Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Wajah Hangat Enzio Pada Caroline


__ADS_3

Di Dr. Smith Hospital Viona yang di temani Enzio sedang memeriksakan kandungan nya yang sudah berusia 3 bulan, Dr.Riana setelah memeriksa kandungan Viona kini sepasang suami istri itu duduk berhadapan dengan Dr. Riana, tapi wajah dingin Enzio memang tidak bisa dilepas hingga Dokter Riana pun menilai sosok Enzio cenderung sombong dan angkuh, selama Dr. Riana berbicara Enzio memang tidak pernah tersenyum pada Dokter itu, Enzio sangat irit bicaranya.


" Kau kan mantan perawat selebihnya kau sudah tahu bagaimana menjaga kesehatan kandungan mu, aku akan siap saat sudah waktunya kau akan melahirkan."


" Iya Dokter Riana..." balas Viona.


Enzio mendengar ucapan Riana tidak setuju Enzio mulai mengeluarkan suaranya.


" Dokter Riana, walau istri saya mantan perawat tapi dia tidak ada bidang di situ anda harus nya memberi penjelasan jangan setengah setengah, karena saya juga ingin tahu detail tentang kehamilan agar bayi saya sehat." ucap Enzio datar.


" Baiklah Tuan Enzio..yang terpenting dukungan suami selama istri mengandung dan menyusui berikan kasih sayang dan perhatian jangan sampai istri Tuan di buat stress. Karena sangat berpengaruh pada kandungan dan apabila ibu yang lagi menyusui jangan sampai istri terlalu banyak pikiran karena bisa menyebabkan tidak akan keluar Asi nya, jadi kerjasama lah kalian berdua dalam mengurus bayi! dan Istri Tuan harus makan yang bergizi juga minum susu agar sehat bayi nya."


" Itu yang saya ingin dengar, terimakasih."


" Suami ku..Dr Riana sudah memberi penjelasan dengan benar."


" Iya sayang.." balas Enzio tersenyum pada Viona tangan nya seraya mengusap perut Viona.


" Astagah..dia hanya tersenyum pada istri nya saja." bathin Riana.


" Baiklah Dr. Riana kami permisi dulu."


,


,

__ADS_1


,


,


,


,


Setelah Viona dan Enzio keluar dari ruangan Dr. Riana tanpa di duga Enzio bertemu dengan Nicholas.


" Nick.."


" Hai Zio.." Nicholas menghampiri Enzio.


" Sedang apa kau di sini?" tanya Enzio


" Apa kabar Nyonya Enzio?" Nicolas tersenyum pada Viona.


Dan saat Nicholas ingin salaman pada Viona, untuk kedua kalinya tidak di ijinkan oleh Enzio untuk bersalaman tangan Nicholas langsung ditepis nya.


" Ck..jangan bersalaman!"


" Ok..ok! santai Bro.." Ucapnya santai dengan tersenyum lebar.


" Aku ke sini membawa Quinn ku untuk imunisasi lengkap."

__ADS_1


" Lalu di mana putra mu?"


" Hehe..dia sedang bersama Ibu nya memberikan Asi nya."


" Caroline? dia di sini?"


" Hem.." Nicholas mengangguk.


Tak lama Caroline muncul dengan Quinn di gendongannya. Namun seketika ia terkejut dengan keberadaan Enzio dan Viona sedang berdiri bersama Nicholas. Ekspresi wajah Caroline langsung tak terbaca, dalam dada Caroline campur aduk antara sedih kecewa kesal marah tapi ada kerinduan pada Enzio. Namun ia tepis semua.


Caroline melangkah mendekati mereka bertiga dengan tatapan nya pada Enzio dan Viona. Enzio dari keterkejutannya melihat Caroline muncul pun belum memutuskan pandangan nya pada Caroline.


" Apa kabar Zio..?" ucap nya terdengar lemah.


Sambil menggendong Quinn, Caroline mengulurkan tangan kanannya ingin bersalaman pada Enzio, Enzio belum menyadari dengan uluran tangan Caroline yang sudah setengah di angkat, hingga beberapa detik tatapan Enzio pada Caroline terputus melihat tangan Caroline. Enzio pun akhirnya menerima jabatan tangan Caroline.


" Baik Caroline..."


Wajah Enzio menatap Caroline masih terlihat dingin, bibirnya di tipiskan sambil mengangguk lalu kemudian perlahan kedua sudut bibir nya sedikit ditarik samar samar membentuk senyuman.


Caroline pun tersenyum pada Enzio, lalu kedua bola mata Caroline pindah tertuju pada Viona. Dan tangan nya bersalaman pada Viona.


" Apa kabar Viona..?" ucapnya lembut.


" Baik Nyonya." balas Viona dengan senyum.

__ADS_1


Melihat Caroline bersalaman dengan Viona tatapan Enzio seperti menilai Caroline kini nampak sangat berubah dari riasan wajah rambut dan cara berpakaiannya. Nampak sangat sederhana tidak seperti yang Enzio kenal dulu penampilan Caroline sangat glamor dan seksi. Enzio menambah senyuman nya pada kedua wanita itu yang kini istri dan mantan nya itu terlihat baik baik saja bahkan terlihat nampak saling melepaskan rindu karena lama tidak berjumpa. Enzio tanpa sadari wajah dinginnya hilang bahkan terlihat hangat terhadap tiga orang itu.


__ADS_2