Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Meluangkan Waktu


__ADS_3

" Zio..eum."


" Kenapa Carol? aku sedang sibuk."


Caroline jadi tergugu, sepertinya Enzio memang tidak ingin dirinya berlama lama di kantor suaminya.


" Tidak jadi." Caroline menggelengkan kepala.


" Maaf menganggu mu, kau memang sibuk dengan perawat mu." jawabnya sambil melirik pada Viona.


" Sampaikan salam ku pada Nicholas, semoga kalian bahagia."


Enzio bicara pada istrinya tidak menatap Caroline lagi.


" Iya..tentu aku sangat bahagia dengan Nicholas..aku pamit Zio."


Enzio mengangguk.


Caroline dengan langkah anggunnya meninggalkan ruangan Enzio. Enzio hanya terdiam sambil ia memijit keningnya.


Viona menatap Enzio ada kesedihan di wajahnya, Viona mencoba inisiatif untuk menghibur pasiennya.


" Tuan."


" Heum."


" Apa Tuan ingin jalan?"


" Jalan?" Enzio langsung menoleh pada Viona.


" Iya Tuan." ucapnya lembut.

__ADS_1


Enzio mengangguk setuju, tangan nya langsung meraih ponsel untuk menelpon Erick, setelah menelpon sekertaris nya Enzio langsung mengajak Viona.


* Ayo Viona kita jalan!"


Viona tersenyum, lalu bergegas menuntun Enzio sampai mobil. Viona dan Enzio akan jalan menuju pantai. Selama di perjalanan Enzio selalu menggenggam tangan Viona. Enzio selalu tersenyum saat keduanya terus berbincang. Supir Enzio diam diam memperhatikan Tuannya dari kaca spion ia tersenyum melihat Tuan nya nampak bahagia raut wajah yang dingin dan kaku itu seperti hilang. Perawat Enzio sangat membawa perubahan sikap dingin Tuannya.


Sampai dipantai sebelum turun Viona melepaskan sepatu dan kaos kaki Enzio lalu menggulung celana Enzio Samapi di atas mata kaki Viona pun juga melepas sepatunya. Keduanya berjalan di atas pasir tanpa alas kaki.


Di pinggiran pantai mereka duduk di bawah meja dan beratap payung lebar. Tak lupa Viona memakaikan kacamata hitam Enzio.


Keduanya menikmati gulungan ombak dan sinar matahari.


" Kau benar Viona, di sini aku tenang pikiran ku."


Viona tersenyum.


" Memangnya Tuan tidak pernah ke tempat tempat seperti ini?"


Enzio menggeleng.


" Sekali kali Tuan..merilexasikan pikiran.Tuan jangan terlalu serius bekerja tidak bagus Juga Tuan! untung saja Tuan tidak gila." Viona tersenyum.


" Euh?..Enzio langsung menoleh Viona.


" Hahahaha..iya Viona aku memang terlalu serius bekerja baiklah! aku akan sesering mungkin mengajak jalan berdua dengan mu saja."


Viona mengangguk.


" Aku tidak kembali ke kantor lagi, aku ingin jalan seharian dengan mu."


" Baik Tuan."

__ADS_1


Enzio benar benar meluangkan waktunya berdua dengan Viona menikmati keindahan pantai, keduanya tak hanya duduk tapi mereka berdua jalan menyusuri pantai pakaian mereka basah karena ombak yang menepi. Hingga sore hari mereka menuju masih di tempat keramaian Viona dan Enzio memesan ice cream duduk di kursi taman sambil menikmati ice cream.


😍😍😍


Pukul 9 malam Enzio dan Viona sudah kembali pulang, sebelum beristirahat Viona masih membantu Enzio dan segala keperluannya. Enzio sudah memakai baju tidur nya. Viona sebelum kembali ke kamar nya Viona menyelimuti Enzio lalu mematikan lampu.


" Tuan istirahat sudah malam."


Enzio mengangguk wajah dingin nya sudah Kembali.


Viona berlalu dari kamar Enzio Sampai di kamarnya sebelum tidur ia membersihkan tubuh, selesai mandi Viona langsung merebah kan tubuhnya. Hingga jam 2 pagi Viona di bangun kan oleh Enzio dari pesawat telpon di nakas ranjang Viona.


" Halo Tuan."


" Temani aku, aku sedang di ruang kerja!"


" Iya baiklah."


Viona langsung membasuh wajah nya agar hilang rasa kantuk nya dan langsung menemui Enzio sambil membawa secangkir kopi hitam. Sampai di ruang kerja Enzio, Viona menatapi Enzio sedang serius menatap layar laptopnya.


" Tuan ini kopi nya."


" Terimakasih Viona."


" Kenapa Tuan tidak istirahat, ini sudah jam 2 pagi."


" Aku sudah tidur banyak Vionah..aku hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan ku, dsn sekarang sudah selesai."


" Ya sudah Tuan istirahat."


" Viona mendekat lah!"

__ADS_1


" Iya Tuan." Viona lalu melangkah mendekati Enzio."


Enzio lalu memeluk pinggang, Viona, wajah Enzio ia tempelkan di bagian perutnya.


__ADS_2