
Enzio akhirnya membangunkan Viona yang tertidur di sofa.
" Viona bangun!"
" Viona..bangun!"
Viona masih juga belum membuka matanya, Enzio berdecak kesal sambil menggelengkan kepala.
" Ck..VIONA BANGUN!"
Viona akhirnya terbangun kerena suara Enzio yang terdengar kencang, diri nya kelabakan langsung duduk, rasa kantuknya hilang seketika melihat Enzio sudah berada jarak dekat dengan dirinya. Wajahnya pucat dan juga malu pada Enzio.
" Ma-maaf Tuan, saya tertidur." Viona berdiri sambil merapihkan seragam dan rambutnya.
" Kau benar benar tidak bisa menjaga ku. Viona..bisa bisa nya kau tertidur."
" Iya maaf.." sambil mengatur nafasnya.
Viona melihat jam di pergelangan tangannya sudah pukul 12 siang, rupanya ia tertidur selama 2 jam. Ia pun harus menyiapkan makan siang untuk Enzio.
" Tuan sudah waktunya makan siang, saya siap kan sebentar!"
Viona bergegas keluar, wajah nya pucat karena mendapat bentakan dari Enzio sampai kening nya berkeringat. Sampai di luar kamar pasien Enzio, Viona terhenti ia menarik nafas dalam dalam lalu di hembusnya kemudian ia meneruskan langkahnya.
Viona sudah kembali sambil membawa makan siang untuk Enzio sebelum ia masuk ke ruang kamar Enzio, teman rekan nya Mia memanggil Viona.
" Viona."
Viona terhenti langkahnya, lalu menoleh pada Mia.
__ADS_1
" Mia.."
" Ahh..kemana saja kau? sudah satu Minggu aku tidak melihat mu?"
" Aku merawat pasien Enzio..dia selalu menahan ku, ruang gerak ku kini selalu diperhatikan olehnya." wajah Viona nampak kesal terlihat oleh Mia.
" Apa dia masih marah marah pada mu?"
" Iyaaa..kadang aku tidak bisa menebaknya sebentar lembut sebentar kasar...aku sudah bosan terhadap nya.
Membuat Mia terkekeh
" Tapi mau bagaimana lagi..kau sudah dikontrak oleh nya kami pun tidak bisa berbuat apa apa termasuk Papa Smith."
" Aku sudah rindu pada kalian semua..bahkan aku pun belum bisa bertemu dengan teman teman ku yang lain, aku ingin minum di cafe jalan ke mal..huhh! aku butuh healing."
Mia tertawa lebar mendengar keluhan rekan sekerja nya sekaligus sahabat nya itu.
" Coba kalian culik aku deh."
Mia makin tertawa.
" Kalau kami menculik mu, lalu membawa mu ke cafe kami bisa di pecat. Viona." Mia tekekeh.
" Ya sudah aku masuk dulu, Mia! untuk membawa makan siang pasien ku yang galak itu."
" Baiklah..Sampai ketemu nanti."
Viona mengangguk, keduanya pun kini berpisah arah. Viona sudah masuk lalu meletakkan baki berisi makan siang untuk Enzio itu meja nakas.
__ADS_1
" Tuan makan siang dulu."
,
,
,
,
,
😍😍😍
Jangan lupa beri like n komen ok..!
🙏🙏👍👍
Hari pun berlalu tinggal menunggu 2 hari lagi Enzio akan kembali ke kediamannya bersama perawat pribadi tentunya, Viona. Enzio sudah di teraphy dan di jemur oleh Viona, selesai makan siang Enzio kini sedang bekerja, sedangkan Viona meluangkan waktu nya membantu perawat lainnya tentu Enzio sudah mengijinkan Viona. 2 jam lamanya Enzio bekerja dirinya tersadar Viona belum kembali. Ia melihat jam sudah pukul 3 sore Enzio ingin istirahat ia sudah menutup layar laptop nya.
Sambil menunggu Viona datang, Enzio melihat pemandangan dari balik kaca jendela kamar, mata nya melihat lihat banyak pada halaman rumah sakit. Banyak pasien dan perawat yang berlalu lalang. Namun ia tidak sengaja bola mata Enzio menangkap dan melihat seorang wanita yaitu Viona sedang berjalan dengan seorang pria.
Terciri oleh Enzio pria itu memakai jas putih, sepertinya pria itu adalah seorang Dokter yang cukup tampan. Viona terlihat asik jalan berdua dari luar akan menuju kembali ke rumah sakit.
" Dari mana Viona?" gumamnya.
Enzio masih terus memperhatikan Viona nampak Viona berjalan sambil tertawa lepas terlihat bahagia dengan pria itu. Pria itu sempat memegang tangan kanan Viona yang ingin menggandeng Viona, namun gerakan yang Enzio perhatikan Viona buru buru lepas dari pegangan pria itu, Viona terlihat Kembali tertawa bersama pria itu.
Namun saat itu juga Viona tidak sengaja matanya melihat ke atas pada jendela kamar Enzio, nampak oleh Viona Enzio sedang menatapi dirinya dari balik kaca jendela kamar, tatapan nya ke arah Viona terlihat nyalang ekspresi Enzio menurut Viona sedang marah pada nya. Viona langsung bergegas meninggalkan Dr. Josh untuk masuk ke kamar Enzio ia tidak mau Enzio menegur keras pada nya atau mendapat bentakan dari Enzio. Viona sadar dirinya telah meninggalkan Enzio di kamar yang sedang mengerjakan pekerjaan nya selama 2 jam lamanya. Padahal Enzio memberi ijin pada Viona 1 jam saja, itupun Viona beralasan pada Enzio akan membantu perawat lainnya.
__ADS_1
Enzio merasa dirinya cemburu pada pria tadi dari balik kaca jendela. Ia tidak terlihat suka melihat keakraban Viona dengan pria itu tadi, dirinya makin berfikir Viona yang ia kagumi jadi di samakan oleh istrinya, pengkhianat!.
Dirinya mulai terasa sakit di dadanya, Istrinya sudah berkhianat dengan sahabat nya, kini..ia mendapat kan sakit lagi melihat Viona berjalan berdua dengan seorang pria. Ia mengepalkan kedua tangan nya, ia ingin marah pada Viona saat ini juga. Rasanya ia harus melampiaskan kekesalannya pada Viona.