
Mobil Enzio sudah berada di kediaman Viona, ia langsung turun dari mobilnya dan segera menemui Viona. Sampai di depan pintu kamar itu, Enzio mengetuk pintu hingga beberapa kali namun nampak nya pemilik kamar itu seperti nya sedang tidak berada di kamar nya.
" Kemana dia?"
Ada rasa gelisah di hati Enzio, ia ingin sekali menemui gadisnya yang sudah sangat ia rindukan itu hari ini juga. Enzio beberapa kali membuang nafas kasar, ia sudah tidak sabar kalau harus menemui Viona sampai esok harinya. Enzio akan menunggu Viona sampai Viona datang.
Enzio masih menunggu Viona di dalam mobil, entah sudah berapa jam Enzio menunggu Viona. Hingga pukul 8 malam ada rasa lelah di tubuhnya menunggu gadis nya yang belum nampak ia beberapa kali melirik arloji di pergelangan tangan nya sambil kedua tangannya memegang kemudi mobil.
10 menit berlalu sebuah mobil sedan putih berhenti tepat di kediaman Viona, Enzio yang sedang memainkan ponselnya pun langsung berhenti matanya melihat mobil itu dan memperhatikan penumpang di dalam mobil itu. Pintu belakang mobil terbuka Viona turun dari mobil itu dan menutup kembali. Rupanya gadisnya itu habis nongkrong bersama teman temannya terdengar Enzio suara wanita dari dalam mobil. Enzio langsung tersenyum hati nya lega Viona bersama dengan teman temannya. Enzio masih menunggu sampai mobil itu pergi dari kediaman Viona.
" Ok Vio Sampai ketemu."
Terlihat Enzio Viona sedang melambaikan tangan pada teman nya seorang perempuan yang mengemudikan mobil itu. Setelah mobil itu melaju, Viona kemudian melangkah ingin masuk ke kamarnya. Enzio bergegas keluar dari dalam mobil mengejar Viona sudah di depan pintu kamarnya
" Viona."
Merasa ada seseorang yang memanggil nama nya ia pun langsung membalikan badan. Viona terkejut melihat Enzio sudah berdiri yang tidak jauh di belakang nya.
" Tuan."
" Apa kabar Viona?"
" Baik Tuan Enzio..kenapa Tuan ada di sini?"
" Menunggu mu, aku ingin bicara pada mu."
" Maaf Tuan ini sudah malam saya mau istirahat."
Viona langsung membalikan badannya menghadap pintu kamar nya.
" Tunggu Viona!"
__ADS_1
Enzio mendekati Viona menyisakan jarak sedikit dari balik badan Viona.
" Viona."
" Viona."
Viona di depan pintu itu ia memejamkan mata dada nya mulai berdegup kencang, ia risih bila Enzio sudah memanggil nya.
" Tuan sebaik nya pergi..saya sudah tidak mau bertemu dengan anda."
" Lihat aku dulu tolong menghadap pada ku!"
Viona menggeleng.
" Aku tidak suka di abaikan Viona."
" Untuk itu Tuan sebaiknya pulang saja."
" Kau tidak mau memberiku kesempatan bicara?"
" Kau tidak mau menyuruh ku masuk? aku haus, Viona."
Viona memutar kedua bola matanya, ia terpaksa membalikan badan menghadap Enzio karena tidak sampai hati mendengar ucapan Enzio yang sudah kehausan.
" Jangan alasan Tuan." Viona cemberut.
" Aku tidak beralasan..aku tidak cuma kehausan tapi juga lapar karena menunggu mu, sekarang berikan aku makan dan minum!"
" Hah?"
" Cepat buatkan aku makanan aku sudah sangat lapar dan juga haus, jangan sampai aku sakit."
__ADS_1
Viona wajah nya cemberut langsung berubah tidak tega melihat nya, Enzio tersenyum pada Viona
" Baiklah Tuan!"
Viona akhir nya mengajak Enzio masuk ia segera memberikan botol air mineral untuk Enzio.
" Tuan ini minumlah!"
Benar saja Enzio menenggak botol air minum itu sampai tandas. Rupanya Enzio memang benar benar sangat haus. Viona jadi merasa kasihan pada Enzio. Viona kemudian membuat makanan untuk Enzio ia akan memanggang kentang yang di bungkus kertas foil dan juga ikan fillet yang di keluarkan dari dalam freezer lalu di panggang dalam oven listrik sambil menunggu matang, Viona matanya sempat melihat Enzio yang terlihat sangat lelah. 30 menit makanan itu sudah siap di sajikan, Viona lalu memberikan makanan cepat saji itu pada Enzio.
" Tuan makanlah dulu!"
" Suapi aku Viona!"
" Memang Tuan sakit, saya tidak lagi merawat Tuan."
" Suapi aku kalau tidak aku tidak mau makan."
Terlihat mata Enzio tidak mau di bantah.
" Baiklah Tuan."
Viona mulai menyuapi Enzio makan."
" Mana tisu tolong lap mulut ku!"
" Tuan ini benar benar ya."
" Kenapa?"
" Ngelunjak."
__ADS_1
Enzio terkekeh.
Selama di suapi oleh Viona mata Enzio terus menatap wajah Viona. Makanan itu benar benar habis oleh Enzio, Viona melihat Enzio memang sangat lapar. Selesai makan Viona memberikan minum untuk Enzio, lalu mulut Enzio di lap dengan tisu.