
Viona sudah mendapatkan kepuasan, nampak wajah nya sedang menerima sesuatu yang sangat nikmat kedua mata nya sampai terpejam, Enzio sedang menatapi wajah cantik istrinya yang masih ia rapatkan dengan tubuhnya ke tembok kamar mandi.
" Sayang..jangan pernah menolak kalau aku mengajak mu bercinta." bola matanya bergerak menelusuri wajah Viona.
Viona mengangguk lemah.
" Iya suami ku."
Enzio lalu menggendong Viona, ia membawa Viona di ruang kerjanya. Sampai di meja itu Viona di dudukkan lalu memulai kembali sambil berdiri Enzio menangkup pipi Viona memagut bibir Viona. Viona kembali terbuai ia memejamkan mata menikmati pagutan bibir Enzio yang sangat lembut. Ciuman panas mereka hingga menimbulkan suara. decapan dari mulut mereka sangat nyaring terdengar sampai bergema di setiap ruangan.
Enzio melepas pagutan nya sesaat, ia ingin meminta Viona melips servis juniornya.
" Sayang puaskan ini."
Viona mengangguk, Enzio menurunkan Viona kembali dari atas meja. Viona sudah tidak merasa jijik lagi karena Enzio memang sudah sering meminta Viona memainkan juniornya di dalam mulut nya. Enzio berdiri sandaran pada sisi meja, Viona mulai dengan posisi bertumpu pada kedua lututnya yang beralaskan karpet. Tangan Viona menggenggam junior Enzio yang panjang dan besar sudah membentuk sempurna keras dan mengacung tegak sampai tidak muat di genggaman Viona.
Viona tanpa ragu membuka mulutnya lebar lebar memasukan junior suaminya kedalam mulutnya. Lidah nya mulai menari nari didalam nya.
Enzio mulai mendesis nikmat sambil memejamkan mata.
" Sesshhh ahhhh..."
Viona sudah lihai memainkan nya hingga kepala nya bergerak maju mundur. Junior Enzio di masukan sampai mentok di tenggorokan.
" Yess..Viona ahhghhhh.." sambil menunduk menatap Viona kedua tangan nya berpegangan di sisi meja.
Viona melepas junior Enzio dari mulut tangannya menggenggam sambil mengusap usap junior Enzio.
" Shake it Viona..."
__ADS_1
Viona mengikuti arahan pinta Enzio.
" Yeah..thats good.." ucapnya pelan.
Suara bass Enzio menggeram terdengar sangat seksi di telinga Viona, matanya menatap Kedua bola mata Enzio ia mendongakkan wajahnya.
" Kenapa sayang?"
Viona tersenyum.
" Tidak.."
" Kenapa?"
" Suara mu itu..terdengar indah di telinga ku..heum."
Enzio tersenyum, Viona sebelum memasukkan kembali junior Enzio kedalam mulutnya lidah nya menjilati batang Enzio sambil terus menatap Enzio lalu mengerlingkan sebelah matanya. Membuat Enzio makin gila, Viona menggodanya.
Sejak kapan istrinya kini sudah bisa menggoda nya dengan memainkan mata sebelah nya.
" Kau sangat menggodaku sayang..sejak kapan itu?" Enzio tersenyum.
" Aku hanya meniru di film film." ucap nya polos.
Enzio tertawa ia menggelengkan kepala saja
" Ok..lanjutkan sayang."
Viona mulai mengu**m dan menjilat jilat dan membenamkan batang besar itu ssmbil memejamkan mata.
__ADS_1
" Agghhh..agghhh.."
Enzio mendesis kembali sangat nikmat istrinya memainkan junior nya.
" Aghkkk..yes Viona..yes ahhhkk.."
Enzio mulai mengerang ia akan mendapat pelepasan.
" Aghkk..terus aku hampir sampai sayang."
Dan akhirnya Enzio mengeluarkan cairan kental nya sangat banyak, juniornya berkedut di dalam mulut Viona.
Hingga di tetesan terakhir Viona masih membenamkan Junior Enzio di dalam mulutnya.
" Ahhhh..telan sayang kau sangat suka itu."
Viona tanpa ragu menelan cairan Enzio. Setelah itu Enzio membantu Viona untuk berdiri dan tubuh polos istrinya itu di peluk nya sangat erat.
" Suami ku."
" Heum?"
" Kita masih lanjut,kan?"
Enzio tersenyum sambil membelai wajah Viona lalu mengecup bibir Viona.
" Kau memintanya..aku berikan, aku ke kantor siang saja. Kau ikut ya temani aku bekerja."
Viona mengangguk.
__ADS_1
Enzio dan Viona kembali melanjutkan aktifitas panas mereka Enzio mengajak istrinya bercinta di kursi ruangan kerja nya sampai pukul 5 pagi. Dan kini mereka tertidur sampai siang hari.