Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Viona Sudah Pergi


__ADS_3

Baru saja pelayan rumah itu ingin menjelaskan pada Tuannya kemana Viona? Caroline menghampiri Enzio. Pelayan itu langsung undur diri.


" Tuan saya permisi."


Enzio masih mencari Viona. namun mata nya melihat Caroline ingin menghampirinya.


" Kau mencari perawat mu atau ****** mu?"


" Diam Caroline! Selama ini dia yang merawat ku, aku akan menemui Viona."


Enzio langsung mencari Viona, namun langkah nya terhenti dengan ucapan Caroline.


" Dia sudah tidak tinggal di rumah ini, Zio."


,


,


,


,


Deg.


" Apa maksud mu Carol?" Enzio membalikan badan menghadap Caroline.


" Pagi pagi benar dia sudah pergi, Zio."


Enzio mendekati Caroline dengan wajah khawatir.


" Apa yang kau lakukan pada Vio ku, Caroline?"


" Aku telah menyuruhnya untuk pergi dari rumah ini."

__ADS_1


" APA?,


" Iya Zio, kenapa?"


" Dia yang merawatku Caroline..aku tidak bisa tanpa dia."


" Aku kini yang merawat mu, karena kau suami ku."


" Tarik kata kata mu itu, kau istri yang tidak bisa menjaga ku dan merawat ku, Caroline."


" Ijinkan aku merawat mu, Zio."


" Hem..Kau tidak becus menjadi istri ku, Caroline, sekarang aku bertanya pada mu.. kemana kau saat aku terbaring lemah dan tidak berdaya? kemana kau saat aku butuh kau? kemana kau saat aku terpuruk? kemana kau di saat aku di rawat? Caroline."


" Aku sakit di rawat, aku masih menunggu mu berharap untuk kau menemui ku dan melihat kondisi ku..tapi harapan ku kau sama sekali tidak menemui ku."


" Kesempatan saat itu masih ada Caroline, tapi sekarang ini...maaf! aku tidak butuh perhatian mu lagi, apalagi kau ingin merawat ku..aku sudah sembuh Caroline, hati ku dan tubuhku sudah disembuhkan oleh...Viona."


😍😍😍


Setelah bicara Enzio meningglkan Caroline yang masih berdiri, Enzio masuk ke kamarnya ia duduk di sisi ranjang memikirkan Viona hatinya mulai terasa hampa Enzio tidak ada semangat untuk bekerja ia memilih berdiam di kamar enggan keluar apalagi bertatap muka dengan Caroline.


Caroline di dalam kamar terisak, meratapi kebodohan nya ia ingin marah.


" Aku harus berbuat sesuatu, agar Zio kembali pada ku."


Pelayan membawa makan siang Tuan nya ke kamar, namun di hentikan oleh Caroline.


" Biar aku saja yang membawa makan siang suami saya."


" Baik Nyonya."


TOK TOK

__ADS_1


Enzio melihat pintu di buka oleh Caroline membawa makan siang untuk Enzio.


" Zio makan lah dulu!"


Enzio menatap pada Caroline ia sama sekali tidak berselera pada makanan yang di bawa Caroline.


" Aku sudah katakan, kau tidak ku ijinkan masuk ke kamar ini."


" Aku tahu Zio, tapi aku membawa makan siang mu, aku tidak mau kau sakit."


" Terimakasih atas perhatian mu, untuk kali ini tapi selanjutnya kau jangan membawa makanan untuk ku, biar pelayan saj yang membawa untuk ku.. kau keluarlah!"


Caroline menarik nafas dalam dalam, kenapa terasa sakit mendengar permintaan Enzio.


" Baik Zio.. maaf! aku keluar."


Enzio sama sekali tidak menatap Caroline, ia sama sekali sudah tidak membutuh Caroline, saat ini dia hanya butuh Viona.


Viona saat ini sudah kembali ke kediaman nya ia pun merasakan gundah hatinya Enzio sudah kembali pada istrinya namun kenapa ia merasa sakit hatinya harusnya ia senang karena sudah terbebas dari Enzio.


Flas back.


Tepat pukul 5 pagi Viona bangun namun ia terdiam duduk di sisi ranjang memikirkan pasien Enzio. Viona ingin melakukan kegiatan mengurus Enzio tapi seperti nya sudah tidak mungkin lagi Enzio membutuhkannya, karena sudah ada kehadiran istri pasien nya di rumah ini. Tapi kenapa saat ini ia merasa berat hati nya untuk meninggalkan Enzio.


Viona termenung tak lama suara pintu kamar itu di ketuk oleh seseorang, Viona segera membukakannya.


Viona terkejut ternyata yang mengetuk pintu adalah Caroline.


" Selamat pagi Nyonya."


" Hari ini kau sudah tidak perlu lagi merawat suami ku, Viona. Terimakasih atas bantuan mu, sekarang kau boleh pergi dari rumah ini..saya dan suami saya sudah membuat keputusan biar saya yang merawat suami saya."


Viona terdiam namun apa boleh buat Enzio sudah membuat keputusan dengan istinya untuk dirinya kembali bekerja di rumah sakit.

__ADS_1


" Baiklah Nyonya! pagi ini saya kembali itu artinya saya sudah selesai dengan tugas saya, dan saya serahkan Tuan Enzio pada Nyonya."


Viona akhirnya pergi dari rumah itu, saat keluar dari kamar itu, rasa nya belum percaya Enzio membuat keputusan untuk berhenti menjadi perawat pribadi nya.


__ADS_2