Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Kencan Pertama Enzio dan Viona


__ADS_3

Viona dan keluarga Alexander akan pamit dari jamuan makan malam, mereka akan kembali pulang. Devan dan Viona saat berdiri kembali menjadi perhatian Nicholas dan Enzio teman mereka sambil melangkah keluar tangan Devan melingkar di pinggang Viona


Enzio matanya menatap nyalang pada Viona. Nicholas semakin senang melihat wajah Enzio yang seakan akan ingin menyerang teman nya Devan. Terlihat Nicholas, Enzio mengepalkan tangan.


" Wow..semakin seru saja..tidak sia sia aku hadir jamuan makan malam ini." Nicholas meledek Enzio.


" Rupanya aku mempunyai dua teman yang sudah mengusik hidup ku." Enzio menyindir Nicholas.


" Aku sudah katakan kau jangan kalah cepat dengan Devan, apalagi Vio mu masih perawan..segera buat gadis mu tidak bisa menjauh dari mu, Zio."


" Aku bukan kau, Nick...kalau pun mau sudah dari dulu aku perkosa gadisku."


" Tapi Devan teman kita, dia orang yang tidak main main dia punya cara sendiri menahlukkan wanita."


Enzio diam.


" Jangan sampai Vio mu, memilih Devan dari pada kau, Zio."


" Viona sudah mencintaiku, aku percaya padanya."


" Yeahh baiklah, Ok..kita pulang." ajak Nicholas.


Enzio dan Erick juga Nicholas melangkah keluar dari restoran itu. Mereka berpisah menuju mobil mereka masing masing, namun Viona sebelum masuk kedalam mobil Viona menemui Enzio dulu, yang juga masih menatap Viona sebelum masuk kedalam mobil nya.


" Tuan."


" Iya Viona?"


" Kapan Tuan ada waktu?"


" Eugh? kenapa sayang?"


Viona tersenyum.


" Kita nongkrong di cafe jalan ke mal dan nonton..Tuan."


Enzio tersenyum lebar senang mendengar permintaan gadisnya.

__ADS_1


" Baiklah Viona! aku akan menelpon mu kita sudah lama bukan, tidak jalan berdua?"


" Tuan harus refreshing."


Enzio mengangguk lalu langkahnya mendekat pada Viona.


" Sekaligus aku ingin..kau tidurlah bersama ku Viona.. jangan menolak ku!, heum." ucapnya berbisik.


" Eugh?" Viona bengong.


Enzio tidak mau mendengar balasan Viona, ia langsung melangkah masuk kedalam mobil sambil tersenyum.


Hari libur Viona sudah di tunggu tunggu Enzio, Enzio akan memenuhi permintaan gadis nya itu. Viona sudah siap untuk menemui Enzio ia sudah pamit pada Nyonya Elsa dan Tuan Alex, saat Viona turun Devan menghampiri Viona.


" Viona kau hari ini libur?"


" Iya Devan."


Nampak Devan melihat penampilan Viona sangat anggun.


" Iya Devan saya sudah ada janji dengan Enzio."


" Enzio? kau ingin jalan dengan nya?"


" Iya Devan."


" Hahhh.. sayang sekali padahal hari ini aku ingin mengajak mu, Viona."


" Maaf Devan nanti hari libur ku selanjut nya saja."


Devan mengangguk.


" Aku permisi dulu Devan."


" Ok..Viona."


Devan terdiam menatap punggung Viona sampai Viona keluar sampai mobil lalu supir keluarga Alexander bergegas membukakan kan pintu untuk Viona.

__ADS_1


Enzio sudah menunggu Viona, rasanya tidak sabar untuk bertemu dengan Viona. Supir keluarga Alexander sudah mengantar Viona. Viona turun lalu menghampiri Enzio, yang sedang berdiri di sisi mobil nya.


Viona menggunakan busana model Sabrina terusan sampai dibawah lutut, rambut nya ia biarkan di urai. Enzio sudah melihat Viona, ia langsung tersenyum melihat gadisnya.


" Pagi Tuan." Viona tersenyum.


Enzio menatap kagum pada Viona, rasanya ia tidak percaya ia kembali bisa bertemu dan hari ini ia akan berkencan pertama dengan Viona.


" Baru ini kita kencan bukan?" ucap Enzio.


Viona tersenyum dan mengangguk.


" Iya Tuan."


" Ayo Viona!"


Enzio membuka kan pintu untuk Viona dahulu kemudian ia memutari mobil lalu duduk di kemudi.


" Kau masih gugup dengan ku?"


" Sedikit Tuan."


" Sekarang kita kemana?"


" Eumm..?" Viona sedang berfikir.


" Kemana ya Tuan?"


" Euh..kau ini lucu, kau bilang ingin ke mal dan nonton."


" Iya tapi ini masih pagi..Tuan."


Enzio tertawa.


" Bagaimana kalau kita ke pantai saja."


" Baik Tuan."

__ADS_1


__ADS_2