Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Lagi Lagi Viona di Lempari Dengan Botol Mineral.


__ADS_3

Hari Ke 12.


Enzio meminta pada Dr.Smith selama di rawat ia juga harus bekerja agar bisa mengendalikan perusahan nya dari rumah sakit saja. Dr. Smith tidak melarang karena memang hanya menunggu proses penyambungan tulang saja, Smith yang akan menentukan kapan Enzio bisa berjalan dengan menggunakan tongkat setelah 8 bulan kedepan Enzio baru bisa berjalan normal.


Enzio di ijinkan bekerja selama dirawat asal Enzio tetap mematuhi aturan rumah sakit,


Viona pun memberi batasan pada Enzio jangan bekerja terlalu malam. Dr.Smith memberikan sebuah meja dikamar inapnya agar Enzio bisa melakukan pekerjaan nya dengan baik, tidak melulu di atas di ranjang.


Dengan begitu membantu Enzio secara psikolog tidak bosan di kamar dan juga kembali dari keterpurukan nya. Selama sakit perusahaan Enzio agak mengalami penurunan akibat pengaruh Enzio yang cukup lama di rawat.


Enzio akan kembali pulang satu Minggu lagi, ia hanya akan di rawat di rumah saja sesuai kontrak untuk Viona, Viona merawat Enzio di kediaman Enzio, setelah nya Enzio harus rutin untuk fisioterapi saja.


Setelah Enzio sarapan dan mandi, Viona mendorong kursi roda ke tempat meja kerja Enzio. Enzio mulai berkutat di meja kerja yang di sediakan oleh Dr. Smith. Viona memberi jadwal Enzio dari mulai sarapan pagi berjemur fisiterapi dan jam tidur pukul 10 malam.


Viona pun juga meminta waktu pada Enzio untuk membantu perawat lain bila di butuhkan, menunggu Enzio berkerja kadang membuat Viona bosan. Enzio nampak serius bekerja di meja itu, Enzio seperti menahan kantuk nya ia meminta Viona untuk di buatkan kopi.


" Viona boleh saya minum kopi?'

__ADS_1


" Boleh saja Tuan asal jangan terlalu sering minum kopi itu bisa menghambat peyambungan tulang, Tuan."


" Iya baiklah."


" Sebentar saya akan buatkan kopi."


Jadwal Enzio untuk berjemur tertunda karena cuaca hari ini sedang mendung. Tak lama hujan pun turun di pagi hari.


Viona sudah membawa secangkir kopi untuk Enzio ia melihat jendela sedang turun hujan.


" Tuan ini kopinya."


" Tuan."


" Iya Viona." Enzio hanya menyahut tatapannya masih dengan kertas kertas itu.


" Hari ini Tuan tidak bisa berjemur cuaca sedang mendung sekarang turun hujan.."

__ADS_1


Enzio langsung menoleh pada jendela di lihat cuaca memang mendung dan turun hujan. Lalu kembali fokus pada pekerjaan nya.


Viona menatap Enzio pasiennya terlihat memang sangat bekerja keras, Viona sendiri pun belum tahu apa pekerjaan Enzio dan kedudukannya Enzio sampai saat ini.


Tiba tiba Viona menerima panggilan dari ponsel nya yaitu dari Dr. Josh.


" Halo Dr. Josh."


" Aku baik baik saja, kau sendiri?"


Viona tersenyum bahkan terkekeh bicara dengan seseorang di ponsel Viona. Rupanya diam diam Enzio memperhatikan Viona bicara di ponsel dengan seseorang yang sudah di duga Enzio, Viona menerima telepon dengan seorang Dokter pria. Entah kenapa Enzio tidak senang melihat Viona bicara dengan seorang pria.


Saat Viona sedang asik bicara di ponsel dengan seorang lelaki, tiba tiba..


DHUUK.


Mata Viona langsung beralih pada air botol mineral yang jatuh tepat di kaki Viona yang duduk di sofa. Ternyata Enzio yang melempar botol air mineral itu pada Viona, Viona langsung berdiri menatap Enzio yang juga menatapnya dengan tatapan nyalang. Viona tidak mengerti pada Enzio apa maksud Enzio melempar dirinya dengan botol air mineral itu, Viona menautkan kedua alis nya tangan kanan nya masih memegang ponsel yang di tempelkan di telinganya.

__ADS_1


Enzio masih terus menatap Viona di meja itu sorot mata Enzio sangat nyalang dan dingin, membuat Viona takut pada Enzio. Viona pun langsung mengakhiri percakapan nya dengan Dr.Josh di ponsel.


__ADS_2