
Viona lalu mendorong kursi roda Enzio ke kamar pribadi Enzio, Viona membantu Enzio sampai ranjang tempat tidur.
" Tuan silahkan istrirahat!"
" Sebentar Viona!"
" Iya Tuan."
Enzio menahan tangan Viona, Enzio belum merebahkan tubuhnya ia ingin bertanya pada Viona tentang libur Viona. Enzio lalu duduk di sisi ranjang Enzio menarik perlahan tangan Viona hingga beberapa langkah Viona berdiri menghadap Enzio, Enzio melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang Viona, membuat pada bagian perut Viona bersentuhan dengan wajah Enzio.
Enzio menengadah wajah pada Viona, sedangkan Viona mulai gugup sedikit menunduk menatap wajah Enzio.
" Eum..a-ada apa Tuan?"
" Kau minta ijin libur apa yang ingin kau lakukan?"
" Ya..Tuan kayak gak pernah muda aja."
" Memangnya saya sudah terlihat Tua?"
" Ya..belum, cuma sudah seperti Om om?"
" Eugh? Saya masih 35 tahun, Viona."
" Sudah tua buat saya, Tuan."
" O..ya?"
Viona mengangguk matanya masih menatap Enzio.
" Tuan..kebanyakan pikiran..yang gak penting penting Tuan pikirin. Tuan juga harus refresing."
" Baik..kalau kau libur apa yang kau lakukan?"
" Saya..? ya nongkrong di cafe jalan ke mal, nonton dengan teman teman saya."
" Oke saya juga mau refresing tentunya."
__ADS_1
" Jadi Tuan mengijinkan saya libur?"
" Iya..tentu dengan saya, kita ke cafe ke mal dan nonton."
" Hah? gak asik ahh..sama saja saya ngerawat Tuan."
" Kau terganggu?"
" Saya kan pergi nya dengan teman teman saya."
" Kalau begitu..tidak ku ijinkan."
Viona mulai cemberut, rasa nya Viona ingin sekali menjitak kepala Enzio.
" Bagaimana?"
" Iya Baiklah Tuan." Viona membuang nafas rasa kesalnya.
" Sekarang saya ingin istirahat, kau tidurlah di sofa!"
" Iya Tuan."
" Viona."
" Iya Tuan."
" Hari ini..saya membatalkan libur dengan kamu, saya harus ke kantor ada rapat penting."
" Iya baiklah Tuan."
Viona seketika mood nya rusak karena hari yang di tunggu tunggu harus terulur kembali Viona tidak mungkin bisa menolak Enzio.
" Tapi kau tetap aku beri libur satu hari saja, Viona."
Viona langsung senang mendengar nya 2 kali lipat selain Enzio tidak ikut bersamanya libur.
" Terimakasih Tuan."
__ADS_1
Enzio mengangguk, namun tiba tiba Viona mencium pipi Enzio karena tanpa di sadari oleh Viona saking senang nya Viona reflek mencium pipi Enzio, Enzio sempat tertegun mendapat ciuman di pipi oleh Viona.
" Kau sesenang itu mendapat kan libur dari ku?"
" Iya Tuan." Vioana tersenyum.
" Ya sudah..aku ingin mandi, siapkan pakaian ku!"
" Baik Tuan."
Viona segera melepaskan baju Tidur Enzio lalu mendorong kursi roda Enzio ke kamar mandi setelah itu Viona menyiapkan pakaian kerja Enzio.
Viona masih mengantarkan Enzio sampai gedung kantor Enzio, sampai di ruangan itu Viona mendorong kursi roda Enzio sampai meja kebesarannya.
" Tuan apa sudah bisa saya tinggal?"
" Tunggulah sebentar!"
Tak lama orang suruhan Enzio datang seorang pria yang bertugas menggantikan Viona sementara.
" Viona..ingat hanya satu hari saja."
" Baik Tuan." Viona mengangguk lalu melangkah segera meninggalkan ruangan kantor Enzio.
" Tunggu Viona!"
" Iya Tuan." Viona membalikan badan menoleh pada Enzio.
" Kau belum mencium pipi ku." Enzio tersenyum manis pada Viona yang duduk di belakang meja itu.
Viona lalu melangkah mendekati Enzio, lalu mengecup pipi Enzio, Enzio merasakan lembut bibir Viona di pipi nya.
" Saya permisi Tuan."
Enzio mengangguk. Setelah Viona keluar Enzio meraih ponselnya yang sudah diletakkan di meja, Enzio menelpon seseorang.
" Kau terus ikuti Viona kemanapun, beri tahu saya apa yang Viona lakukan!"
__ADS_1
Enzio lalu menutup telepon pada seseorang yang di tugaskan oleh Enzio untuk terus mengikuti Viona.