Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Smith Langsung Jatuh Cinta


__ADS_3

Dr. Smith masih di dalam ruangan nya setelah bicara dengan putri angkatnya, ia termenung mengenang saat saat masih bersama almarhum istrinya, kini Viona pun akan menikah ia merasa akan sangat kesepian kembali walaupun hidupnya selalu sibuk bekerja setiap hari nya sebagai Dokter dsn selalu bertemu dengan banyak pasien, perawat dan para dokter di rumah sakit milik nya tapi saat ia pulang kerumahnya ia kembali sendirian dan kesepian.


Pria yang berumur 55 tahun ini masih sangat gagah dan punya segalanya tapi sudah bertahun tahun hidupnya masih betah menduda.


Lamunan Smith terhenti ia tersentak kaget ketika pintu ruangan nya ada yang mengetuk, dia segera beranjak dari kursi kebesarannya dan akan membukakan pintu.


" Selamat siang."


" Selamat siang." Smith membalas sambil menyapa pada seorang wanita cantik berdiri menggunakan dua tongkat nya, bola matanya lalu menyusuri pada kaki wanita itu yang terlihat membengkak.


" Apa benar anda Dokter Smith?"


" Iya benar Nyonya."


" Ahh..syukurlah! kenalkan nama saya Andrea, saya ingin memeriksakan kaki saya."


" Kenapa kaki nya?" ucapnya lembut matanya masih memperhatikan kaki wanita itu.


" Saya terjatuh dari tangga Dokter."


" Mari masuk dulu!"


Smith kemudian menuntun wanita itu untuk duduk di ruangan nya. Setelah wanita itu duduk Smith berjongkok dan langsung memeriksa kaki Andrea. Ia menyentuh kaki indah Andrea.


" Sstt..akww." Andrea meringis sakit.


" Nyonya sebaiknya keruangan praktek saya, saya akan rontgen kaki Nyonya"


" Iya Dokter."


Smith kemudian keluar ia akan membawakan kursi roda untuk pasien Andrea.


" Nyonya duduk di kursi roda dulu, kaki Nyonya akan terus membengkak kalau di pijak.


" Iya terimakasih Dokter."


Smith membantu Andrea berdiri kembali, namun saat Andrea berdiri wajah Smith dan Andrea memberi jarak dekat, Smith menatap kedua bola mata hazel Andrea ia merasakan ada perasaan lain saat menatap mata indah Andrea.


Andrea sendiri menjadi gugup saat Dokter Smith menatap nya, ia menunduk malu.


" Euh..duduklah!"


Smith kemudian mendorong kursi roda Andrea ke ruang prakteknya.

__ADS_1


Setelah di Rontgen Smith melihat kaki sebelah kiri Andrea ada keretakan tulang sedikit di bagian jari kaki Andrea. Selama berbicara dengan Andrea, Smith selalu menatap wajah Andrea. Ada getaran di hatinya selama bicara dengan Andrea.


" Ada keretakan tulang di bagian jari Nyonya."


" Apa parah keretakan nya Dokter?"


" Tidak parah tapi kaki Nyonya juga terkilir."


" Ohh..pantas sangat sakit sekali."


" Kenapa Nyonya datang sendirian?"


" Anak saya sedang kuliah, Dokter."


Smith mengangguk.


" Lalu suami Nyonya?"


" Saya sudah menjanda, suami saya sudah meninggal."


" Maaf saya bertanya seperti itu."


" Tidak apa Dokter."


" Nyonya harus fisioterapi, biar bengkaknya hilang, mulai sekarang Nyonya pasien saya."


" Iya Dokter."


" Eugh? yang benar saja Dokter ini."


" Mau tidak?"


" Tentu saja Dokter..tapi nanti ada yang marah bagaimana?"


" Tidak ada yang memarahi ku..sekarang kamu, aku bawa ke ruang fisioterapi."


Smith rupanya langsung jatuh cinta pada Andrea, wanita berwajah manis di mata Smith hatinya sungguh bahagia ia sangat beruntung bertemu pasien Andrea. Smith langsung perlakukan Andrea dengan manis, ia mendorong kursi roda Andrea sampai ke ruang fisioterapi. Selama Andrea di terapi Smith masih terus menemani Andrea.


Hingga selesai pasiennya di terapi ia berniat akan mengantar Andrea pulang.


" Biar aku antar kau pulang."


" Apa tidak merepotkan? tidak usah Dokter saya bisa naik Taxi saja."

__ADS_1


" Kaki mu masih sakit, biar aku antar sampai rumah, jangan menolak!"


Andrea akhir mau menerima Smith mengantarnya pulang. Selama diperjalanan mengantar Andrea pulang, Smith dan Andrea saling bercerita tentang kehidupan mereka membuat keduanya masing masing tahu keadaan diri mereka. Andrea sendiri adalah janda beranak satu usianya sudah 43 tahun ia sehari harinya hidup bersama anak nya. Mobil terus melaju sampai di kediaman Andrea.


" Sudah sampai aku tinggal di sini Dokter."


" Biar aku antar sampai di dalam."


Smith kemudian turun dari mobil ia membuka bagasi dan menurunkan kursi roda untuk Andrea, lalu menuntun Andrea untuk duduk dikursi rodanya. Tanpa ragu Smith memegang tangan Andrea dan memapahnya.


" Terimakasih Dokter."


Smith mendorong kursi roda Andrea sampai dalam rumah, ia melihat tatanan dalam ruangan rumah Andrea sangat bersih dan rapih.


" Kau sendirian saja?"


" Iya Dokter..Dokter ingin minum biar aku ambilkan."


" Biar aku bantu!"


Smith langsung membantu membuat minuman untuk berdua dengan Andrea di dapur.


" Bagaimana kaki sudah enakan?"


" Sudah mulai berkurang bengkak nya Dokter."


" Jangan lupa di minum obatnya."


Smith dan Andrea sambil menikmati teh kedua masih berbincang bincang, lalu Smith membantu Andrea membuat makanan untuk makan siang mereka. Keduanya menikmati makan siang mereka berdua di meja. Smith betah rupanya berduaan dengan Andrea.😍😋


Hingga sampai menjelang sore, Smith pamit pulang.


" Sudah hampir sore aku pulang dulu."


" Iya Dokter."


Smith beranjak dari kursi, Andrea akan mengantar Smith sampai pintu tapi saat Smith melangkah ia berhenti lalu kembali melihat Andrea yang terdiam masih di ambang pintu. Melihat Smith kembali mendekatinya Andrea mengernyitkan dahinya


" Ada apa Dokter?"


Smith tersenyum lalu membungkuk Smith langsung mencium pipi Andrea.


" Kau istrirahat ya!"

__ADS_1


Smith meninggalkan Andrea yang terdiam membisu ia tertegun mendapat serangan ciuman di pipinya yang tiba tiba dari Smith, ia tersenyum pipinya merah merona, Sampai di mobil Smith tersenyum pada Andrea lalu melambaikan tangan nya pada Andrea.


Sejak hari itu Andrea selama di terapi Smith selalu menunggu kedatangan Andrea dan menemani Andrea selama di terapi, keduanya semakin dekat Smith mengajak Andrea berkencan lalu keduanya memutuskan menjadi hubungan yang serius.


__ADS_2