Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Baru Sadar Aku Tampan


__ADS_3

Maaf ya..cuma up 1 episode doang..author ngantuk beud..👉 Warning 21+++ yang masih di bawah umur atau yang bocil author ga tanggung jawab lho yaaak👍


😀😀😀😀


Enzio sudah menutup layar laptop nya, ia sudah selesai dengan pekerjaan kantornya kemudian menatap Viona yang senyum senyum sendiri pada ponsel nya. Enzio kembali tertuju pada gadisnya yang cukup lama di abaikan. Tatapan Enzio gadisnya berbusana gaun itu tidak terlalu terbuka pada bagian dada nya tidak menampakan belahan nya yang Enzio sudah ketahui cukup besar.


" Kau senyum senyum sendiri apa yang kau lihat di ponsel mu?"


Viona tersadar Enzio rupanya sudah menutup laptop kini sedang sandaran duduknya.


" Eugh? sudah selesai bekerja nya?"


" Sudah..apa yang kau lihat? berikan ponsel mu!"


" Euh..ponsel ku, tidak ada apa apa."


" Kenapa senyum senyum sendiri? apa yang kau lihat? berikan! aku mau lihat."


" Baiklah!..."


Viona dengan ragu ragu memberikan ponsel nya, ia tersenyum karena dengan iseng tadi membidik Enzio sangat serius bekerja. Enzio penasaran ia tidak mau gadisnya mungkin saja sedang melihat foto foto laki laki. Viona menunjukan foto foto Enzio tadi.


" ini yang aku lihat dan membuat ku senyum senyum sendiri." Viona menunjuk 2 foto Enzio.

__ADS_1


Enzio tersenyum, gadis nya rupanya sangat iseng mengambil foto dirinya.


" Kau terlihat tampan saat sedang serius tadi." Viona memuji Enzio.


Baru ini gadisnya mengatakan dirinya tampan, ia sangat tersanjung dengan pujian Viona.


" Kau baru sadar kalau aku tampan, atau kau diam diam sudah lama mengagumi ku?" ucapnya sambil melepas kacamata bacanya lalu di berikan pada Viona. Viona menerima kacamata mata Enzio sambil tersipu malu.


Enzio langsung menarik pinggang Viona dan duduk di pangku Enzio, membuat jarak wajah mereka dekat.


" Kau mulai nakal sekarang."


" Aku hanya iseng saja." Balasnya sambil tersenyum.


" Bagaimana kalau kita foto berdua, kau mau?"


Viona mengangguk tidak tahu maksud Enzio yang terselubung.


" Foto berdua...tanpa sehelai baju, heum." ucapnya berbisik di telinga Viona.


" Hah?" Viona memundurkan kepala kedua bibir Viona terbuka ia menautkan kedua alisnya.


" Bukan kah itu lebih mengasikkan, sayang."

__ADS_1


Enzio mulai memajukan wajah nya, ia mencium bibir Viona. Bagian bawah Enzio sudah mengeras saat Viona duduk di pangku nya. Ciumannya mulai di perdalam nafas nya terdengar berat. Viona membalas ciuman Enzio ia membuka mulutnya membiarkan ujung lidah Enzio bermain di dalam rongga mulutnya lidah mereka kini saling mengait saling menghisap bergantian. Enzio menghentikan pagutan nya sesaat.


" Kau mulai pandai sekarang, teruslah seperti itu aku suka." ucapnya sambil menangkup dada kiri Viona.


Kini ciuman Enzio mendarat di leher Viona, tangannya meremas dada Viona masih di luar baju. Viona memejamkan mata ia mulai menikmati sapuan bibir Enzio di kulit leher nya nafasnya mulai mende**h. Enzio tidak kuasa ia sangat bergairah saat suara Viona mulai mende**h. Ia ingin mereguk kenikmatan dengan Viona malam ini juga.


Enzio beranjak dari kursi sambil mengangkat tubuh Viona lalu di dudukkan di meja kerja nya, dengan cepat tangan nya menyingkirkan laptop Ia ingin melakukan penyatuan nya di meja itu. Viona yang terduduk membantu Enzio melepas kancing kancing kemeja Enzio sementara Enzio melepaskan celana nya merosot sampai kaki.


Enzio membiarkan tidak melepas kemeja nya kemudian tangan nya menurunkan CD nya junior Enzio langsung mengacung tegak. Kedua tangan Enzio menarik belakang leher Viona, bibirnya langsung meraup kedua bibir Viona wajah Viona mendongak kemudian kembali memejamkan mata. Sambil memainkan lidah di mulut Viona tangan Enzio menurunkan resleting belakang gaun Viona langsung merosot sampai pinggang. Enzio menatap dua gunung kembar Viona yang dia gilai itu.


TEK


Enzio melepas pengait b*a Viona, nafas nya semakin memburu saat kedua dada Viona terpampang jelas. Tubuh Viona di dorong Enzio membungkuk ia langsung melahap pucuk pucuk dada Viona, Suara Viona makin mend***h nafasnya mulai tidak beraturan.


" Eungh..hahh hahh." mulut Viona terbuka.


" Nikmat sayang?"


Viona mengangguk masih memejamkan mata. Enzio menggigit pelan pucuk dada kiri Viona lidahnya sambil menjilat. Viona makin. tak kuasa, kedua tangan nya yang menumpu menahan tubuhnya semakin lemas ia merebahkan tubuhnya di meja kerja Enzio tangan kirinya berada di kepala Enzio.


" Biar tidak iri dada kanan kamu?"


Viona cekikian mendengarnya.

__ADS_1


Mulut Enzio menggigit dan menjilat pucuk dada kanan Viona.


__ADS_2