
Enzio mengerjapkan kedua mata nya, tubuh polos nya masih tertutup selimut sampai pinggang lalu matanya mengedari ruangan kamar itu. Enzio melirik jam sudah pukul 9 pagi. Ia merasakan tubuhnya nyaman berada di ranjang Viona tak cuma itu hati nya sangat bahagia ia merasa semangat untuk memulai hari nya saat ini. lalu mata nya mencari Viona, tak lama gadisnya masuk ia sudah berpakaian rumah. Enzio tersenyum pada Viona, Viona langsung menghampiri Enzio.
" Pagi Tuan, Tuan sudah bangun?"
" Pagi sayang." Enzio mengangguk.
" Tuan kita sarapan dulu."
" Iya sayang, mendekat lah sini!"
" Saya sudah mandi Tuan..nanti keringatan lagi."
Enzio langsung tertawa.
" Tidak apa bisa mandi lagi..berdua dengan ku."
" Hah?" Viona menggeleng.
" Kemarilah, aku ingin mendekap mu."
Viona menurut ia merebahkan tubuhnya, lalu dimiringkan menghadap Enzio. Enzio tangan nya langsung mendekap erat tubuh Viona.
" Mulai hari ini kau jangan lagi panggil aku Tuan."
" Panggil nya apa?"
" Eumm..sayang saja, sama seperti aku."
" baik lah Tuan."
" Sayang, bukan Tuan lagi."
__ADS_1
" Iya sayaang." balas Viona.
" Iya seperti itu."
Enzio tersenyum ia sangat gemas pada Viona lalu Enzio menatap wajah Viona, dengan posisi menumpu tubuhnya dengan sikut bibirnya langsung mengecupi wajah Viona bertubi tubi. Viona tertawa cekikikan kedua nya nampak bahagia, di dalam kamar itu terdengar suara mereka tertawa.
" Aku mau menemani mu seharian di sini kau tugas malam kan?" tangan nya sambil membelai wajah Viona
" Iya sayang." balas Viona.
Enzio senang mendengar nya, Viona memanggil diri nya sayang.
" Cium wajah ku sayang!"
Kini berganti posisi Enzio merebahkan kepala, Viona menumpu tubuhnya dengan sikut lalu bibirnya mulai mendarat di pipi Enzio, kedua mata Enzio hidung lalu bibir Enzio, Enzio langsung menghisap bibir bawah Viona.
" Terimakasih sayang."
Viona tersenyum.
" Hahhh.." Enzio membuang nafas lega. " Aku sangat bahagia sekarang." ucap Enzio sambil membelai wajah Viona
" Aku sangat mencintai mu, Viona."
Viona tersenyum. lalu tangan kirinya menangkup pipi Enzio ibu jari nya bergerak mengusap lembut hidung dan bibir Enzio.
" Aku juga mencintai mu..Zio sayang."
Enzio tersenyum lebar gadis nya memangil namanya terdengar sangat mesra.
" Kau mau jadi istriku?"
__ADS_1
" Hah?
Viona mendengar nya permintaan Enzio rasa nya tidak percaya. Enzio tersenyum melihat wajah Viona yang terlihat polos.
" Viona menikahlah dengan ku."
Viona menelan salivanya mulutnya sedikit terbuka, ia lalu tersenyum dan mengangguk. angguk.
Enzio langsung mendekap erat Viona, ia menciumi pucuk kepala Viona.
" Baik kita akan segera menikah!"
😍😍
Esok harinya setelah pertemuan nya dengan Viona dan percintaan mereka di lakukan hingga berkali kali, Enzio nampak sangat bersemangat untuk bekerja. Saat memasuki gedung kantor milik nya Enzio selalu membalas senyum pada karyawan nya yang menyapanya. Erick dan Sam melihat Boss mereka heran baru ini Enzio tidak menampakan wajah dinginnya.
" Kau lihat!"
" Iya Sam..Tuan Zio sangat berbeda hari ini."
" Astaga..rupanya setelah pertemuan nya dengan perawat itu, Tuan Zio seperti orang yang sedang jatuh cinta."
" Ok..kita temui beliau."
Erick dan Sam lalu masuk ke ruang CEO itu.
" Pagi Tuan Zio."
" Pagi Erick..Sam."
Enzio tersenyum pada mereka.
__ADS_1
" Tuan..anda terlihat sangat bahagia."
" Ya..kau benar, Rick aku sedang bahagia dan semangat hari ini, Terima kasih Rick."