
Caroline masih di dalam mobil terdiam, ia menangis kenapa sangat sakit rasanya dengan sikap Enzio, bukan kah Enzio sangat mencintai dirinya. Enzio yang dikenal nya benar benar berubah dingin dan sangat arogan bahkan kejam tidak ada kelembutan lagi tatapannya, kini Enzio sangat membenci dirinya. Dulu walaupun Enzio marah tapi dengan di peluk saja Enzio sudah kembali lembut padanya.
" Apa yang membuat Enzio berubah...?Viona selama dia merawat Enzio telah membuat suamiku berubah."
Caroline kemudian menghidupkan mesin mobil nya ia akan tidur di apartemen Nicholas saja, sebelum nya ia menelpon Nicholas.
" Halo Carol." suara berat serak Nicholas
" Aku akan tidur di Apartemen mu, sekarang."
" Datanglah!"
Sedangkan di dalam Apartemen itu, Nicholas setelah menutup ponsel dengan Caroline langsung membangunkan wanita sewanya yang sedang tertidur tangan nya melingkar di pinggang Nicholas.
" Bangun! cepat pergi dari sini, kekasih ku akan datang."
" Hmm..Tuan, biarkan dulu aku masih ingin memeluk mu."
Ucap wanita itu yanga makin merapat tubuhnya pada Nicholas dengan mata terpejam.
" Bangun dan cepat pergi dari sini!" tangannya sambil memukul bokong wanita itu.
" Ok..ok."
Wanita itu bangun tangan nya memakai pakaian nya, lalu segera keluar dari Apartemen Nicholas.
Setelah berapa menit Caroline datang dan langsung menemui Nicholas sedang menunggu nya dengan telanjang dada, sambil memegang sekaleng bir.
Caroline langsung menurunkan bokong nya dan terduduk lemas. Ia menangis
__ADS_1
" Kenapa kau menangis?"
" Enzio..dia sikapnya sangat berubah pada ku."
" Lalu kenapa kau ingin tidur di sini?"
" Enzio tidak membukakan pintu untuk ku, Nick."
Nicholas tersenyum terdengar lucu dengan ucapan Caroline.
" Kenapa kau tersenyum, kau mengejek ku?"
" Kau istrinya tidak tahu kebiasaan dia."
" Apa maksud mu?"
" Dia sangat disiplin dengan waktu, tentunya dia sudah tidak mau kau mengganggunya lagi."
" Perawat Enzio?" tanya Nicholas.
" Dia yang membuat Enzio sampai aku tidak mengenali Enzio lagi."
" Apa dia cantik?"
Caroline mengangguk
" Masih sangat muda."
Nicholas tersenyum.
__ADS_1
" Bagaimana dengan mu sendiri, Enzio membenci juga?"
" Aku sangat mengenal dia..dia hanya marah pada ku tapi tidak akan membenci ku."
" Lalu..kau masih bekerjasama dengan nya."
" Tentu masih, Carol. bisnis dan masalah pribadi jangan di campur adukan, itu prinsip ku yang sama dengan Enzio."
" Lalu bagaimana dengan ku?"
" Kau? aku tidak tahu Carol, Enzio sudah membenci mu..tapi tidak dengan ku, kami masih ada kesepakatan kerjasama, kecuali aku menghkhianati bisnis ku dengan Enzio, No Excuse bagi kami berdua."
" Bagaimana dengan hubungan kita, apa kau akan menikahi ku, Nick."
" Enzio sudah membuang mu..itu artinya kau tidak lebih dari sampah."
" Apa maksud mu?"
"Aku ikuti Enzio, Enzio bisa mendapat kan yang baru, tidak mau barang bekas aku pun sama."
Caroline mendengar ucapan Nicholas langsung kecewa, tidak bisa lagi ia kendalikan emosi nya ia sangat marah wajah nya nampak merah.
" Bangsat kau, Nick. Rupanya kau hanya mempermainkan ku Nick..aku kecewa pada mu, kau menghancurkan hidup ku ternyata kau lebih jahat dari Enzio."
" Kau sudah tahu aku, sekarang kau mau apa?"
" Aku menyesal telah menjalin hubungan dengan mu, aku salah menilai kau Nick."
" Kalau kau ingin pergi silahkan!"
__ADS_1
Caroline langsung melangkah cepat keluar dari apartemen itu, dan sambil menangis.