
Setelah percintaan yang terpaksa itu, Enzio memeluk tubuh polos Viona sangat erat. Viona hanya diam tak sepatah kata pun keluar dari mulut Viona.
" Viona maafkan aku."
😍😍😍
Pagi hari di kediaman Alexander, Viona memang sudah terbangun pagi pagi sekali ia tak dapat tidur karena menangis semalaman ada trauma pada Enzio kini ia tak mau lagi bertemu dengan Enzio. Pukul 6 pagi Viona keluar dari kamarnya terlihat nampak murung di wajah Viona. Ia hendak memulai tugasnya memeriksa pasien Tuan Alexander.
Tuan Alexander sudah membaik kesehatannya, Viona hanya menunggu 3 hari lagi untuk menyelesaikan tugas merawat Tuan Alexander. Devan yang menunggu Viona tidak bertemu semalam, ia kini sedang tidak berada di rumah karena Devan pun sudah berangkat ke kantor.
Hingga sore hari Devan sudah kembali ingin menemui Viona. Ia mencari Viona dan langsung menemui Viona berada di kamar Ayahnya bersama Nyonya Elsa yang membantu Viona.
TOK TOK
Devan masuk matanya langsung melihat Viona sedang merawat Ayah nya, ia menghampiri orang tua yang di cintainya juga perawat Viona sosok wanita yang mulai menempati di hati nya. Devan memang sengaja pulang cepat karena ingin bicara pada Viona. Devan tahu Viona tinggal menghitung hari untuk menyelesaikan tugas merawat Ayah nya, hari ini ia akan menyatakan suka pada Viona sebelum terlambat.
" Selamat sore Mom Dad..Viona." Devan tersenyum pada Viona.
Ketiga nya langsung menatap Devan, Viona tersenyum sesaat pada Devan.
" Sore Devan." balas Viona.
Devan mendekati dan berdiri di samping Viona. Namun ia memperhatikan wajah Viona agak lain terlihat murung.
" Nak kau sudah pulang?" ucap Elsa.
" Iya Mom pekerjaan hari ini cukup melelahkan makanya ingin cepat pulang." balasnya masih menatap wajah Viona.
__ADS_1
" Kalau lelah istirahatlah."
" Iya Dad.." Devan langsung menoleh pada Viona " Bagaimana kondisi Daddy, Viona?"
" Sudah sangat membaik Devan."
" Viona."
" Iya Nyonya."
" 3 hari lagi kau akan selesai tugas, saya berharap kau sering seringlah berkunjung ke tempat kami."
" Iya Nyonya..dengan senang hati Nyonya, pasti! sekaligus saya melihat kesehatan Tuan Alex." ucapnya tersenyum.
" Tuan semoga selalu sehat ya..jaga pola makan Tuan, jangan lupa berolah raga dan ikuti saran dokter, itu saja."
" Terima kasih Viona." balas Alex.
" Iya Viona."
Viona kemudian melangkah ingin beristirahat sejenak ia merasakan tubuhnya sangat lelah, karena semalam ia kurang istirahat.
" Ya sudah Devan tinggal dulu ya Mom."
" Iya Nak."
Viona dan Devan kemudian melangkah keluar dari kamar Tuan dan Nyonya Alex. Sampai di luar Devan memanggil Viona.
__ADS_1
" Viona."
" Iya Devan."
" Kau terlihat pucat apa kau sakit?"
" Tidak Devan..aku hanya lelah saja."
Devan mengangguk angguk.
" Ya sudah kau istrirahat saja."
" Iya Devan terimakasih."
Sampai di kamar Viona langsung duduk di sisi ranjang ia masih merasakan sakit pada bagian bawah nya. Ia ingin duduk di sisi ranjang namun ia perhalan menaruh bokong nya masih merasa ada yang mengganjal dan perih hingga membuat dirinya tidak nyaman untuk duduk. Setelah duduk tangan nya meraih ponsel dari semalam tidak di aktifkan ia ingin membaca pesan pesan yang masuk. Viona memeriksa ada 3 pesan masuk lalu membaca pesan dari Dr. Smith.
Membaca pesan dari Dr.Smith ada rasa bersalah pada diri Viona apa ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Ayah angkat nya itu, namun Viona takut. Takut pasti Dr.Smith merasa telah lalai menjaga anak angkat nya itu, Viona sendiri sudah mencoreng nama baik Ayah angkatnya Dr. Smith. Viona kini hidupnya tidak tenang.
Lalu membaca pesan dari Devan. Bahwa Devan ingin mengajaknya makan malam berdua.
Pesan yang ketiga dari Enzio, pesan yang singkat hanya satu kata.
" Maaf!"
Viona langsung memblokir nomor Enzio. Ia memejamkan mata terbayang potongan potongan di mana Enzio membentak dan memaksanya. Viona menarik nafas dalam dalam ia harus melupakan kejadian itu. lalu ia merebahkan tubuh nya tanpa terasa Viona tertidur karena sangat lelah.
Enzio sendiri sedang dalam perjalanan pulang dari kantor ia termenung di dalam mobil memikirkan kejadian kemarin terhadap Viona. Enzio melihat pesan nya sudah di baca oleh Viona namun sesaat Viona telah memblokir nomor nya.
__ADS_1
" Shi* "
Gadisnya itu rupanya mungkin sudah membencinya. Namun bagi Enzio itu tidak masalah, Viona boleh membencinya tapi cinta nya sudah tertanam dan berakar untuk Viona. Gadisnya tak akan bisa lari dari Enzio.