
" Sudah sudah!" Tangan nya menghentikan cumbuan Enzio di dada kanannya, Viona semakin tertawa lebar.
" heum?" Enzio menghentikan jilatan di dada kanan Viona.
" Kau sudah tidak tahan..kenapa minta berhenti?"
Enzio merasa belum puas memainkan kedua dada Viona harus terhenti, nafasnya masih memburu Karena nafsu. lalu Enzio menarik pinggang Viona dan kembali duduk ia kemudian berdiri lalu menatap Viona yang mendongakkan wajahnya.
" Sayang..puas kan aku!" pintanya sambil membelai wajah Viona.
Viona di turunkan dari meja, Enzio mulai menurunkan bokongnya kembali dan duduk bersandar juniornya terlihat mengacung berdiri tegak. Sementara Viona yang berdiri menatap Enzio yang sedang memegang batang juniornya bingung.
" Eum..aku harus ngapain?" ucap Viona yang terlihat bingung.
Sebagai pria dewasa dan matang Enzio pun punya segudang pengalaman se** dengan mantan istrinya juga dengan wanita panggilan, Enzio sangat mengerti gadisnya masih saja kaku, maklum saja ia mendapatkan Viona masih polos lugu dan masih Virgin, tubuhnya belum pernah di sentuh oleh tangan laki laki lain. Ia harus kembali memaksa Viona mencumbui bagian kerasnya agar Viona terbiasa dan Enzio tak perlu meminta nya lagi.
" Kau puaskan ini." Enzio menunjuk junior yang digenggamnya." Dengan mulut mu!"
Viona seketika wajahnya berubah ia ingin menolaknya, tapi takut dengan Enzio.
" Ayo sayang..kau harus terbiasa." pinta Enzio.
Viona menggeleng.
" Ayo sayang..!" sambil menarik pinggang Viona.
Viona teringat dulu saja dia sampai tidak bisa menelan makanan karena cairan kental Enzio di mulutnya, kini dia harus mengulang nya lagi. Viona menggeleng, tidak mau melakukan yang di pinta Enzio.
" Ayo sayang gunakan mulut mu anggap saja kau menjilat ice cream."
Viona masih terdiam.
__ADS_1
" Ayo..Viona!"
Viona mulai membungkukkan badannya ia berdiri setengah dengan tumpuan pada kedua lututnya, wajahnya perlahan mendekati bagian junior Enzio, saat mulutnya sudah tepat di bagian keras Enzio, kedua tangan Enzio memegang kepala Viona.
" Buka mulut mu sayang!" ucap nya lembut.
Viona mulai membuka mulut nya dan di dekatkan diujung junior Enzio, bagian keras Enzio memang sangat besar dan panjang Viona membuka mulut nya lebar lebar agar muat di dalam mulut nya. Viona hanya memejamkan mata.
Saat lidah Viona menyentuh ujung junior Viona, kedua tangan Enzio dengan cepat langsung menurunkan kepala Viona. Junior Enzio sudah melesak masuk kedalam mulut Viona dan tangan Enzio menahan kepala Viona sebentar.
" Yeahh..seperti itu sayang, mainkan lidah mu sayang."
Viona hanya menuruti arahan Enzio, Enzio mulai merasakan nikmat lidah Viona memainkan junior nya.
" Agkkkhhhh..ssstt, terus Viona!" suara Enzio menggeram dan memejamkan matanya.
Kepala Viona dipegang nya lalu menarik dan di turunkan berulang ulang.
Viona mulai bergerak memainkan dengan sendirinya, kedua tangan Enzio kini berpegangan pada bahu kursi, ia bersandar bahu dan kepala nya dan terpejam. Cukup lama Viona memainkan junior Enzio di dalam mulutnya.
" Kau mulai hebat sayang..aghkkk."
Enzio terus mende*** mata nya kini menatap Viona, lalu Enzio cukup kan.
" Cukup sayang." sambil tersenyum.
Viona melepas bagian keras Enzio terasa pegal pada kedua pipinya, Enzio kembali beranjak dari kursi lalu mengangkat tubuh Viona dan di dudukkan di meja kerjanya. Enzio kembali melu**t bibir Viona di perdalam pagutannya. Kedua dada Viona tidak mau di diamkan oleh Enzio tangan nya mere*** dada Viona. Pucuk pucuk nya Enzio pelintir 😋 dengan lembut membuat Viona kembali terangsang. Enzio ingin menuntaskan hasrat nya ia mendorong tubuh Viona hingga terbaring di atas meja, bokong Viona yang bulat di re*** nya.
" Bokong mu memang indah."
Kedua tangan Enzio mengusap kedua paha Viona lalu dan di kecupnya sampai betis Viona, kedua kaki Viona kini di letak di bahu kanan kiri Enzio. Enzio ingin melakukan penyatuannya di meja ia merasakan sensasi nikmatnya bercinta dengan gadis nya di meja kerjanya. Junior Enzio sudah di hadapkan tepat di bagian lembah Viona. Ia mendorong pinggulnya perlahan sampai terbenam.
__ADS_1
" Eunghhh.." Viona mencengkeram pegangan tangan Enzio.
Pinggul Enzio mulai bergerak maju mundur dengan tempo pelan. Enzio mengerang nikmat sangat terasa sempit bagian lembah gadisnya itu.
Suara desa**n keduanya mulai bersahutan menggema di dalam ruangan itu. Erangan erangan Enzio makin kencang ia percepat tempo gerakan pinggulnya saking nikmatnya Enzio mengecupi betis Viona.
" Aghhh..sayang ini benar benar sangat nikmat."
Viona pun merasakan hal yang sama junior Enzio terus mengaduk bagian bawah nya.
" Sebut namaku sayang!"
" Ahhh..hahhh..hahhh..Zio.."
" Iya begitu sayang." ucapnya dengan suara berat menatap Viona sambil bergerak pinggulnya maju mundur.
" Hahh..hahh..Zio..aku aku." racau Viona.
Enzio terus mengerjai bagian lembah Viona sampai keringat bercucuran, Enzio melepas kan kemejanya dirinya sudah tanpa sehelai kain. Pinggulnya masih terus bergerak melesakkan batangnya sampai dalam. Viona menggeleng kepala ia akan menerima pelepasan.
" Hahh..Zio..aku."
" Bersama sayang!"
Hingga beberapa hentakan pinggul Enzio, Enzio mengerang panjang ia akan mendapat pelepasan.
" Aghhhh..hahhhhh.." Enzio mengejan dan memejamkan mata.
Ia tumpahkan benihnya dalam dalam di rahim Viona nafasnya terengah engah ia masih membenamkan junior nya sampai benar benar tuntas. Setelah selesai Enzio menarik tubuh Viona dan memeluk Viona erat, ia masih membiarkan juniornya berada di dalam nya. Kemudian tangan nya mengusap peluh keringat di kening Viona dan mengecup bibir dan kening Viona, Enzio mengatur nafasnya ia menatap wajah Viona dan tersenyum.
" Terima kasih sayang, aku sangat mencintai mu."
__ADS_1
Enzio kemudian menggendong Viona membawa Viona kedalam kamar mandi ia ingin mandi bersama gadisnya.