Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Tuan Alexander


__ADS_3

Enzio akan ada janji temu dengan Dr. Smith, setelah dari kantor dia dengan sekretarisnya akan menuju rumah sakit memeriksakan tulang pada kedua kaki nya.


" Erick kita ke rumah sakit!"


" Baik Tuan Zio."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, Enzio sudah tidak sabar ingin menemui gadisnya dia juga akan mempertanyakan pada Viona kenapa susah di hubungi? nomornya Enzio telah lama di blokir semenjak Viona sudah kembali bekerja di rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, Enzio dan Erick menemui Dr.Smith diruang praktek nya.


" Apa kabar Enzio?"


" Baik Dokter Dr. Smith."


" Oke kita lihat hasil rontgen kaki anda."


Smith mengarahkan foto Rontgen tulang kaki Enzio pada cahaya sinar x, Smith menyimpulkan bahwa tulang kaki Enzio sudah tersambung penuh dan sudah membentuk dengan sempurna.


" Tulang anda sudah sangat bagus anda sudah bisa berjalan normal, anda bebas berolah raga apapun supaya lebih padat tulang anda."


" Baik Dokter, Terima kasih."


" Lalu saya ingin bertanya, bagaimana dengan Viona? saya tidak melihat dia di rumah sakit saya ingin bertemu dengan nya."


Smith tersenyum.


" Viona sedang merawat pasien lain, ia tidak di sini ia sedang bertugas merawat pasien Tuan Alexander."


Mendengar Viona sedang merawat pasien laki laki Enzio sangat geram, rasanya ia ingin memaki Viona. Rupanya gadisnya sekarang lebih menyukai menjadi perawat pribadi.


" Baik lah Dokter Smith, terimakasih saya permisi."


" Sama sama Enzio."


Enzio telah kembali dari rumah sakit, di meja itu Enzio terlihat wajah nya muram dia memikirkan Viona harapan nya untuk bertemu dengan Viona tidak ada di rumah sakit.


😍😍


Viona sudah satu bulan menjadi perawat pribadi Alexander yang sudah berusia 70 tahun.


Viona dengan seragam perawatnya, hari ini ia akan membawa Tuan Alexander ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan sesuai jadwal rutin Tuan Alexander bersama Nyonya Alexander.

__ADS_1


" Viona."


" Iya Nyonya."


" Suami saya masih tidur, kita tunggu biar suami saya istirahat dulu."


" Baik Nyonya." balas Viona dengan senyum ramah.


" Kita bincang bincang saja sambil minum Teh. bagaimana?"


" Iya Nyonya."


Kedua nya minum teh di meja sambil menunggu Alexander yang masih tertidur.


" Viona bagaimana kau kerasan tinggal bersama kami selama ini?"


" Tentu Nyonya..Nyonya dan Tuan sangat baik pada saya selama ini."


" Sebelum nya kau pernah merawat pasien lain?"


" Iya Nyonya..saya memang hanya perawat bekerja dirumah sakit saja, dan setelah itu saya merawat pasien bernama Tuan Enzio."


" Iya Nyonya..Nyonya kenal dengan beliau?"


" Tentu saya mengenalnya, dia berteman baik dengan putra saya, jadi kau pernah merawat Enzio? apa yang terjadi dengan nya?"


" Dia mengalami patah tulang pada kedua kaki nya karena kecelakaan, Nyonya."


Viona tanpa sadar langsung memikirkan Enzio ia sedikit melamun mengingat ingat banyak hal bersama Enzio.


" Oh..kasihan sekali, Viona..Viona." Elsa memanggil.


" Euh..iya Nyonya?" Viona langsung sadar.


" Kau melamun?"


" Eugh..tidak Nyonya."


" O' iya besok putra saya akan pulang dari luar Negeri kau bisa berteman dengan putra saya."


" Iya Nyonya."

__ADS_1


Esok hari nya, Viona bersama Nyonya Elsa merawat Alexander di dalam kamar. Viona memang sangat bergerak cepat merawat pasien. Setelah membersihkan pasien Alexander, Nyonya Elsa menyuapi makan suaminya.


" Sedikit lagi suami ku, kau habis kan makannya."


" Iya Elsa."


Viona yang berdiri dekat ranjang menatap senyum pada kedua orang tua yang sudah usia lanjut itu.


" Viona."


" Iya Nyonya."


" Bagaimana tensi darah suami saya."


" Normal Nyonya."


Setelah Nyonya Elsa menyuapi makan, Tuan Alexander ingin duduk dan merebahkan punggung nya head board. Viona Dangan sigap membantu Tuan Alexander.


" Kapan Devan datang? aku ingin bicara pada anak itu." Tanya Alexander.


" Apa yang kau ingin bicarakan pada putra kita, Alex?"


" Tentu saja masalah perusahaan dan pasangan hidup nya, kapan dia akan menikah?"


Saat kedua orang usia lanjut itu sedang bicara Viona membereskan makan Tuan Alexander, lalu keluar dari kamar itu.


" Alex, kau jangan memikirkan perusahaan biar putra kita saja..kau belum sehat, masalah pasangan hidup Devan kita jangan memaksakan kesiapan dia untuk menikah."


" Elsa.."


" Iya suami ku."


" Bagaimana kalau Viona kita jodoh kan pada Devan."


Nyonya Elsa tersenyum, karena sepemikiran dengan suami nya.


" Alex..akupun juga berfikir yang sama dengan mu, Viona gadis yang baik aku yakin kalau Devan mau menikah dengan Viona dia pasti bisa merawat Devan dengan baik."


" Kita lihat saja kalau Devan sudah melihat Viona apa putra kita tertarik atau tidak?"


" Kita tunggu saja sebentar Devan akan tiba."

__ADS_1


__ADS_2