
Hari ke 9
Pada pukul 6 pagi Viona baru datang, Viona beristirahat di kamar nya, ia masih merasa takut dengan amukan Enzio kemarin walau Enzio sudah tenang. Enzio masih tertidur sangat pulas ia di beri obat penenang oleh Dr.Smith.
Jam 8 hari ini, jadwal Enzio akan di Rontgen kedua kakinya, Dr.Smith akan mereview perkembangan penyambungan tulang Enzio. Viona seperti biasa membuka gorden jendela separuh sesuai permintaan Enzio. Tapi ternyata Enzio meminta Viona gorden jendela kamar nya dibuka saja lebar lebar.
" Tingkap saja gordennya lebar lebar."
" Eugh? Viona menoleh pada Enzio lalu mengangguk.
" Iya Tuan."
Setelah meningkap semua gorden jendela kamar Viona menyalakan lampu kamar. Viona lalu mendekati ranjang Enzio.
" Selamat pagi, Tuan."
" Siapa yang menjaga ku semalaman?"
" Maaf Tuan, saya tidur di kamar saya tapi saya tetap jaga Tuan."
Viona masih takut dengan amukan nya, dalam pikiran Enzio.
" Kau takut dengan ku?" matanya melirik Viona.
" Iya Tuan..maaf." Viona menunduk dan menelan ludah nya.
Enzio memang melihat Viona mata nya tidak berani melihat dirinya, ia berdiri sampai memberi jarak dengan dirinya.
__ADS_1
Enzio mengangguk. Viona lalu keluar untuk membawa sarapan Enzio dan juga air di baskom untuk kegiatan membersih kan tubuh Enzio. Karena Enzio tubuhnya selalu berkeringat. Viona sudah kembali sambil mendorong meja roda susun itu.
" Tuan hari ini jadwal Rontgen kaki anda nanti jam 8."
Enzio melirik makanan untuk sarapan nya berbeda ada ikan salmon sayur dan buah juga susu. Viona harap Enzio tidak menolak.
" Saya tidak suka susu."
" Dari kemarin Tuan menolak untuk minum susu, ini susu khusus tulang Tuan, agar cepat proses pertumbuhan tulang. Semua makanan ini mengandung vitamin untuk kekuatan tulang."
Enzio akhir nya mau ia mengangguk.
" Tuan nampak sudah segar..nanti pukul 10 saya akan bawa tuan untuk berjemur di taman.. Tuan tidak lemas kan?"
Enzio menggeleng.
" Baiklah!" Enzio menganggguk.
" Tuan ingin cuci rambut?"
" Iya Viona."
" Nanti saya minta bantuan petugas untuk membawa kursi khusus cuci rambut,Tuan."
Viona mulai mengerjakan tugas merawat Enzio dari membersihkan tubuhnya, membersihkan bab Enzio lalu mencuci rambut Enzio, Viona mencuci rambut Enzio dengan shampoo sambil memberikan pijatan pijatan di kepala Enzio luka di kepala Enzio sudah mengering, dan terakhir Viona memberikan sarapan pada Enzio, Enzio menikmati sarapan sambil menonton tv ternyata Enzio menghabiskan sarapannya itu lalu meminum susu khusus tulangnya.
" Saya mau buang air kecil, Viona."
__ADS_1
Viona lalu menyediakan pispot itu, Viona tidak perlu lagi membantu Enzio buang air seni nya. Ia sudah bisa membuang air seninya sendiri di pispot itu. Dalam benak Enzio ia ingin meminta bantuan Viona memegang pispot tapi rasa nya itu lagi Viona lakukan.
" Tuan sudah bisa duduk, sudah pasti bisa buang air kecil sendiri."
" Yeah..Viona."
" Jangan mengambil kesempatan Tuan."
Enzio terkekeh.
" Memang nya kau tidak tertarik?" Enzio tersenyum mesum.
Viona diam saja tidak menjawab tangan nya memberi tisu basah pada Enzio. Enzio menerima tisu itu lalu membersihkan ujung juniornya sendiri. lalu memberikan tisu kotor bekas membersihkan air seni itu lada Viona.
Jam 8 tepat Enzio di bawa ke ruangan periksa untuk dirontgen tulang kaki Enzio.
Dr. Specialist tulang sedang melihat gambar tulang Enzio seperti klise foto yang belum diafdrek pada layar terang di dinding itu.
Enzio memperhatikan bentuk tulang yang sedang di jelaskan oleh Dr. Smith. nampak terlihat bentuk tulang kaki Enzio yang terpasang implant itu.
Hasil pasang implant pada tulang Enzio sudah terlihat ada kemajuan. Saran Dr.Smith, Enzio Jagan terlalu banyak menggerakkan kedua kaki nya apalagi berdiri karena menumpu tubuh Enzio.
" Besok jadwal anda phisiotherpy ya."
" Baik Dokter."
" Anda harus tetap semangat, karena untuk patah tulang sangat butuh proses yang panjang."
__ADS_1
Selesai merontgen tulang Enzio, Viona bersama dua orang petugas membawa kembali pasien keruangan inap.