Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Lewat jam 9 Malam


__ADS_3

Enzio sudah tiba dirumah ia memperhatikan pada halaman mansion nya tidak melihat mobil Caroline, Ia sudah tahu Caroline sedang menemui sahabatnya itu. Sampai di kamarnya Enzio hanya berdiam di kamar Ia meminta pada pelayan untuk membawa makan malam nya di kamar saja.


TOK TOK


" Tuan ini makan malamnya."


Enzio hanya mengangguk.


" Apa Nyonya sudah pulang?"


" Belum Tuan."


" Jam 9 saya sudah istirahat, bila sampai Nyonya belum tiba lewat dari jam 9 kau kunci semua pintu, saya tidak mengijinkan ada orang yang mengganggu istirahat saya."


" Baik Tuan."


Benar saja Caroline tiba sampai di mansion Enzio pukul 11 malam, ia berkali kali meminta untuk di buka kan oleh penjaga rumah namun tidak di bukakan.


" Ada apa dengan kalian? saya mau masuk mau istirahat tolong kalian buka pagar nya!"


" Maaf Nyonya ini sudah perintah dari Tuan Enzio bahwa Tuan sudah istirahat jam 9 Tuan tidak mau terganggu."


Membuat Caroline tidak percaya dengan yang di katakan pada penjaga rumah Enzio.


" Tapi saya Nyonya di rumah ini, saya istri Tuan kalian..cepat buka pagar nya!"


" Maaf Nyonya ini sudah perintah Tuan, kami tentu tidak mau membantah perintah Tuan."


Caroline kembali sesak dada nya, Enzio sudah membuat dirinya tidak di anggap lagi.


" Baik saya akan kembali pagi ini."


Caroline kembali masuk ke mobil dirinya terdiam memikirkan sikap Enzio yang kini sudah sangat kejam pada dirinya.

__ADS_1


" Arrgggghh..Zio," Teriak Caroline.


Caroline menangis dan meluapkan kekesalannya pada Enzio, rasa nya dirinya sudah tidak penting lagi di mata Enzio.


POV Enzio.


" Carol.."


" Heum.."


" Aku sedang ingin."


" Oh..Zio aku lelah." Matanya terpejam.


Enzio memeluk dan menciumi istrinya yang sangat dia cintainya itu, kecupan nya sudah menjalar pada leher Caroline.


" Kita sudah lama tak melakukanya sayang." ucap Enzio yang sudah mengungkung istrinya.


" Biarkan aku istirahat Zio, besok pagi pagi sekali aku harus berangkat."


Enzio masih menatap istrinya yang tidak menanggapi nya, Enzio pun merosot dari kungkungnnya dan kembali merebahkan tubuh nya dan akhir nya Enzio tertidur. Pagi hari nya Ia bangun namun tidak mendapati istrinya berada di samping nya, Istri nya sudah pergi tanpa membangun kan dirinya atau pamit pada nya. Namun Enzio hanya menanggapi istrinya sudah biasa seperti itu 5 tahun menikah dengan Caroline memang belum di karuniai seorang anak, Caroline memang selalu menunda untuk mempunyai keturunan. Tak masalah bagi Enzio, Cinta Enzio terhadap Caroline memang begitu besar bagi nya Caroline apa yang dilakukan nya tidak dipermasalahkan oleh nya.


Namun ia bangun dari tidurnya ia merasakan tubuhnya sedang tidak fit, rupanya ia drop kerena kelelahan bekerja tapi ia memaksakan untuk tetap bekerja dikantor perusahaannya. Hingga sampai siang hari tubuh Enzio makin demam ia pulang untuk berisitirahat ia mencoba menelpon istrinya tapi tidak di jawab, istrinya tidak pulang selama 2 hari selama demam Enzio hanya minta bantuan pada pelayan saja. Ia tidak mau menganggangu kegiatan istrinya itu.


Enzio sudah sehat demam seperti itu memang cepat sembuh buat nya adalah hal yang sudah biasa dengan minum obat saja tubuhnya sudah kembali sehat.


Ia sudah kembali bekerja dan sore itu Enzio ingin menemui sahabat nya dan sekaligus rekan bisnisnya, memang sebelum nya Nicholas meminta Enzio untuk bertemu membicarakan bisnis kerjasama mereka. Enzio ingin menemui sahabat nya itu di Apartemen. Sebelum nya Enzio sudah menghubungi Nicholas ia akan bertemu dengan Nicholas tentu nya mereka berdua biasa nya kalau sudah bertemu Nicholas mengajak Enzio ke sebuah Club untuk minum dan tentunya di temani wanita cantik dan sexy.


Enzio saat ia melangkah masuk ke apartemen sahabat nya, rupanya Enzio mendengar suara de****n. Sahabat nya sedang bermain dengan wanita panggilan, pikir Enzio. Enzio hanya tersenyum mendengar desa*** desa*** sahabat nya. Tapi rupanya Nicholas tidak menutup rapat pintu itu, membuat Enzio tertawa, sahabat nya itu benar benar ingin memancing atau sengaja pada Enzio agar melihat mereka bercinta.


Tapi saat Enzio mendekati kamar yang pintu nya tidak tertutup rapat itu rasanya ia mengenali desa*** yang keluar dari mulut wanita itu. Ia semakin mempertajam pendengaran nya dan makin terdengar jelas suara desa*** dan erangan itu adalah Caroline, istrinya.


" Apa mungkin Nicholas dengan Caroline?"

__ADS_1


Dengan penasaran ingin memastikan apa benar suara desa*** itu adalah suara Caroline. Tangan nya mulai mendorong daun pintu itu, dan benar dugaan Enzio suara desa*** itu adalah suara Caroline yang sangat menikmati berada diatas perut sahabat nya.


" Caroline.."


Caroline dan Nicholas langsung terkejut melihat Enzio sudah berdiri di ambang pintu menatap keduanya dan mulai melangkah mendekati diri mereka.


" Zio..oh ****." ucap Nicholas.


Caroline langsung turun dari atas perut Nicholas.


" Zio kau sudah tahu sekarang." ucap Caroline.


" Kalian berdua sudah lama bermain di belakang ku."


Nicholas dengan santainya bicara pada Enzio


" Yeah Zio...kami berdua memang saling mencintai."


,


,


,


,


Deg.


Enzio hanya mengangguk angguk, Enzio dengan langkah lebar keluar dari apartemen itu.


Caroline yang ingin mengejar suaminya ditahan oleh Nicholas.


" Carol biarkan..dia sudah tahu kita, dia akan baik baik saja."

__ADS_1


Sampai di luar Enzio langsung ke mobilnya ia pergi ke sebuah Club untuk minum.


__ADS_2