Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Viona Nama Ku


__ADS_3

Saat Viona sedang membawa bekas makan siang Tuan Alexander, Devan putra dari Tuan Alexander dan Nyonya Elsa sudah datang pria gagah dan tubuhnya yang tegak melangkah masuk derap langkah nya berhenti ketika melihat Viona akan melintas di hadapan nya, Viona pun menghentikan langkah nya sesaat lalu tersenyum dan membungkuk pada Devan, Devan memperhatikan Viona dengan seragam perawat nya.


Viona lalu langsung kembali melangkah.


" Sebentar!" Devan menghentikan langkah Viona."


Viona langsung membalikan badan nya.


" Iya Tuan."


" Kau perawat Ayah ku?"


" Iya Tuan benar." Viona mengangguk.


Devan pun mengangguk angguk sambil menatap Viona.


" Bagaimana keadaan Ayah ku?"


" Kondisi Tuan Alexander sudah membaik."


" Apa Ibu ku sedang di kamar bersama Ayah ku?"


" Iya Tuan, Nyonya Elsa baru selesai menyuapi makan Tuan Alexander."


Devan langsung tersenyum karena orang tua nya memang selalu mesra.


" Baiklah Terimakasih."


" Iya Tuan." Viona tersenyum lalu meneruskan langkah nya.


Devan ingin melangkah namun berhenti kembali, memanggil Viona.


" O ' iya tunggu!"


Viona kembali berhenti melangkah.

__ADS_1


" Iya Tuan."


" Siapa nama mu?"


" Nama saya Viona, Tuan."


" Ok..terimakasih Viona."


Devan dan Viona akhir meneruskan langkah mereka masih masing yang beda arah.


Devan sudah berada di depan pintu kamar orang tuanya, ia mengetuk pintu.


Devan kemudian masuk tatapannya langsung tertuju pada kedua orang tuanya yang sedang duduk berhadapan sambil berbincang terlihat kedua orang tuanya tertawa pelan karena sang Ibu Devan sedang menggoda Ayah nya. Devan tersenyum melihat kemesraan mereka berdua. Kemudian Devan melangkah mendekati keduanya.


" Mom..Dad."


Nyonya Elsa dan Tuan Alex langsung menoleh pada putra mereka.


" Devan kau sudah tiba." Elsa langsung berdiri menyambut kedatangan putranya.


Anak dan ibu itu saling memeluk dan mencium pipi. Devan lalu membungkuk dan memberi peluk hangat pada Ayahnya.


" Ya..membaik Nak."


Devan tersenyum, tangannya lalu mengambil kursi dan duduk dekat kedua orang tuanya.


" Bagaimana perjalanan mu."


" Sempat mengalami guncangan di pesawat karena cuaca buruk, Mom."


" Mom, aku sudah bertemu dengan perawat itu."


" Viona namanya." balas Elsa.


" Bagaimana kerja nya selama merawat Daddy?"

__ADS_1


" Dia sangat piawai dan telaten merawat Daddy, Mommy ini sudah tua untuk memapah Daddy mu sudah tidak kuat." Elsa tersenyum.


" O' ya Nak..bagaimana perusahaan lancar?"


" Baik saja, Dad."


" Kau masih berhubungan dengan pacar mu?"


" Mommy kenapa bertanya itu?"


" Kau sudah 3 tahun berhubungan dengan kekasih mu itu, tidak serius kah?"


" Kami belum ada kecocokan saja, Mom..sudahlah! jangan bicarakan itu."


" Kapan Daddy akan diperiksa ke dokter kembali?"


" Besok Mommy dan Viona akan akan kerumah sakit Dr. Smith."


" Tidak usah kembali ke rumah sakit rasa nya Daddy ini sudah lelah harus sering sering kembali ke rumah sakit." balas Alex.


" Suami ku..kok kedengarannya kau seperti ingin meninggalkan ku."


Alexander terkekeh.


" Iya Dad..Devan dan Mommy masih selalu berharap Daddy kembali sehat tidak usah memikirkan hal yang berat perusahaan, Devan masih bisa tangani sampai saat ini perusahaan semakin maju."


" Devan..bukan itu yang itu yang kami harapkan lagi, segeralah menikah! selagi Daddy mu ini masih ada."


" Suami ku..kau jangan bicara seperti itu, aku tidak mau kau meninggalkan ku kau sudah pulih aku akan selalu menjaga kesehatan mu."


" Iya Elsa..aku tetap semangat, percaya padaku."


Tak lama Viona masuk untuk memberi obat pada Tuan Alexander.


" Tuan Alex minum obat dulu."

__ADS_1


" Baik Viona."


Viona kemudian mengganti botol infus itu dengan Yang baru.


__ADS_2