
Sipir wanita yang sudah di berikan uang sogokan itu langsung memasukan kunci pintu sel dan segera membuka pintu untuk Nicholas, Nicholas matanya sudah melihat Carol duduk di tepi ranjang.
" Carol, aku membawa berita baik untuk mu." langkahnya mendekati ranjang tempat tidur Caroline.
" Nick...Eukhhh.." mendesis sakit.
Melihat Caroline sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang perut nya dengan suara mendesis seperti sedang menahan sakit membuat Nicholas bertanya tanya.
" Kau seperti sedang kesakitan?" mengernyitkan dahinya.
" Heuuhh Sastthh..." Caroline meringis. " iya Nick dari setengah jam lalu setelah buang air besar perut ku tidak berhenti sakit."
Kening dan dagu Caroline nampak berkeringat ia duduk memegang perutnya sedikit membungkukkan badan.
" Aku panggilkan dokter."
Nicholas langsung memanggil sipir wanita itu yang sedang berdiri tak jauh dari ruangan tahanan Caroline dari balik jeruji besi.
Sipir wanita langsung mendekati Nicholas yang berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.
" Ada apa Tuan?"
" Saya butuh Dokter Sekarang, tolong cepat panggilkan!" ucapnya sangat gusar.
" Baik Tuan."
Nicholas kembali menghampiri Caroline ia duduk di samping Caroline.
" Apa masih sakit?"
" Sakitnya makin terasa, Nick..ughhh..ssstt."
Nafas Caroline dari mulutnya terdengar berderu.
" Apa jangan jangan sudah waktunya Carol..aku tidak tahu aku hanya menebak saja."
" Tapi..menurut perkiraan dokter masih 3 Minggu lagi Nick."
Caroline makin mengeluarkan keringat sebesar biji jagung ia menggigit bibir bawahnya tangan nya mengepal menahan sakit.
" Nick..aghhh sakiitt." tangan kiri memegang erat tangan Nicholas.
Nicholas kemudian berdiri dari samping Caroline ia makin panik, dirinya juga sangat khawatir melihat wajah Caroline sudah pucat.
" Sabar Carol..Sipir sedang memanggilkan dokter."
Nicholas rasanya ingin membawa Caroline keluar namun pintu sel itu sedang terkunci dan sipir itu belum juga datang.
Caroline sudah tidak bisa duduk lagi di tepi ranjang tidur ia berdiri melangkah sambil rembeten tangannya di tembok namun sakit di perut nya makin terasa hebat.
" Niiiiiiickk..agkkkkkk..sakiiit Nick."
Nicholas kalut dengan erangan Caroline yang makin kencang karena kesakitan
" Kenapa lama sekali dokter datang?"
__ADS_1
Caroline tiba tiba merasakan air mengalir di sela sela kedua pahanya, ia nampak bingung dengan air yang bening bercampur bercak darah keluar dari bawahnya.
" Niichhollaass..." teriak kencang.
Caroline menyebut nama Nicholas sambil kedua tangannya berpegangan pada tembok ia sedikit membungkukkan badan wajah nya menatap ke bawah melihat air di dekat kedua kakinya.
Nicholas mulai marasa kesal menunggu kedatangan dokter dan sipir itu. Ia juga sama melihat air yang keluar dari sela sela kaki Caroline, ia tidak mengerti kenapa ada air di sela kedua kaki Caroline.
Nicholas nafas nya makin menderu ia tidak tega melihat Caroline sudah kesakitan nampak tubuh Caroline sudah lemas.
" Tenang kan diri mu Carol..aku juga panik tapi kau harus kuat."
Pintu sel terbuka sipir dan dokter itu akhirnya datang. Dokter itu langsung melihat keadaan Carol yang sudah pecah ketuban.
" Istri anda akan segera melahirkan kita harus cepat bawa keruang persalinan."
Nicholas langsung menggendong Caroline ala bridal ia melangkah cepat mengikuti dokter itu ketempat ruang persalinan.
Sampai di ruang persalinan dokter menyuruh Nicholas untuk membaringkan Caroline di ranjang persalinan. Dokter dan 2 perawat segera melakukan tindakan persalinan.
Nicholas berdiri menatap tidak tega melihat Caroline yang terus menggeliat kan tubuh karena merasakan sakit di perut nya.
Saat perawat mulai menarik tirai warna hijau, Nicholas masih berada di ruang persalinan. perawat pun menyuruh Nicholas untuk menunggu di luar.
" Tuan silahkan menunggu di luar."
Nicholas mengangguk namun Caroline memanggilnya, ia tidak mau Nicholas meninggalkan nya
" Niiick..kau jangan kemana mana!" pinta Caroline.
" Tidak..tidak, saya mau Nick tetap di sini."
Dokter pun memberi ijin agar Nicholas tetap berada dekat Caroline. Perawat menyuruh Nicholas kembali agar tetap di ruangan persalinan.
" Tuan boleh masuk.." ucap perawat.
Nicholas mengangguk iya.
" Niicholass..tetap di sini." teriak Caroline.
" I- ya..i ya Carol, aku tetap berada dekat mu."
Nicholas Kembali masuk lalu mendekat di samping Caroline.
Selama proses Caroline melahirkan benar benar di saksikan oleh Nicholas, Nicholas tidak sedikit pun menjauh dari sisi ranjang tidur Caroline.
Nicholas terus mengusap kening Caroline, Caroline terus berpegangan erat pada tangan Nicholas.
" Ayo Nyonya sedikit lagi!"
Caroline sekuat tenaga ngeden.
" Euggghk..hah hah hah."
" Terus...sedikit lagi, tarik nafas!"
__ADS_1
" Euggggghhkk.."
Caroline mengambil nafas dalam dalam dari mulutnya dengan teriakan terakhir di sertai erangan yang kuat, dan akhirnya bayi laki laki Nicholas keluar secara menyeluruh. Hingga beberapa detik bayi sebesar botol ukuran 1, 5 liter itu mengeluarkan suara tangisan pertama.
Nicholas takjub saat tangan dokter mengangkat bayi mungil itu, dan mendengar tangisan bayinya.
" Carol..anak kita sudah lahir." masih terus menatap takjub pada bayi nya.
Dokter itu mendekati Nicholas yang masih memandang bayinya.
" Selamat! bayi anda laki laki dan normal." ucap dokter sambil menunjukan pada Nicholas dan Caroline di gendongan nya
Nicholas tersenyum lebar sangat bahagia hatinya apalagi ia mendapat bayi dari Caroline laki laki.
Bayi itu langsung di letakkan di dada Caroline oleh dokter secara perlahan. Caroline menitikkan air mata bahagia dengan wajah nya masih bercucuran keringat.
" Nick bayi kita laki laki."
" Iya Carol..aku sudah menjadi seorang Ayah Carol."
Keduanya kini menatapi bayi mungil itu, Caroline menelusuri wajah bayinya hidung mata dan bibir nya yang sangat tipis.
" Berikan ASI pertama Nyonya itu sangat bagus." ucap dokter.
Bayi itu dengan sendirinya mencari ****** ibunya untuk di hisap dengan mulut mungilnya. Nicholas dan Caroline melihat bayi mereka tersenyum geli dan gemas.
Dokter yang masih berdiri di antara keduanya tiba tiba menanyakan siapa nama bayi mereka supaya langsung di tulis di ranjang bayi.
" Apa kalian sudah punya nama untuk bayi ini?"
Caroline yang masih lemah tubuh nya menoleh menatap Nicholas dengan tatapan sayu pada kelopak matanya kini keduanya beradu pandang, Nicholas dengan Caroline.
" Nick..siapa nama bayi kita?" ucap nya lemas.
" Eugh..eum..?" lagi mikir.
Nicholas cukup lama berfikir untuk memberi nama bayinya karena ia pun tidak kepikiran sama sekali untuk mempunyai nama anaknya sebelum Caroline melahirkan, namun ia mendapatkan nama yang bagus untuk putra pertamanya.
" Kalau kau setuju aku punya nama yang bagus untuk putra kita, Carol."
" Quinn Renan Hugo." lanjut nya
Caroline mendengar nama yang di berikan Nicholas ia mengangguk setuju.
" Aku suka nama itu, Nick." balasnya lembut.
" Itu saja dokter nama bayi kami." balas Nicholas.
" Baik..Tuan Nicholas Hugo saya akan cantumkan nama bayi anda." ucap dokter.
" Terimakasih Dokter." balas Nicholas.
🙏🙏 ok lanjut besok. Author ngantuk😴
Happy reading. WK❤️
__ADS_1