
Enzio sudah kembali ke kamar nya, Sambil menunggu waktu jam untuk berjemur Viona menyalakan tv agar Enzio bisa beristirahat sejenak.
" Tuan ingin makan snaksnya?"
Enzio menggeleng
" Bagaimana kalau buah pisang"
" Pisang? apa membantu buat tulang saya?"
" Iya tentu saja, Tuan." ucap Viona dengan senyum.
" Baiklah."
TOK TOK
" Itu sekretaris saya, tolong kau buka pintunya."
" Tapi saya hanya memberi waktu 10 menit, Tuan..karena ini bukan jam kunjungan pasien."
Enzio mengangguk.
Viona bergegas membuka kan pintu kamar Enzio. Nampak sekretaris Enzio datang dengan membawa sebuah laptop.
" Selamat pagi, Tuan Enzio."
" Kau sudah bawa laptop dan ponsel saya."
" Sudah Tuan."
__ADS_1
" Bagaimana kabar anda Tuan?"
" Baik saja Erick."
" Bagaimana dengan perusahaan?'
" Klien anda menarik sahamnya, Tuan
Untuk tidak lagi bekerjasama dengan anda."
Enzio menghela nafasnya ia rasanya semakin terpuruk.
" Itu saja."
" Kabar yang saya terima istri anda akan menikah dengan sahabat anda."
Viona yang berdiri di belakang Enzio terdiam mendengar secara langsung informasi dari Sekretaris Pasien nya.
" Baiklah Tuan,saya permisi semoga lekas sembuh."
Enzio mengangguk, saat Viona mengantar tamu Enzio sampai pintu Enzio mengepalkan kedua tangan nya dan memejamkan matanya. Ia menahan sakit apalagi ia belum bisa berbuat apa apa karena masih di rawat. Setelah Viona menutup pintu Viona melihat wajah Enzio nampak muram dan sedih ada rasa kecewa di raut wajah Enzio.
" Tuan waktunya berjemur ya!"
Enzio mengangguk wajahnya nampak murung
"Tuan boleh membawa laptopnya" Viona ingin agar Enzio bisa mengerjakan pekerjaannya yang tertunda supaya Enzio bisa sedikit terhibur
" Memang nya saya boleh bekerja?"
__ADS_1
" Boleh Tuan..Tuan sudah segar kok. Asalkan jangan terlalu banyak pikiran yang berat nanti Tuan bisa drop lagi."
" Baik lah."
Viona kemudian mendorong kursi roda enzio dan keluar dari kamar menuju taman rumah sakit untuk menjemur Enzio. Sampai di taman yang indah itu banyak juga pasien yang sedang berjemur, selama 9 hari di dalam kamar membuat Enzio bosan hari ini ia bisa melihat pemandangan luar.
Viona mendorong kursi roda Enzio sampai di kursi taman itu, Viona lalu memapah kedua kaki Enzio di sejajarkan dengan duduknya, karena kedua Enzio panjang Viona sudah menyediakan kursi lipat agar kedua tungkai kaki Enzio tidak menggantung.
" Tuan merasa nyaman duduknya?"
" Iya Viona."
Viona kemudian memberikan kacamata hitam pada Enzio untuk melindungi mata dari silau matahari. Enzio sangat tampan dengan kacamata hitamnya. lalu Viona meletakan laptop di kedua paha Enzio.
" Silahkan Tuan."
Viona juga memakai kacamata hitam ia duduk di kursi taman lalu tangannya mulai mencari halaman buku bacaannya yang sudah di beri pembatas halaman. Sambil menunggu Enzio 30 menit berjemur. Perawat dan pasien itu sangat cocok sama sama cantik dan tampan, Enzio sangat fokus pada layar laptopnya Sinar panasnya matahari pagi membuat tubuh Enzio terasa baikan kedua kaki Enzio kulitnya mulai terasa hangat karena sinar matahari.
Tanpa terasa waktu berjemur sudah lebih dari 30 menit, Enzio menutup layar laptopnya kemudian mata nya beralih pada Viona yang masih asik membaca buku sambil menggigit ujung jari telunjuknya, Enzio menatap lekat lekat wajah Viona dari balik kacamata hitamnya cara Viona menggigit ujung jari telunjuk sebelah kiri yang dipangku pada bahu kursi taman itu malah membuat Enzio tergoda melihat bibir Viona juga susunan giginya yang rapih dan putih sangat kontras dengan warna bibirnya.
Viona memang tidak sengaja melakukan menggigit ujung jari telunjuknya tapi itu sangat sangat menggoda Enzio, bibir Viona terlihat sangat sensual.
" Gilaa.." gumam Enzio pelan.
Enzio masih memandangi Viona, pada leher Viona yang putih itu mengalir turun keringat nya lalu mata Enzio menyusuri bagian dada Viona saat posisi duduk pun jarak pinggang dan pinggul Viona lekukkannya seperti tikungan tajam. Tatapan Enzio turun pada kedua kaki Viona, dari lutut Sampai mata kaki nya Viona mempunyai tungkai kaki yang indah.
pemandangan di hadapan Enzio Ini sangat membangkitkan gairah nya, Viona hanya duduk saja membuat dirinya harus menahan gejolak di bagian bawahnya.
" Whuuff..."
__ADS_1