
" Caroline kau ada di sini?" tangannya sambil menutup pintu lalu melangkah mendekati Caroline duduk di sofa, ia melonggarkan sedikit dasi di leher nya.
" Iya Nick."
Nicholas sepulang dari kantor rupanya Caroline sedang berada di dalam kamar apartemennya, ia mengernyitkan dahi nya dengan kedatangan Caroline. Nicholas lalu membuka jas nya dan diletakkan di sofa, namun ia memperhatikan wajah Caroline tidak biasanya. Seperti ada yang mengganggu pikiran Caroline.
" Ada yang kau pikirkan?" ia duduk di samping Caroline.
" Euh..tidak ada Nick."
" Kau sudah makan?"
" Belum tapi aku sedang tidak lapar Nick."
Nicholas mengangguk, dirinya memang masih perhatian pada Caroline. Namun Nichola kembali memperhatikan Caroline yang terlihat resah. Ia menelisik wajah Caroline.
" Carol..ada yang ingin kau bicarakan pada ku?"
" Tidak ada."
" lalu kau kenapa terlihat resah?"
" Euh..benarkah? aku baik baik saja."
Nicholas masih menatap wajah Caroline.
" Ada apa dengan dirinya?" ucap Nicholas dalam hati.
" Ehemm..Carol."
" Iya Nick?"
" Kau sudah tahu calon istri Enzio kecelakaan sekarang sedang di rawat."
" Euh..dia tidak mati?"
" Hah? kenapa kau bertanya seperti itu?" ia menoleh pada Caroline.
" Enzio sedang mencari pelaku yang menabrak calon istri nya." lanjut Nicholas.
" A- apa?" Caroline gugup
" Iya..kau terlihat gugup, ada apa dengan mu?"
__ADS_1
" Tidak tidak aku biasa saja." Caroline menunduk.
Nicholas mengangguk anggukkan kepala namun mata nya sambil menatap wajah Caroline yang sedikit pucat, kemudian tiba tiba saja timbul ada kecurigaan pada Caroline dalam hati Nicholas, ia menebak nebak.
" Carol lihat aku!" badannya menghadap Caroline.
Caroline mengangkat wajah nya menatap Nicholas.
" Ke- kenapa Nick?"
" Jangan katakan kalau kau dalang semua ini." ia menuduh Caroline.
" Apa maksud mu Nick..kenapa kau tiba tiba sepertinya curiga pada ku?"
Nicholas langsung menarik nafas, namun ia sadar kenapa juga ia bisa mencurigai Caroline ia menarik kembali kecurigaan nya pada Caroline.
" Tidak..maaf kan aku..aku ingin mandi."
Nicholas beranjak dari sofa sambil kedua tangannya melepas kemeja dan celana nya di depan Caroline, ia memang sudah biasa telanjang didepan caroline. Nampak tubuh telanjang Nicholas yang berotot, dadanya yang bidang dan berbulu perutnya kotak kotak😀
" Kau mandilah sana!" Caroline memutar kedua matanya.
Caroline yang sedang malas ia tidak mau menatap tubuh Nicholas yang hanya memakai CD saja, Nicholas mulai memancing gairah Caroline.
" Ck..tidak Nick." Caroline menggeleng. " aku sedang tidak ingin."
Nicholas tersenyum ia langsung menarik tangan Caroline ke kamar mandi.
" Nick aku sedang malas."
Nicholas tidak mempedulikan Caroline ingin menolak nya. Ia menarik tangan Caroline sampai shower lalu tangannya langsung memutar kran air shower. Air shower langsung mengguyur tubuh keduanya.
" Nick aku sedang malas." Caroline ingin berlalu pergi.
" Aku sedang ingin Carol, kebetulan kau datang." Nicholas menahan Caroline.
" Nick!" ia mencekal genggaman tangan Nicholas.
" Kenapa kau datang? lagian kita sudah lama kan? aku merindukan tubuhmu."
Nicholas langsung meraup bibir Caroline, di bawah guyuran air shower, Caroline tidak membalas ciuman bibir Nicholas Karena memang ia sedang malas.
" Oh..ayolah Carol! ada apa dengan kau, tidak biasanya kau menolak ku."
__ADS_1
" Aku benar benar sedang mal-."
Ucapan Caroline terhenti, Nicholas kembali memagut bibir Caroline lalu tubuh Caroline di sandar kan ke tembok tangan nya langsung merobek pakaian Caroline, Nicholas sedang sangat bergairah dirinya memang sudah satu bulan lamanya belum bercinta dengan Caroline. Sambil terus memagut bibir Caroline baju Caroline yang sudah di sobek nya menampakan dua gundukan Carol yang masih saja sekal. Kedua dada Caroline tidak kecil namun pas di telapak tangan Nicholas. Kedua dada itu memang sudah menjadi bulan bulanan Nicholas setiap ia bercinta dengan Caroline. Kedua dada Caroline memang masih sangat di kagumi Nicholas.
Dada Caroline yang menggantung indah di hisapnya dan di jilat nya, Caroline mulai mende**h ia menjadi gairah dengan cumbuan bibir Nicholas di pucuk pucuk dadanya.
" Aghh..Nick kau memang pintar."
Nicholas meloloskan pakaian Caroline yang sudah tidak berbentuk lagi. Caroline kedua tangannya langsung melingkar di leher Beton Nicholas, ciuman keduanya semakin panas lidah mereka saling mengait decapan decapan suara ciuman mereka terdengar nyaring.
" Carol..kau memang masih sangat luar biasa..aku memang masih belum bisa melepas mu." ciuman Nicholas masih terus memagut bibir Caroline lidah mereka saling menghisap, sambil terus mere***s dada Caroline bibir Nicholas sudah menyusuri di leher Caroline lidah nya menyesap menjilat kulit leher Caroline.
" Ahhhkk." Caroline memejamkan mata.
" Yes baby aku rindu desa**n mu, Carol." ucapnya lembut.
Tubuh Caroline yang disandarkan ke tembok sudah polos, paha kiri Caroline kini di angkat Nicholas di lingkarkan di pinggang Nicholas, batang keras Nicholas yang panjang siap di benamkan di lembah Caroline.
" Ahh..Nick." Caroline memejamkan mata merasakan junior Nicholas sudah di benamkan.
Nicholas menarik rambut Caroline sampai wajah Caroline mendongak kebelakang. lidahnya menjilati dan menghisap leher Caroline sambil memaju mundurkan pinggulnya.
" Akhh..akhh..."
Nicholas menatap wajah Caroline yang memejamkan mata mulut nya terbuka di sertai desa**n semakin terlihat sangat seksi.
Nafas Nicholas terdengar terus memburu. ia mengangkat tubuh Caroline kedua kaki nya kini melingkar di pinggang Nicholas tubuh Caroline semakin di rapatkan di tembok gencatan senjata Nicholas di lembah Caroline, terasa Caroline adukan junior Nicholas sangat dalam dan mentok sampai rahim.
" Kau memang nikmat Carol. eughh..akhh."
Caroline seperti koala, Nicholas menggendong Caroline pinggul nya terus berpacu. Hingga akhir nya Nicholas mendapatkan pelepasan ia tuangkan dalam dalam cairan kental Nicolas yang sangat banyak terasa berkedut di dalam lembah Caroline.
Tak sampai di situ permainan mereka lanjut di sofa Nicholas meminta Caroline melips servis pentungan nya. Caroline sangat lihat memainkan dengan lidah nya dengan lincah nya bagian keras Nicholas di masukan dalam dalam sampai mentok di tenggorokan nya.
Permainan panas mereka di sofa itu di lakukan bermacam macam gaya, dan Nicholas benar benar mendapatkan pelepasan yang terakhir dan kepuasan dari Caroline di ranjang.
Nicholas dan Caroline menikmati makan malam mereka, Carol yang sangat lapar setelah bercinta dengan Nicholas.
" Makan lah sayang yang banyak kau baru terasa lapar."
" Ya Nick aku sangat lapar sekarang."
" Kau menginap lah! kita masih lanjut lagi."
__ADS_1