Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Kau Mencintai Ku Viona?


__ADS_3

Sapuan bibir Enzio dari leher Viona kembali di bibir Viona. Dalam pejaman mata Enzio, gadisnya bila sudah terbuai oleh ciumannya yang lembut sangat mudah di kendalikan. Hari ini Enzio tidak mau melakukan nya dengan kasar atau memaksanya, ia mau menunggu Viona yang memintanya.


Enzio melepas pagutannya sesaat dari bibir Viona, matanya melihat Viona yang masih terpejam, Enzio tersenyum lalu bibirnya mulai mendarat pada bahu Viona tangan Enzio sedikit menurunkan lapisan luar busana tidur Viona agar leluasa mengecupi bahu Viona. dengan giginya menarik tali dalaman busana tidur Viona. Bibir Enzio kembali mengecupi bahu Viona, bahu Viona di hisapnya memberikan tanda merah di situ. Viona meringis sakit, namun dengan cepat tangan Enzio meremas dada kanan Viona. Viona memekikkan suara saat Enzio bersamaan menghisap bahu dan meremas dada Viona.


Terasa sakit geli bercampur nikmat. Viona mende**h nafasnya mulai tidak beraturan, Viona mulai bergairah. Enzio menambah kan rangsangan pada Viona ia sudah tahu gadisnya membutuhkan usapan pada kedua dada nya. Enzio ingin memainkan kedua dada Viona sekaligus ia rindu dada Viona yang bulat sekal dan ranum itu. Tak puas hanya memainkan kedua dada Viona dari luar baju tidur Viona. Enzio meloloskan baju dalam Viona hingga merosot sampai sikut.


Terpampang kini bulatan kedua dada Viona yang mengagumkan di mata Enzio. Pucuk pucuk dada Viona sudah mencuat, Enzio langsung menangkup kedua dada Viona dengan gerakan memutar dan menekan ia tidak mau mere*** dada Viona kencang. Ia tidak mau permainan nya menyakiti Viona.


Nafas Viona mulai terengah engah desa***nya semakin terdengar indah di telinga Enzio saat ibu jari dan telunjuk👌 Enzio memainkan pucuk pucuk dada Viona memutar seperti mencari siaran gelombang radio😋


" Tuaann..hahhh..hahhh."


" Heumm..apa sayang?" ucapnya lembut.


Enzio masih memainkan pucuk pucuk dada Viona, ia ingin lihat gadis nya meracau.


" Tu- tuuann hahh..eunghhh..hahhh."


" Kau mencintai ku Viona?" Enzio sambil mengecup bibir Viona.


" Hahh..hahh..iya Tuann..hahhh."

__ADS_1


" Iya apa sayang?" ucap nya bisik.


" Sa- hahh.. yaa mencintai Tuann..Tuan saya sudah tidak tahan." sambil menggigit bibir nya.


Enzio Kembali memagut bibir Viona tangannya menahan leher Viona, untuk semakin dalam pagutan nya.


" Aku tidak mau memaksa mu sayang, kau mau melakukanya kembali?" ucapnya di ceruk leher Viona.


Viona masih memejamkan mata ia sudah sangat terangsang karena karena pekerjaan tangan dan bibir Enzio. Viona sudah kehilangan akal sehat nya tertutup oleh gairah yang Enzio berikan.


" Hahh..hahh..eungghh..."


Viona mengangguk pelan masih memejamkan mata, Enzio tersenyum. Enzio langsung menggendong Viona ala bridal. Enzio melangkah mata nya mencari ranjang tidur Viona, hanya beberapa langkah matanya sudah tertuju pintu kamar Viona lalu tubuh Viona di baringkan di ranjang Viona. Enzio melepaskan celana dan CD nya, ia langsung mengungkung Viona kedua dada Viona sudah nampak sedari tadi. Enzio kemudian menatap wajah Viona.


Viona menelan Saliva nya kedua bibir terbuka nafasnya masih terdengar terengah engah, ia sama menatap wajah Enzio


" Eunghhh..hahh hahh...." Viona mengangguk.


" Aku akan melakukannya lembut, sayang."


Viona mengangguk.

__ADS_1


" Kau gugup?"


" Hahhh..hahh.." Viona mengangguk.


" Tenanglah!..lingkarkan tangan mu di leher ku!"


Kedua tangan Viona di letakkan di punggung Enzio perlahan lalu melingkar di leher Enzio.


Enzio mencium kembali bibir Viona dipagutnya dan dilu**t nya bibir Viona, Viona membalas ciuman Enzio.


Kedua nya kini sudah polos, Enzio memberikan rangsangan kembali pada Viona setiap bagian milik Viona di sentuh dan di kecupnya, bahkan kini Enzio wajahnya sudah di hadapkan pada bagian bawah Viona. Ia ingin memainkan bagian bawah gadis nya dengan lidah nya. Enzio baru kali ini memainkan bagian lembah Viona dengan lidah nya. Viona semakin menggeliat kepalanya sampai mendongak menatap langit langit kedua tangan nya mencengkram ujung bantal.


" Tuann..hahhh..hahh..."


Enzio wajah nya mendongak menatap gadisnya terlihat sangat seksi saat wajahnya terpejam.


" Kau baru merasakan ini sayang." Enzio tersenyum.


" Sudah hahh..hahh Tuuann."


Enzio mulai penyatuannya dengan Viona, bagian kerasnya akan di benamkan perlahan ia tidak mau Viona merasakan sakit karena miliknya yang besar dan panjang. Pinggulnya sudah di posisikan tepat di bagian bawah Viona ia mulai mendorong perlahan, sangat sempit di dalam nya. Enzio terus mendorong lagi sampai benar benar terbenam. Bibir nya langsung mengecupi kedua mata Viona lalu mendarat di kening Viona, kemudian pinggulnya mulai digerakkan maju mundur.

__ADS_1


Penyatuan Enzio dan Viona malam itu benar benar panas dan menggairahkan, keringat peluh membanjiri seluruh tubuh keduanya Enzio yang selalu memimpin selama penyatuan nya bersama gadisnya yang sangat dia cintai nya itu. Enzio dan Viona sama sama mendapat kepuasan, Enzio mendapat pelepasan hingga 4 kali. Percintaan itu di lakukan sampai pukul 3 pagi.


__ADS_2