Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Smith Modus


__ADS_3

Viona sudah berangsur angsur mulai membaik kondisi tubuhnya, tangan nya sudah terbebas dari jarum infusan hanya pada lehernya masih memakai penyangga, selama Viona di rawat Enzio selalu menemani Viona. Enzio hari ini mulai bekerja karena sudah beberapa hari Enzio meminta Erick dan Sam yang mengurus perusahaan nya. Ia sudah menunda pekerjaan hampir satu Minggu. Enzio kini sedang sibuk tapi nanti malam Enzio akan menemani Viona.


Smith datang menemui Viona di kamar inap, tapi ia tidak datang sendirian menemui Viona Smith datang bersama Andrea. Smith memang belum sempat memperkenalkan kekasih nya itu pada putri adopsinya. Viona yang sudah bisa duduk, tersenyum bahagia melihat Ayah angkatnya menggandeng Andrea.


" Viona..kenalkan ini Andrea."


Smith mulai memperkenalkan Andrea pada Viona, Viona langsung menyambut kehadiran Andrea keduanya saling bersalaman.


" Halo Viona apa kabar? saya Andrea."


" Kabar ku baik Tante, saya Viona."


Andrea dan Viona sama sama mengagumi kecantikan mereka masing masing. Di mata Viona, Andrea wanita yang lembut dan bersahaja pantas saja Smith langsung jatuh cinta pada Andrea.


" Smith..putri mu sangat cantik."


" Iya kau pun sama cantiknya." balas Smith


" Terima kasih." Andrea tersipu malu.


Tak lama Mia datang menemui Viona sebelum bertugas rupanya sahabatnya ingin berbincang bincang dengan Viona.


" Viona..Mia."


" Iya Papa Smith."


" Papa tinggal dulu!"


" Iya Papa Smith."


" Baik Dokter Smith."


Smith dan Andrea keluar dari kamar inap Viona, Smith ingin memperkenalkan teman teman sejawatnya pada Andrea. Setelah memperkenalkan, Smith masih menggandeng Andrea mengelilingi rumah sakit. Sampai di ruangan kerjanya Smith dan Andrea duduk beristirahat sejenak di sofa.

__ADS_1


" Duduklah dulu..aku ambilkan minum."


Smith mengambil dua botol air mineral di lemari es lalu di berikan pada Andrea. Smith pun duduk di samping Andrea.


" Kau lelah?" ucap Smith.


" Tidak terlalu..rumah sakit ini besar cukup pegal kaki ku kau mengajak ku berkeliling rumah sakit ini."


" Biar aku pijit."


" Eum..tidak perlu di pijit nanti hilang sendiri pegalnya."


Smith tidak hiraukan, kedua tangannya langsung memegang dan mengangkat kedua kaki Andrea lalu di letakkan di atas paha nya.


" Kau terasa pegal karena kaki mu yang sudah sembuh ini urat nya agak kaku." Smith modus.


Smith mulai memberi pijatan di telapak kaki Andrea. Jari jari kaki cantik Andrea yang di cat kuku warna plum itu sangat menggoda Smith.


" Tapi kaki ku sudah sembuh tidak sama sekali sakit."


Jari jari besar Smith pindah memijit betis Andrea pijatan Smith tidak terlalu kencang menekan, namun Andrea mulai merasakan nyaman dan relax dengan pijatan Smith.


Sebagai dokter tentu tahu titik otot yang tegang. Jari jari Smith memijit sudah di bagian lipatan kaki.


" Gimana enakan?"


" He'euh.." Andrea mengangguk.


Andrea mengernyitkan dahinya ia terus memperhatikan cara Smith memijat kakinya.


" Kalau pijat kaki itu harus keseluruhan..dari telapak kaki sampai pangkal paha." Smith terus modus wajahnya di buat serius.


Pijatan jari jari Smith mulai menjalar melewati lutut Andrea, Smith tangannya meningkap sedikit rok Andrea setengah paha.

__ADS_1


Namun Andrea tahu Kekasihnya ini sebenarnya ingin menyentuh paha nya.


" Smith..." matanya tertuju pada kedua tangan Smith.


Andrea memperhatikan pijatan Smith di pahanya bukan hanya di pijit tapi sambil mengusap. Andrea mulai terasa geli. Kaki nya ingin di turunkan dari atas paha Smith tapi tahan oleh Smith.


" Ini otot paha mu terasa tegang di telapak tangan ku..diam lah! jangan di gerakkan nanti malah salah urat."


" Tapi.. pijitan mu nakal Smith."


" Ooo..apa pijatan ku terlalu kencang di paha mu? aku kurangi jangan terlalu kencang kalau gitu." pura pura serius.


Smith sengaja di buat pijatannya hanya sedikit si tekan justru memberi rangsangan pada Andrea.


" Smiiith." Andrea menahan tangan Smith.


" Ini jari jari ku tidak bisa berhenti..sayang."


" Euh? tapi kau bukan memijit kau mengusap."


" Jari jari ku senang menyentuh bagian ini."


Pijatan Smith semakin naik sudah sampai pangkal paha terlihat CD Andrea. Hati Smith bersorak, jarinya malah menyentuh CD Andrea. Jari Smith mulai nakal setengah memijit setengah mengusap paha Andrea bahkan jarinya sudah menyentuh bagian lembah Andrea di luar CD Andrea.


Andrea terangsang dengan sentuhan jari Smith, ia malah membiarkan jari jari itu mengusap lembut bagian bawahnya.


" Ahhhh.." Andrea mende**h ia mulai memejamkan mata nya menikmati sentuhan Smith.


Smith sendiri memang sengaja mengajak Andrea kerumah sakit miliknya tujuan nya ingin mengajak Andrea bercinta.


" Andrea." ucapnya bisik. " Kita lanjutkan di rumah ku."


" Euh?"

__ADS_1


Smith tidak mau menunggu jawaban dari Andrea ia langsung menggandeng Andrea keluar dari ruangan nya lalu masuk kedalam mobil dan menuju kerumah nya.


__ADS_2