
Quinn kini sudah berusia 3 tahun dan Rachel anak kedua Nicholas dan Caroline berusia 2 tahun.
Nicholas baru tiba dari perjalanan bisnis nya selama 5 hari supir Nicholas sudah menjemput Tuan Nicholas Hugo sampai di rumah. Begitu masuk Nicholas di sambut oleh istrinya yang nampak sangat kusut. Wajah Caroline tak ber make up, rambut yang di kuncir tinggi hingga helai helai anak rambut nya jatuh menutupi di pelipis matanya namun dengan rambut yang acak acakan malah menambah kesan keseksiannya pada leher jenjang Caroline.
" Nick akhir nya kau sampai juga.."
Nicholas menatap wajah Caroline sangat lelah, juga melihat keadaan istrinya jauh dari kata rapih.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu?"
Namun beberapa detik Caroline sadar dengan tatapan suaminya ia melihat diri nya sangat kacau menyambut suaminya pulang bekerja.
" Apa kau baik baik saja, Carol?"
" Owh..Nick maaf kan aku menyambut mu dengan keadaan ku seperti ini."
Nicholas lalu memberi tas dan jas nya pada Caroline, berdua melangkah masuk. Namun nampak hening ruangan dalam rumah. Membuat Nicholas bertanya pada istrinya.
" Sedang apa Quinn dan Rachel?"
" Mereka sedang tidur di kamar mereka, Nick."
Caroline lalu membuat kan minum untuk Nicholas.
" Aku ingin melihat mereka."
Buru buru Caroline menghentikan Nicholas yang ingin menuju kamar Quinn dan Rachel
" No..jangan Nick!"
" Kenapa sayang?"
Caroline mencegah dengan merengek memohon pada Nicholas agar jangan mengganggu anak anak nya yang sedang tidur.
" Owh..Nick dua hari ini aku di buat kewalahan oleh mereka berdua, Rachel rewel menangis terus sedikit pun ia tidak mau jauh dari ku, Nick. Quinn pun juga anak itu benar benar tidak bisa diam..Hahhh." Caroline menarik nafas panjang."
" Aku sampai tidak sempat memasak untuk mu, dan kau mau tahu pakaian ku ini dari semalam aku belum menggantinya aku belum sempat mandi."
" Kau belum mengganti baju mu dari semalam?" Nicholas terheran.
" Iya Nick, kau tidak percaya pada ku kan? belum lama kau tiba aku baru saja membereskan ruangan ini dan dapur, Quinn menumpahkan semua susu itu dari dalam lemari es."
Nicholas langsung tertawa lebar mendengar cerita istrinya atas kenakalan anak anak nya. Caroline melangkah menghampiri Nicholas memberi air minum untuk Nicholas dan duduk di samping Nicholas.
" Huff.." Caroline menarik nafas dan di hembus ke rambut poninya.
Nicholas dengan kebiasaan tangan nya merangkul Caroline dan kepala Caroline di sandarkan pada bahu nya.
" Apa kau lapar?"
" Kita makan di luar saja."
" Maafkan aku Nick tidak sempat membuat makanan untuk mu."
__ADS_1
" Tidak masalah..yang penting kau perhatian pada Quinn dan Rachel."
" Aku lelah menjaga anak anak dan kau lelah mencari uang."
" Hem.." Nicholas mengangguk.
" Sebaiknya kau putuskan untuk punya pengasuh anak anak kita.."
" Iya Nick..aku juga sudah lama tidak makan dan jalan berdua saja dengan mu."
" Bagaimana nanti malam kita berkencan, hmm?"
" Aku sih ingin saja, tapi bagaimana dengan anak anak? tidak mungkin kita tinggal."
" Aku akan menghubungi sekertaris ku biar dia mencari Nanny untuk kita sewa beberapa jam saja."
" Baiklah! nanti malam aku akan dandan yang cantik."
,
,
,
,
,
,
,
,
Dan kini di dalam kamar sepasang suami istri itu sedang bergelut panas, pukul 1 malam Nicholas sedang menggempur lembah kenikmatan Caroline selama 5 hari Nicholas menahan gejolak ingin bercinta dengan istrinya tubuh keduanya sudah dalam keadaan tanpa sehelai benang pun. Suara erangan dan ******* menandakan keduanya sangat menikmati percintaan itu di dalam kamar.
" Akhhhh hahh hahh Nick..kau ganas sekali.." ucap Caroline dengan nafas yang terengah engah.
Pusaka milik Nicholas sedang keluar masuk nampak sangat basah mengkilat pusaka Nicholas. Nicholas sedang menyerang Caroline dengan gaya dogie. Caroline sudah dua kali mendapat pelepasan. Namun Nicholas belum juga kunjung.
Hujaman pusaka Nicholas di hentakkan semakin kencang hingga menimbulkan suara akibat benturan dari pinggul Nicholas dan bokong Caroline.
" Nick..hahhh ahhh aku mau sampai akkhhhh."
Caroline mengerang sangat kencang tanpa sadari oleh mereka erangan kencang itu terdengar sampai di kamar Quinn. Quinn pun terbangun telinganya seperti mendengar suara teriakan Mommy nya, ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya
Kembali di dalam kamar suami istri itu. Setelah Caroline mendapat pelepasan yang ketiga Nicholas meminta istrinya terlentang.
" Carol berbaringlah!"
Nicholas kembali mengungkung Caroline, kedua kaki Caroline lalu di lingkarkan di pinggang Nicholas rupanya Nicholas ingin mendapat pelepasan dengan gaya konvensional. Pusaka milik nya kembali di benamkan di dalam lembah istrinya, malam itu entah kenapa permainannya sangat brutal, padahal ia baru pulang dari perjalanan bisnisnya seperti tak habis tenaga Nicholas. Caroline kembali mengerang hebat.
Teriakan Caroline menambah nafsu Nicholas pertanda istri nya sangat menikmati permainannya.
__ADS_1
" Akhhh..akhhh Nick aku aku, o my God apa yang merasuki-"
Ucapan Caroline terhenti Nicholas buru buru membungkam mulut Caroline dengan ciuman dan di lu**t nya bibir Caroline. Nicholas masih terus menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat dan akhir nya Nicholas mendapat pelepasan pada hentakkan terakhir Nicholas dan Caroline mengejan mendapat pelepasan secara bersamaan.
" Akhhhhh.." Caroline teriak.
" Eugkhhhh sayang." Nicholas mengerang.
Tubuh Nicholas ambruk di atas Caroline namun belum sempat kedua nya mengatur nafas, mereka di kejutkan dengan suara gedoran pintu kamar mereka dari luar. Suara Quinn memanggil Caroline.
" Mommy are u okey..?" teriak Quinn.
" Mommy Daddy what happend?"
Nicholas dan Caroline langsung terkejut dengan suara Quinn di depan pintu.
" Nick..Quinn bangun."
" Kau mengerang terlalu kencang Carol.."
Kedua nya kelabakan dan buru buru tubuh polos mereka memakai baju tidur kembali. Nicholas langsung membukakan pintu kamar nampak Quinn sudah berdiri dengan wajah mengkhawatir kan Caroline.
" Ada apa Quinn kenapa kau bangun?"
" Aku ingin melihat Mommy apa dia baik baik saja di dalam?"
" Mommy baik baik saja..Mommy sedang di kamar mandi." balas nya
" Aku terbangun karena mendengar suara Mommy teriak, apa yang Daddy lakukan, Kau menyakiti Mommy?"
" Euhh???"
Nicholas lalu berjongkok mensejajarkan dengan Quinn yang berdiri tangan nya kemudian menyentuh rambut Quinn seperti mengacak rambut Quinn.
" Tidak sayang mana mungkin Daddy menyakiti Mommy."
" Tapi Mommy kenapa teriak..?"
Nicholas bingung ia ingin menjelaskan namun ia tak punya bahasa yang pantas untuk anak seumur Quinn. Saat ingin bicara Caroline muncul dari balik pintu dan berdiri di belakang Nicholas.
" Ada apa sayang?" tanya Caroline.
" Mommy baik baik saja.?"
" Mommy baik baik saja Quinn."
" Apa yang kalian lakukan di dalam, apa kalian sedang bertengkar?"
Nicholas pun kembali berdiri sambil menggaruk kepala, kedua nya bingung menjawab pertanyaan putra nya. Akhirnya Nicholas menggendong Quinn dan membawa masuk Quinn kedalam kamar.
Nicholas mendudukkan Quinn di tepi ranjang bersamaan dengan Caroline di samping Quinn, Quinn duduk di tengah.
Orang tua itu lalu memberi penjelasan pada putranya kalau tadi orang tua mereka sedang menangkap tikus di dalam kamar dan tikus itu sudah berhasil keluar.
__ADS_1
" Iya Quinn Mommy berteriak ketakutan karena ada tikus di dalam kamar."
Quinn yang polos itu mengerti lalu tertawa seperti mentertawakan Mommy nya karena ketakutan ada tikus di dalam kamar.