
Di saat itu juga di malam yang sama dan waktu yang sama, Enzio dan Nicholas seperti sehati saja dengan kegiatan mereka yang bersamaan, sama sama siap bergelut panas.
Dalam kamar Enzio, Viona masih menunggu sang suami yang sedang bicara dengan sekertaris nya Erick di bawah. Ia baru saja selesai mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya tangan nya sedang mengeringkan rambut nya.
Enzio sudah kembali ke kamar melihat istrinya yang sudah mandi ia sedikit protes.
" Kenapa tidak mengajak ku mandi?"
Viona langsung menoleh pada Enzio yang melangkah mendekati nya tangannya sambil melepas kancing jas. Viona kemudian membantu melepas jas Enzio.
" Aku kira kau masih lama bicara dengan sekertaris mu."
" Aku hanya memberikan tugas untuknya selesai nya aku langsung usir dia untuk cepat pergi." tangan nya sudah melingkar di pinggang Viona.
Tangan Viona kemudian melepas ikatan dasi di leher Enzio. Enzio terus menatap wajah Viona yang terus lanjut tangan istrinya membuka kancing kemeja Enzio.
" Kau bersih kan tubuh mu dulu, Zio."
" Bantu aku gosok kan belakang badan ku sayang."
" Aku sudah mandi." balas Viona.
" Ya sudah..kalau gitu aku ingin berendam saja, berdua dengan mu, ayo sayang!"
" Ahh? kenapa malah ingin berendam?" rengek Viona.
" Kau menolak?"
" Zio..?" Viona kesal.
" Kenapa?"
" Huhff..ya sudah ayo!"
Enzio langsung melepas lilitan handuk di tubuh Viona, ia mengendong Viona dan di bawa sampai Bathtup.
__ADS_1
Enzio sangat menikmati usapan telapak tangan Viona yang menggosok punggung belakang badan Enzio, mata nya ia pejamkan. Kini berganti Viona yang sedang di usap lembut oleh telapak tangan Enzio, dari usapan punggung kini berpindah pada bagian depan Viona dari posisi membelakangi Enzio yang memeluk nya sedang memainkan kedua benda kenyal itu.
Permainan panas pun di mulai, Enzio bibir nya mengecupi leher jenjang Viona sambil menangkup kedua dada Viona dimainkannya dengan lembut. Dari leher menjalar ke bibir Viona, Viona langsung memejamkan matanya menikmati cumbuan bibir Enzio, desa**n nafas kedua nya mulai terdengar.
Enzio lalu menarik tangan Viona ia ingin melanjutkan melakukannya di bawah shower tubuh polos mereka kemudian di bilas. Air shower itu menyiram tubuh keduanya lalu Enzio mematikan kran shower, ia kembali memagut kedua bibir Viona, tubuh Viona di rapatkan ke tembok bibir nya kembali memagut Bibir Viona keduanya saling membelit kan lidah menukar salivan. Viona masih terus memejamkan mata merasakan kulit leher nya di hisap dan dibuat tanda merah di leher Viona oleh Enzio.
Tubuh Enzio sedikit membungkuk karena lidah nya menjilati pucuk pucuk dada Viona lalu turun ke perut Viona, Enzio setengah berdiri menumpu dengan kedua lututnya, kaki kiri Viona di letakkan nya di bahu Enzio ia menjilati lembah Viona dengan lidah nya.
Viona merasakan nikmat dari sapuan bibir dan lidah Enzio hidung mancung Enzio sampai menempel di lembah Viona yang sudah sangat basah itu.
" Ahhh..Zio kau apa kan di situ? hahhh..hahh..hahh."
Viona benar benar menikmati jilatan Enzio, ujung lidahnya tak berhenti memainkan biji kecil itu.
" Ahhh..hahhh..hahhh." sambil memejamkan mata.
Semakin di perdalam lidahnya di dalam lembah Viona, Viona tidak kuasa ia sampai bisa mendapat puncak nya.
" Akhhh..." Viona mengerang.
" Manis rasanya." ucap Enzio.
Kemudian tubuh Viona di peluk nya erat, Enzio menggendong Viona ia ingin menuntaskan di ranjang tempat tidur.
Enzio membaringkan tubuh nya, ia ingin melihat istri nya bermain di atas perutnya. Viona sudah mengerti bokong bulat nya kemudian di turun kan lalu batang Enzio di arahkan pada lembah nya perlahan masuk sampai keseluruhan.
" Akhhh..Zio."
" Yeah bergeraklah sayang!" sambil menatap Viona
Viona menggigit bibir bawahnya ia mulai bergerak menggoyang kan pinggul nya, tangan nya di bokong Viona ikut membantu menggerakkan Viona bergoyang.
Viona dan Enzio sama sama sangat menikmati. Terasa bagi Viona batang Enzio menancap sangat dalam.
Sementara Viona masih terus memacukan pinggul nya kedua tangan Enzio memainkan kedua dada Viona. Enzio kemudian duduk posisi nya kini seperti memangku Viona, Viona. Tangan Viona berpegangan di pada bahu Enzio, Enzio berganti yang menggerakkan pinggul nya.
__ADS_1
" Zio..ahhh..hahhh."
Enzio meraup bibir Viona memagut bibir Viona.
" Terus sayang!"
" Hahhhh..aku aku."
Enzio mengganti posisi, Viona di rebahkan, kemudian di tindihnya tubuh Viona lalu melesakkan kembali junior nya Enzio memimpin ia mendapatkan pelepasan. pertama.
" Sama sama sayang!"
Viona menganggukan Kepala. Enzio langsung memacu cepat junior nya tangan Viona sampai mere**s ujung ujung bantal.
" Akkkhhh..sayang mende**h yang kencang!"
Enzio terus bergerak maju mundur pinggulnya, Viona mengeluarkan desa**n yang kencang karna Enzio mengaduk lembahnya tanpa ampun.
Hingga akhirnya Viona dan Enzio sama sama mendapat pelepasan.
" Euhhhggghhh..." Enzio menggeramkan suara nya dan memejamkan matanya.
Viona merasa kan kedutan junior Enzio di dalam lembah nya.
Enzio lalu mencabut nya ia beristirahat sejenak. Viona langsung memeluk tubuh Enzio.
" Jeda dulu sayang..kita melakukan nya sampai pagi."
Viona mengangguk.
" Iya suami ku."
Enzio tersenyum.
" Panggil aku itu saja seterusnya, jangan di rubah!"
__ADS_1