
Sampai pagi menjelang siang hari, Enzio dibangunkan oleh Smith, Enzio sedang memejamkan mata ia tertidur di kursi,
" Enzio."
" Euh..iya Dokter Smith."
Enzio bangun ia sempat tertidur hanya satu jam.
" Kau boleh masuk sekarang."
" Baik Dokter." Enzio menganggukkan kepala cepat.
Enzio kemudian mengikuti Smith dibelakang sambil menyampirkan jas di lengan nya ikatan dasinya sudah melonggar penampilan Enzio sudah kusut. Masih dengan jarak jauh bola mata nya langsung melihat tubuh Viona yang terbaring lemah matanya terpejam dengan selang oksigen di hidung nya, mulut di masukkan selang makanan, tangan nya di infus dan dipasang penyangga leher dan bahu. Enzio berdiri di sisi Viona, melihat langsung kondisi Viona, Enzio tanpa sadar ia menitikkan air mata. Enzio terdiam menatap wajah Viona, ia membungkukkan badan lalu mengecup kening Viona.
Smith keluar membiarkan Enzio memberi waktu jeda hanya 15 menit. Enzio seperti ingin bicara pada Viona ia yakin Viona pasti mendengarnya walau dalam keadaan tidak sadar. Masih posisi membungkukkan badan, Enzio mulai berucap menatap wajah Viona lekat lekat, yang terpejam.
" Cepatlah sadar sayang..aku menunggu mu." ucapnya berbisik tangannya sambil membelai rambut Viona.
" Kau sudah berjanji pada ku kan? kalau kau akan mendampingiku, kau berjanji akan menjadi istriku..aku rapuh tanpa kau di sisiku Viona..bangunlah! sayang." ucapnya sedikit menekan maata Enzio merah berkaca kaca.
" Kau sudah berjanji pada ku sayang..tepati janji mu itu!, aku yakin kau mendengar ku Viona..karena kau mencintaiku."
Lalu bola matanya bergerak menyusuri mata hidung bibi Viona.
" Aku mencintai mu sayang..jangan kau ingkari janji mu! kita akan menikah dan hidup bahagia!" sambil terisak.
Enzio masih terus menatap wajah Viona, setelah bicara namun Enzio melihat ada air mata di sudut mata Viona, air mata Viona mengalir Viona sepertinya merespon ucapan Enzio.
" Kau mendengar ku Viona?..ya! kau mendengar ku." Enzio langsung mengembang kan senyumnya.
__ADS_1
Lalu badan nya setengah membungkuk bola matanya bergerak kembali menyusuri tubuh Viona dan tidak di sangka Enzio menangkap jari tengah Viona bergerak. Enzio langsung keluar memanggil Smith. Smith sedang berdiri tidak jauh dari ruang IGD ia sedang bicara pada zuster Mia, Josh dan Luis sudah memakai jas putihnya
" Dokter Smith..Viona menggerakkan jari nya."
Smith Mia Josh dan Luis bergegas masuk mereka ingin melihat Viona dan benar saja Vioana merespon, Smith melihat Viona menggerakkan jari jari tangan nya.
" Sepertinya Viona akan siuman..Enzio kau keluar dulu."
" Baik Dokter." Enzio menurut dengan perintah Smith.
Smith kembali keluar memanggil kawan nya Dokter spesialis saraf, Dokter Gerald. Dokter Gerald masuk bersama Dokter Smith, kawannya langsung memeriksa kondisi Viona.
" Saya akan observasi dulu Smith, dia akan siuman."
Smith mengangguk. Gerald memeriksa kedua pupil mata Viona.
,
,
,
Enzio yang terduduk wajah nya terlihat berseri karena Viona merespon ucapannya tak henti hentinya dia bersyukur pada yang Maha kuasa, dalam hatinya. Erick datang menghampiri boss nya membawakan roti sandwich untuk sarapan Enzio juga secangkir kopi dan sebotol air mineral.
" Tuan Zio sarapan dulu."
Enzio langsung mendongak pada Erick.
" Saya belum bisa makan Erick..dalam kondisi seperti ini."
__ADS_1
Enzio acuh dengan yang di bawa Erick.
" Justru Tuan Zio harus sarapan, kalau Tuan Zio sakit Tuan juga tidak bisa melihat Nyonya Viona." sambil menyodorkan roti sandwich.
Enzio mendongak menatap Erick lalu mengangguk.
" Iya kau benar Rick, Terimakasih."
Enzio menerima roti sandwich itu dari tangan Erick dan mulai membuka bungkus isi roti itu lalu mulai memakan roti sandwich itu.
Erick duduk di samping Enzio. Roti itu tidak sampai habis di makan Enzio, ponsel Erick kemudian berdering ia menerima panggilan dari polisi, Erick berdiri melangkah sedikit menyisakan jarak dari Enzio yang sedang minum air mineral itu dan mulai bicara di ponselnya.
" Baik Pak Polisi..kami segera kesana."
Setelah menutup panggilan dari kepolisian, Erick menghampiri Enzio.
" Ada informasi apa?"
" Tuan Zio kita ke TKP polisi menunggu kita disana."
" Baik."
Sampai di TKP di mana tempat Viona kecelakaan Enzio dan Erick turun dari mobil, Enzio penasaran dengan hasil penyelidikan dari kepolisian. Menurut dari kepolisian Viona kecelakaan ada unsur kesengajaan Polisi menerangkan pada Enzio dan Erick dari cctv. Namun belum jelas siapa pengemudinya.
" Saya mau dalam waktu 24 jam harus di temukan siapa yang sengaja menabrak calon istri saya." Perintah Enzio.
" Baik Tuan Enzio."
Enzio sangat geram dengan informasi yang di dapatkan dari kepolisian, dia akan menuntut habis pada orang itu. Enzio tidak mau mengotori tangannya saja, kalau pun ia mau bisa saja menyuruh orang orangnya mencari siapa dalang penabrak Viona. Ia ingin menghabisi sampai orang itu tidak bernyawa.
__ADS_1