Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Untuk Kali ini Tidak Viona


__ADS_3

Enzio langsung menyerang bibir Viona di lu**t kedua bibir Viona kasar, Enzio tidak memberi kesempatan gadisnya bicara. Viona menggeleng ia tidak mau Enzio kasar pada nya. Enzio sudah di kabuti rasa cemburu terbayang saat teman nya merangkul pinggang gadisnya Enzio jadi over thingking dengan Devan pasti sudah memperlakukan manis pada Viona. Enzio menghentikan pagutan nya lalu menatap wajah Viona lekat sampai hidung mancung keduanya bersentuhan. Viona terdiam


" Buka mulut mu!"


Bibir bawah Viona bergetar dada nya semakin sesak dengan beban tubuh Enzio. Viona masih mengatup rapat bibir nya. Enzio Kembali mencium bibir Viona kasar, lidahnya menjilati bibir Viona,


" Euughhh.."


Viona meringis sakit Enzio menggigit kedua bibir Viona, mulut nya langsung terbuka. Dengan kedua tangannya Viona mendorong wajah Enzio untuk menjauh. Viona Kembali meringis sakit pada bibir nya, saat menjauhi wajah Enzio dari bibirnya, bibirnya bawah nya ketarik dengan gigitan Enzio.


" Aakkhhww.."


" Salah kau kenapa mendorong wajah ku."


Enzio langsung memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Viona mengakses setiap bagian dalam mulut Viona, gigi dan langit langit mulut Viona lidah Enzio mainkan di dalam nya. Saking gemas nya lidah Viona Enzio hisap dengan kencang.


Lama Enzio menghisap lidah Viona, memagut melu**t bibir Viona, sampai Viona mulai ke habisan nafas. Enzio menghentikan pagutan nya, memberi kesempatan Viona untuk menghirup nafas namun Enzio kembali bermain bibir nya di bibir Viona seakan Enzio tidak pernah puas meraup bibir manis Viona.


Sambil mencium bibir Viona, dengan satu tangan nya, Enzio menurunkan resleting celananya. Tangan Enzio menangkup dada Viona dan mere*** nya dengan kencang Enzio over thingking kembali pasti teman nya sudah menyentuh dada Viona. Bayangan itu hingga membuat Enzio mere*** kencang dada Viona, tak puas Enzio meningkap rok bawah Viona sampai pinggang tangannya mulai masuk kedalam baju Viona dengan satu tarikan yang kencang b* a Viona sampai putus kedua dada Viona langsung menyembul keluar dari Cupnya.


" Devan sudah mencobanya Viona? hahh..JAWAB VIONA? " sambil mere*** dada Viona kencang.


Viona menggeleng ia mengambil nafas dari mulut terdengar tersendat sendat. Viona mulai menangis.

__ADS_1


" Tidak Tuan..jangan tuduhhh ssayaa..Tuan."


Viona menjawab sambil terisak. Enzio memang tidak bisa lembut pada nya.


" Jangan bohong Vionahhh..aku tak suka pengkhianatan Vionahh."


Enzio kini makin jadi, CD Viona Enzio turunkan jari jari nya di main kan di bawah sana.


" Apa Devan juga sudah menyentuh ini, VIONAHH.."


Viona makin nangis..air matanya sudah mengalir deras mengalir sampai ke telinga.


" Devan tidak seperti itu Tuan."


" Lalu aku seperti apa Vionahh..? Devan perlakukan manis pada mu, bukan?"


" Baik..Aku akan membuat mu agar kau tidak dekat dekat lagi dengan Devan." ucap Enzio tegas.


Enzio kini menciumi leher Viona tangan sambil bekerja memainkan jari jari nya di bagian lembah Viona. Viona bukan menikmati sentuhan Enzio ia malah semakin takut dengan perlakuan Enzio.


" Devan sudah melihat bagian ini, Viona?"


Viona menggeleng dirinya sudah tak sanggup mendengar ucapan Enzio yang menuduhnya bukan bukan.

__ADS_1


Enzio menatapi wajah Viona menangis sambil jari jari nya masih terus bermain main di bagian bawah Viona. Enzio sudah nekat saat ini juga akan membuat gadisnya tidak boleh di dekati atau di sentuh bahkan di miliki oleh Devan.


Enzio kembali menciumi leher Viona sambil memposisikan bagian keras nya tepat di bagian lembah Viona. Viona merasa ada sesuatu yang aneh yang keras di bagian intim nya. Viona membuka mata nya lebar lebar. Ia menggeleng gelengkan kepala.


" Tuan..jangan!"


" Ini akan terasa sakit Viona namun hanya sebentar." Ucap nya bisik.


Viona mulai histeris Enzio sudah benar benar ingin melakukan di luar dugaan Viona.


" Aku mohon jangan!"


" Aku tak mau Devan lebih dulu Vionahh."


Viona gemeteran ia semakin terisak.


" Apa makssud Tu-an?"


" Tenanglah sayang!"


Enzio menciumi bibir Viona tangan nya mulai memainkan pucuk dada Viona, bagian kerasnya mulai di dorong perlahan.


" Tidak Tuan..jangan aku mohon!"

__ADS_1


" Untuk kali ini tidak Vionah." Ucap nya berbisik di ceruk leher Viona.


Viona mendengar bisik Enzio terdengar sangat mengerikan, Viona mulai berontak.


__ADS_2