
Dalam ruangan kerja Enzio.
" Tuan." Viona mendekati Enzio
" Heum."
" Saya bolehh.."
" Kenapa Viona?"Enzio menjawab masih menatap pada berkas berkas nya.
Viona terdengar menghela nafas nya untuk bicara pasiennya dengan sangat hati hati.
" Tuan apa saya boleh pulang?"
" Eugh?..mata Enzio langsung menoleh pada Viona yang sedang berdiri di samping kursi kerjanya.
" Pulang?"
" Iya Tuan." wajah Viona memelas pada Enzio.
" Untuk?..heum?"
Enzio tubuhnya menghadap pada Viona sorot matanya mulai tajam pada Viona.
" Kenapa Viona?"
Tangan Viona garuk kepala sesaat untuk menjawab pasiennya.
" Liburan tentunya, Tuan."
" Kau ingin liburan kemana?..katakan Viona?"
__ADS_1
Viona mulai susah menelan Saliva nya untuk menjawab.
" Sa- saya..rindu dengan teman teman saya, Tuan."
Enzio tubuhnya kini kembali menghadap meja menatap pada berkas berkas itu. Dalam benaknya, Viona ingin bertemu dengan teman nya sekaligus akan bertemu dengan laki laki yang membuat dirinya sudah cemburu.
" Kau ingin bertemu dengan laki laki itu bukan, Viona?"
" Eugh?..siapa yang Tuan maksud?"
" Kalau kau bertemu dengan teman teman mu kau juga akan bertemu dengan Dokter itu."
" Dr. Josh.., Tuan?"
Enzi mengangguk mata nya hanya melirik pada Viona. Diam diam dia menghapal kan namanya yang di sebut Viona.
Tiba tiba Viona tertawa lepas dengan ucapan pasien nya.
" Hahahaha...."
" Dr. Josh itu just friend Tuan."
" Buat saya..dia menyukai mu, Viona."
" Tapi buat saya tidak Tuan."
" Kau bisa berkata seperti itu, aku bisa lihat dia terlihat sangat menyukai mu."
Tatapan Enzio seketika langsung dingin pada Viona. Membuat Viona menghentikan tawa lepasnya.
" Terserah Tuan saja..jadi bagaimana apa boleh saya ijin satu hari untuk libur?"
__ADS_1
" Akan aku pertimbangkan nanti..sekarang jangan ganggu aku! aku sedang bekerja."
" Baiklah Tuan."
Viona kembali duduk pada kursi yang berhadapan dengan Enzio duduk dibelakang meja itu. Viona hanya terdiam nampak ia sudah bosan berada di dalam ruangan kerja Enzio. Viona hanya menunduk, sedangkan Enzio hanya fokus pada pekerjaan nya namun sesekali mata nya melirik Viona.
Enzio sudah menutup laptopnya ia sudah selesai bekerja, lalu Enzio melihat Viona tertidur di kursi di hadapan nya kepala Viona sampai miring ke kiri ke kanan dan tertunduk. Enzio ingin tertawa melihat Viona tertidur menahan kepalanya, tapi Enzio tahan tertawanya. Enzio ingin membangunkan Viona yang tertidur.
" Viona bangun!"
" Vionaa."
Enzio masih menahan tawa nya, gadisnya itu memang terlihat lelah menunggu ia bekerja.
" Viona..bangun!"
Hingga panggilan sampai ketiga kali dari Enzio, Viona tidak membuka matanya. Enzio tidak mau membentaknya lalu tangan Enzio mengambil secarik kertas lalu di remukan membentuk sebuah bola, lalu kertas itu Enzio lempar ke arah Viona yang terkena di dada Viona. Viona juga belum terbangun Enzio kembali mengambil kertas dan di remuk membuat bola dan melempar lagi ke arah Viona namun gadisnya belum juga membuka mata nya. Enzio sudah tidak sabar di raih nya botol mineral yang masih penuh, Enzio akan melempar dengan botol air mineral untuk ke tiga kalinya. Enzio sudah meneguk air mineral itu setengah nya setelah nya Enzio melempar botol itu ke arah Viona tepat di bahu Viona.
Akhirnya lemparan botol air mineral itu membuat Viona terbangun Viona membelalakkan kelopak mata nya, Viona kaget botol itu sudah di pangkunya. Membuat Viona ingin marah pada pasien nya wajah Viona langsung cemberut pada Enzio.
" Tuan."
" Kenapa kau kaget?"
" Tuan suka sekali nimpuk saya pake botol."
" Kau tidak lihat kertas kertas itu..sebelum nya aku melempari kamu dengan kertas tapi tidak mempan membangunkan mu dengan kertas, kau memang harus aku lempari dengan botol."
Enzio menggeleng gelengkan kepala dengan kelakuan Viona yang tertidur sejujurnya ia sangat gemas dengan Viona.
Viona lalu meletakkan botol air mineral itu di meja, muka kantuk nya sudah hilang seketika.
__ADS_1
" Antarkan saya ke kamar saya ingin istirahat!"
Viona mengangguk lalu bergegas mendorong kursi roda Enzio menuju kamar pasiennya.