Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Zio Menantikan Kedatangan Nick


__ADS_3

Maaf ya kemarin cuma up satu episode saja lagi benerin genteng bocor.🙏


😍😍😍👉


Pesta pernikahan Enzio dan Viona sudah hampir selesai dalam gedung itu nampak melonggar para undangan sebagian sudah kembali pulang, Nicholas setelah mengunjungi Caroline ia menghadiri pernikahan sahabatnya langkahnya sangat tergesa gesa memasuki gedung itu ia akan memberi ucapan selamat pada Enzio.


Enzio sudah tidak sabar ingin menerkam Viona namun ia tahan karena masih ada yang dia tunggu tunggu, Enzio sedari tadi mata nya terus mengedar mencari Nicholas.


Josh Luis dan Mia menghampiri kedua mempelai itu, mereka akan memberikan selamat sekaligus pamit pada Enzio dan Viona.


" Selamat menempuh hidup baru, Enzio." ucap Josh.


" Terimakasih.." balas nya tanpa senyum pada Josh.


Josh kemudian memberi selamat pada Viona, ia ingin memeluk Viona tapi Enzio matanya tidak lepas dari Viona.


" Viona selamat ya." tangannya memegang tangan Viona.


" Terimakasih Josh."


Josh dan Viona masih berhadapan namun tangan Josh masih saja belum melepas jabatan tangan nya dengan tangan Viona . Enzio sudah gerah lihat nya.


" Ehemm..tamu saya masih antri di belakang anda." Enzio menegur Josh.


Josh hanya mengangguk menanggapinya. Josh lalu segera berlalu dari hadapan Viona, kemudian berganti dengan Mia dan Luis.


" Luis Mia..terimakasih! kalian bertiga memang teman yang solid buat aku."


" Viona..kami akan merindukan kamu."


" Viona selamat semoga kalian berdua bahagia." ucap Luis bergantian.


" Terima kasih Luis..Mia."


Setelah Josh Luis dan Mia, kini Devan yang akan memberi selamat pada Enzio dan Viona.


" Devan..apa kabar?" sambil tangan nya menepuk bahu Devan.

__ADS_1


" Baik Zio, selamat Bro..tidak ku sangka kalian berdua jodoh."


" Terima kasih Devan."


Lalu mata Devan beralih pada wajah Viona.


" Viona..senang bertemu dengan mu lagi, kau pengantin wanita yang paling cantik."


" Terima kasih Devan, terima kasih sudah mau datang."


" Semoga bahagia." ucap nya sambil bersalaman dengan tangan kanan, tangan kiri menangkup punggung tangan kanan Viona.


Viona mengangguk dan tersenyum pada Devan.


Mata Enzio kini tertuju pada Nicholas, yang dia nanti nantikan akhir nya kunjung tiba.


" Zio..maaf aku baru datang."


" Ck..dasar tengik! aku kira kau tidak mau datang memberi ucapan selamat pada ku."


" Maaf Zio..aku menemui mantan mu dulu, dia semakin cantik saja." Nicholas tersenyum meledek Enzio.


" Cihh..." Enzio berdecih kesal mendengar nya.


" Ok Zio..Selamat bertempur!"


" Brengsek."


😍😍😍


Nicholas baru sampai di apartemen nya, ia membuka seluruh pakaian nya, lalu menuju kamar mandi ia ingin menyegarkan tubuhnya, di bawah guyuran air shower ia memejamkan mata menikmati pancuran shower yang terasa setengah memijit dikulit kepalanya. Dalam pejaman mata ya ia memikirkan Caroline, partner ranjang nya yang kini sukses menguras pikirannya. Namun ia menarik kedua sudut bibirnya menjadi senyuman, sebuah senyuman bahwa ia sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.


Nicholas kemudian mematikan kran air itu ia sudah menyelesaikan kegiatan membersihkan tubuh nya, tangan nya meraih bathrobe warna putih, ujung ujung rambut nya masih meneteskan air. Kemudian ia mengambil sekaleng bir di lemari Es, sambil menunggu wanita sewa nya ia duduk di sofa meneguk bir kaleng yang di genggam nya.


TOK TOK


Nicholas bangkit dan segera membuka kan pintu. Seorang wanita cantik dengan balutan pakaian yang sangat seksi rambut ikal warna Brunette bibir merah tua langsung tersenyum pada pelanggan baru yang akan dia servis di ranjang.

__ADS_1


Nicholas menatap wanita itu dari rambut sampai kaki. Tatapannya seperti sedang menilai tubuh dan kemampuan wanita itu. Ia sendiri baru pertama kali melihatnya. Kesan Nicholas wanita yang baru akan di sewa nya begitu menggoda.


" Masuk!"


Wanita cantik itu mengangguk, ia melangkah masuk matanya kemudian mengedari menatap kagum dengan ruangan apartemen yang luxurious itu.


" Duduk dulu!"


" Terimakasih"


Nicholas kemudian menawarkan minum untuk wanita itu.


" Ingin minum apa?"


" Bir saja." jawabnya sambil mengeluarkan sebungkus rokok di tas tangan nya.


Nicholas memberikan sekaleng bir pada wanita itu, lalu mata Nicholas melihat cara wanita itu merokok nampak anggun jari jari nya yang lentik kuku nya di cat marun klasik sangat kontras dengan warna kulit tangannya.


" Matikan rokok mu!" ucap nya lembut sambil duduk.


" Tuan terganggu dengan asap nya?"


" Tidak terganggu pada hidung, tapi terganggu pada mata ku..tidak suka lihat nya."


Wanita itu langsung tertawa.


" Ok..!"


" Siapa nama mu?" ucap Nicholas.


" Ah..hampir lupa kenalkan, Bianca."


" Kau terlihat sangat muda, berapa usia mu?"


" Eumm..23 tahun."


Nicholas mengangguk, matanya masih menelusuri tubuh wanita itu. Sangat menggoda Nicholas.

__ADS_1


__ADS_2