Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Pertama Kali Enzio Mandi Duduk Di Kursi Roda


__ADS_3

" Aku kurang berselera bila makan tidak ada kau, Viona, temani aku Sarapan!"


" Baiklah Tuan."


Viona memegang nampan itu yang berisi ada segelas susu buah pisang dan roti sandwich isi sayur irisan smoke beef dan tomat.


lalu nampan itu Viona letakan di atas meja lipat yang sudah Viona siapkan sebelum nya di ranjang


" Silahkan Tuan!"


Enzio mulai mengambil segelas susu terlebih dulu lalu di teguk nya setelah gelas susu itu diletakkan ia mulai memakan roti sandwich itu, Viona dengan telaten memperhatikan Enzio sarapan bibir Enzio di lap nya dengan tisu, Enzio diamkan saja.


" Kau tidak ikut sarapan?"


" Saya sudah sarapan,Tuan."


" Tubuhmu terlihat kurus, ini makan lah roti ku."


" Tidak usah Tuan." Viona menolak dengan senyum nya


" ini rotinya terlalu besar, Viona.


" Itu sudah takaran ukuran gizinya Tuan."

__ADS_1


" Kau tidak mau roti bekas gigitan ku?"


" Eum..bukan begitu Tuan, Tuan harus habiskan sarapan nya."


" Kau tidak perlu jijik bekas mulutku, ingat semalam kau menikmati ciuman ku bukan?"


Viona seketika wajahnya seperti tomat ia malu lalu menundukkan kepala nya. Enzio tersenyum melihat wajah Viona menyembunyikan raut wajah malunya.


" Jangan di bahas, Tuan."


" Kau malu?"


" Tuan sudah selesai?" Viona mengalihkan pembiaran Enzio.


Enzio mengangguk, Enzio hanya sanggup menghabiskan susu nya roti sandwich nya sisa pinggirannya saja. Viona merapihkan meja lipat itu kembali.


Enzio mengangguk.


" Sekarang Tuan Mandi."


Enzio duduk di kursi roda, ia sudah melepas baju pasien nya juga popok khusus lansia, Viona hanya menyiapkan peralatan mandi saja. Setelah itu Viona menunggu di luar.


Enzio menyalakan air kran shower, air pancur itu mulai membasahi rambut wajah dan seluruh tubuh Enzio, mandi duduk di kursi roda. Selama 10 hari Enzio hanya di basuh tubuhnya dengan washlap namun mandi seperti ini sangat puas rasa nya. Enzio mulai menggosok dan menyabuni tangan kaki dan tubuh nya. Lagi lagi Enzio memang selalu membutuhkan Viona, ia tidak membiarkan Viona tidak melakukan apa apa.

__ADS_1


" Viona..Viona." Enzio memanggil.


Viona bergegas menghampiri Enzio


" Iya Tuan." Viona berdiri di ambang pintu.


" Tolong kau gosok badan belakang ku."


" Iya Tuan." Viona memutar kedua bola matanya.


Viona mulai menyentuh kulit belakang badan Enzio dengan telapak tangannya, ia mulai menyabuni dan menggosok punggung dan badan Enzio.


" Sekalian keramasin rambut ku."


" Tuan sebenarnya tidak perlu lagi bantuan saya, Tuan sudah bisa melakukan sendiri."


" Kau tidak mau menolong ku?"


" Ck..Tuan bukan nya saya tidak mau menolong, Tuan ini makin ngelunjak." ucap Viona kesal.


" Ya sudah tinggalkan saya!"


" Baik Tuan, kalau sudah selesai panggil saya."

__ADS_1


Enzio sudah selesai mandi, Viona membantu mengeringkan tubuh Enzio, terutama pada bagian kedua kaki nya. Viona membantu memakaikan baju pasien Enzio. Enzio benar benar sangat segar tubuh nya, dari warna kulit wajah nya sudah tidak pucat memang sudah benar benar sehat tubuhnya hanya tinggal proses penyambungan tulang di kedua kaki Enzio. Kemudian Viona membawa Enzio berjemur semakin hari Enzio semakin membaik, pikirannya tenang ia hanya fokus pada kesembuhan tulang nya saja ia sangat semangat menjalani proses penyembuhan kedua kakinya.


Viona dan Enzio sambil berjemur berbincang bincang nampak kedua nya selalu tertawa, Viona mengajak Enzio bercanda. Entah kenapa Enzio tidak mau jauh jauh dari Viona rasa nya ia ingin selalu dekat dengan Viona.


__ADS_2