
Setelah memberikan makan Enzio, Viona lalu membawa piring kotor itu lalu meminta Enzio untuk pulang dari tempat kediaman nya.
" Tuan sebaiknya pulang."
" Aku masih mau di sini dulu, Viona."
" Ini sudah malam, Tuan segeralah pulang dan istirahat!"
" Aku mau menginap di sini."
" Eugh? apalagi sih Tuan ini." ucapnya dalam hati.
" Tuan sudah makan sudah minum trus..mau tidur di sini? memang nya di sini hotel Tuan?"
" Aku sudah kenyang, aku lelah kalau aku ngantuk di jalan nanti mobil ku masuk jurang."
Viona jadi memikirkan perjalanan rumah Enzio memang jauh di tempuh bila dari tempat kediamannya.
" Ya sudah saya mau mandi dulu."
" Kau mandi saja aku tunggu!"
Selesai Viona mandi dan berpakaian Viona melihat Enzio sedang memejamkan mata, ia mendekati Enzio yang duduk sambil tertidur Viona memang sudah tahu jam 9 waktunya Enzio istirahat. Viona menghela nafas ia kasihan pada Enzio yang tertidur tidak nyaman Viona mendengar dengkuran halus Enzio. Viona lalu membangun Enzio untuk meminta Enzio membersihkan tubuhnya dulu.
" Tuan." ucap Viona lembut.
" Euh.."
Enzio langsung terbangun, melihat Viona yang sudah berbusana pakaian tidur.
__ADS_1
" Tuan bersihkan tubuhnya dulu ya!"
Enzio mengangguk.
Viona langsung membantu melepaskan jas Enzio, Enzio sedikit memundurkan punggungnya. lalu jas Enzio di gantung di hanger baju. Enzio beranjak dari sofa lalu Viona memberikan handuk kecil pada Enzio dan sikat gigi yang baru.
" Ini Tuan handuk kecil dan sikat gigi tapi..saya tidak punya kaos ganti yang ukuran besar."
" Tidak apa Viona biar aku tidur pakai kemeja ini saja."
" Tuan mandi sana!"
Enzio sudah membersihkan tubuhnya ia terlihat segar. Ia hanya memakai celana panjangnya saja Enzio keluar dengan telanjang dada lalu kemeja nya ia berikan pada Viona. Melihat Enzio telanjang dada Viona kagum pada dada Enzio yang berotot dalam lubuk hatinya ia sudah lama tidak melihat tubuh Enzio yang kekar dan berotot. Namun mata Viona tidak mau lama lama mengagumi tubuh Enzio.
Viona menggantung kemeja Enzio, Enzio ingin tidur dengan telanjang dada saja. Viona lalu memberikan Enzio bantal dan selimut.
Viona lalu memadamkan lampu itu, namun Enzio menarik pinggang Viona. Viona tersentak kaget Enzio memeluk Viona mata nya menatap lekat lekat pada wajah Viona.
" Sayang aku mau tanya?"
" Kenapa Tuan?"
" Kau menjalin hubungan dengan Devan?"
" Euh.."
" Jawab Viona?"
Viona menggeleng.
__ADS_1
" Kau berkencan dengan nya?"
" Saya tidak mau bahas ini Tuan, nanti Tuan marah marah lagi..saya takut kalau Tuan marah."
Enzio mengangguk.
" Maafkan aku sayang, aku selalu memikirkan kamu kembalilah pada ku! kau tidak mau bertemu dengan ku dan bicara pada ku..aku rasa nya sudah gila, Viona. Aku minta maaf."
Viona kemudian kedua tangannya terangkat dan menangkup pipi Enzio.
" Saya sudah memaafkan Tuan, hanya saja saya tidak sanggup lagi dengan sikap Tuan yang arogan..maaf Tuan." ucap Viona sangat lembut.
Ungkapan Viona pada diri Enzio membuat Enzio terenyuh hatinya. Tangan nya yang melingkar di pinggang Viona lalu berpindah membelai wajah dan rambut Viona, Enzio menatap manik kedua bola mata Viona.
" Maaf kalau sikap ku memang arogan..tapi ketahui di balik arogan ku pada mu aku, sayang sama kamu..aku bersikap arogan karena aku tidak mau kau dengan laki laki lain aku tidak mau kau lepas dari ku dan menjauhi ku, Viona..itulah aku."
" Aku terlalu posesif..tidak sanggup melihat mu dengan laki laki lain..kau mengerti kan?"
" Aku sudah melepas Caroline, dan aku tidak mau lagi melepas mu."
Wajah Viona menatap Enzio bola mata nya bergerak melihat kedua mata Enzio, lalu Viona mengangguk.
Enzio mulai memajukan wajah nya sambil kedua tangan nya menarik pelan wajah Viona, Enzio ingin mencium bibir Viona. Viona memejamkan mata saat Bibirnya mulai di cium dan di lum**t oleh Enzio. Pagutan bibir Enzio semakin dalam Viona perlahan membuka mulut nya, ia membalas ciuman Enzio. Namun di sela ciuman dalam Enzio, nafas Enzio mulai berat.
Ciuman Enzio menjalar ke pipi Viona lalu ke telinga Viona dan kecupan Enzio turun ke leher Viona. Viona masih memejamkan matanya ia menikmati kecupan bibir Enzio di kulit leher nya, Viona mende*** merasakan lidah Enzio yang mulai menjilat kulit Leher Viona.
" Anghhhh.."
Pegangan tangan Viona makin erat di bahu Enzio kepala Viona dimiringkan lalu wajah nya mendogak mengikuti sapuan lidah dan kecupan Enzio keduanya sama sama memejamkan mata.
__ADS_1