langsung menelpon Viona.
" Halo sayang..benarkah itu kau positif hamil?"
Enzio mendengar Viona bicara di ponsel tersenyum lebar ekspresi wajahnya nampak sangat bahagia.
" Aku pulang sekarang.."
Namun terlihat Enzio mengerutkan kening nya mendengar Viona bicara bahwa istrinya kini sedang berada di rumah Smith setelah dari rumah sakit.
" Ouch..sayang aku ingin memeluk mu sekarang ini rasanya aku sangat bahagia..ya sudah kau jangan pulang dulu dari rumah Ayah mu aku segera kesana."
__ADS_1
Enzio segera menyusul Viona ke kediaman Smith, sejak mulai tahu Viona sudah hamil Enzio akan semakin memanjakan Viona. Ia akan menjemput Viona pulang.
Sampai lah mobil Enzio di kediaman Smith setelah masuk ke halaman mansion Smith Enzio meminta supir nya agar pulang saja bersama Livia. Enzio langkah nya bergegas masuk menemui Viona di mana Viona sudah menunggu dan berdiri di pintu utama mansion Smith.
" Sayang..." ucap Enzio melangkah mendekati Viona.
" Suami ku.."
Enzio langsung memeluk Viona erat dan menciumi wajah Viona, ******* bibir manis Viona hingga satu menit Enzio melepas pagutan dalam bibir Viona Ibu jarinya mengelap basah Saliva di bibir Viona, keduanya kini saling menatap dan tersenyum bahagia.
" I love you so much.."
" I love you too.." balas Viona.
Enzio lalu menggendong Viona ala bridal mulai dari pintu itu membawa Viona sampai di sofa, Enzio sampai sampai belum menyadari keberadaan Smith yang sedang duduk sambil melihat tingkah Enzio kepada putri angkat nya. Smith tersenyum dan hanya menggeleng kan kepala.
Sampai di sofa itu Enzio menurunkan Viona dengan hati hati, lalu menyadari dengan suara Smith sedang duduk dari tadi memperhatikan Enzio yang begitu sayang pada Viona.
" Enzio.."
" Euh..Dr.Smith.."
" Kau tidak sadar ini di rumah ku.." balas nya dengan tersenyum.
" Maaf Dokter Smith."
Viona tertawa geli dengan Ekspresi wajah Enzio yang terkejut dengan suara Smith.
Maaf baru update lagi..ππ untuk berikutnya Author bakal lanjut episode mulai besok. Thanks untuk komen nya dan masih setia menunggu kelanjutan cerita iniπ
__ADS_1