
" Jangan pura pura sayang."
" Aku tidak pura pura." balas Viona.
Enzio pun tersenyum.
" Kalau tidur tapi kau masih bisa menjawab ku."
Viona akhirnya terpaksa membuka kedua matanya, karena Enzio terus mengusik tidurnya.
" Suami ku..lihat mata ku! masih ngantuk kan?"
" Sudah tidak lagi."
Enzio langsung menyerang bibir Viona, bibirnya ******** bibir Viona, namun Viona masih belum membalas ciumannya, Enzio menggigit bibir bawah Viona.
" Akww..suami ku." ucapnya kesakitan.
" Kau tidak membalas ciuman ku."
" Iya tapi jangan di gigit." Viona kesal.
" Ayo ikut aku!"
" Hah? kemana?" Viona merengek.
Enzio beranjak dari atas tubuh Viona, ia menarik tangan Viona agar bangun lalu di bawa nya Viona ke kamar mandi sampai di bawah shower itu, lalu tangan Enzio menyalakan shower dan pancuran air hangat itu langsung membasahi tubuh keduanya.
" Akhh..." Viona menggidikan kedua bahunya karena air hangat yang tiba tiba langsung membasahi rambut dan tubuhnya.
__ADS_1
" Biar ngantuk mu cepat hilang."
Enzio menutup kran shower itu kembali, ia hanya membasahi Viona sebentar agar rasa ngantuk dan rasa malas istrinya untuk bercinta dengan nya segera hilang.
Viona benar benar kesal pada Enzio, kedua tangan nya mengepal memukul mukul lengan Enzio. Enzio tidak peduli Viona memukulinya pukulan Viona baginya tidak terasa.
" Balas ciuman ku!"
Enzio menarik leher Viona dan langsung memagut lembut bibir Viona, mau tak mau Viona membalas pagutan bibir Enzio. Busana tidur Viona yang di robek Enzio sudah merosot lalu di buang Enzio. Ciuman keduanya kini mulai panas ujung lidah Enzio memainkan langit langit mulut Viona.
Kini keluar lah decapan decapan suara mulut keduanya yang terdengar nyaring. Viona sudah mulai panas karena rangsangan yang Enzio berikan sapuan bibir Enzio kini di leher Viona lidah nya menjilati kulit leher dan terus sampai turun ke dada Viona.
Viona mende**h jilatan jilatan Enzio di pucuk pucuk dada nya terasa sangat nikmat, jari jari Enzio mulai bermain main di lembah Viona. Enzio ingin memberi kepuasan pertama untuk istrinya dulu. Mulut Enzio mengu*um pucuk dada kanan Viona sambil memasukkan dua jarinya di lembah Viona. Viona makin mende**h kencang yang keluar dari mulut nya yang terbuka.
" Akkhhhh..akkhhh..hah hah hah..."
" Akkhh.akhh..suuami ku."
" Heum?"
" Aku..aku..hahh hahh.." Sambil memejamkan mata.
" Kau sangat cantik sayang..." .matanya menatap Viona.
Enzio nafas nya sudah terdengar berat wajah Enzio di benamkan di ceruk leher Viona sambil terus memainkan jari jari nya di lembah Viona. Hingga akhir nya Viona mengerang panjang.
" Eunnnggggg..hah hah."
😀😀😀😀
__ADS_1
Beda kini dengan kegiatan Nicholas sahabat Enzio, Nicholas terbangun di pagi buta karena bayi mungilnya menangis. Caroline yang tidur di samping Nicholas Segera beranjak ingin melihat anak nya di kamar khusus Quinn.
" Nick..Quinn menangis pasti karena haus."
" Aku juga mau lihat." ucap Nicholas.
Pasangan Ibu muda dan Bapak muda itu bangun menuju kamar putra nya. Caroline dan Nicholas menghampiri ranjang bayi itu. Caroline langsung menggendong Quinn dan duduk untuk memberi Asi Quinn, Nicholas tersenyum melihat putra nya terlihat sangat haus dan lapar mulut mungil bayi itu segera memasukan pu**ng ibu nya dan menyedotnya sangat kuat.
" Quinn sangat haus..Carol."
" Iya Nick, biarkan Quinn aku beri ASI supaya dia kenyang dan tidur kembali." ucapnya sambil menatap wajah Quinn dan membelai rambut pucuk kepala Quinn.
Nicholas tertegun menatapi Caroline yang duduk sambil menyusui Quinn. Di benaknya Caroline sangat berubah drastis tak habis pikir oleh nya, Caroline dulu hidupnya sangat glamor mau nya bebas kemana pun tanpa mempedulikan Enzio yang dulu masih suaminya. Nicholas sampai terheran heran pada Caroline yang dulu masih selingkuhannya juga partner ranjangnya Caroline sangat perhatian pada Quinn. Caroline memandikan Quinn memakaikan baju Quinn, bahkan Caroline setiap malam terbangun menggantikan popok dan menyusui Quinn. Nicholas memperhatikan yang sikapnya juga perhatian pada dirinya Caroline mau memasak membuatkan makanan juga menyiapkan baju ke kantor, bila Quinn sudah tidur ia sangat membagi waktunya. Nicolas ingin bertanya pada Caroline ia duduk di samping Caroline yang masih menyusui Quinn.
" Carol.."
" Iya Nick..
" Kau sangat berubah.."
" Maksud mu?"
" Entahlah aku heran saja pada sikap mu..aku tidak menyangka kau sangat perhatian pada bayi kita aku senang atas perubahan sikap mu, kau benar benar berubah setelah jadi seorang ibu."
Caroline tersenyum ia tidak menyangka dengan yang Nicholas katakan.
" Mungkin sudah naluri keibuan ku muncul begitu saja setelah punya Quinn...dan aku senang mengurus Quinn Pokoknya aku bahagia menjadi seorang Ibu Nick."
Nicholas tersenyum lebar matanya menatap lekat pada wajah Caroline yang menunduk karena memperhatikan Quinn yang di susuinya. Kemudian tangan kiri Nicholas melingkar erat di pinggang Caroline tangan kanannya sambil mengusap usap rambut Quinn.
__ADS_1