Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Wanita Yang Spesial


__ADS_3

" Kau sudah tahu, Zio kabarnya akan segera menikah Carol." Ucap Nick sambil membelai lembut punggung Caroline yang tangan nya melingkar di pinggang Nicholas.


" Zio? dengan perawat itu?" ucapnya pelan.


Nicholas mengangguk. Caroline menghela nafas pelan, Nicholas seperti mengerti perasaan Caroline dari hembusan nafasnya.


" Kenapa? kau tidak suka mendengar kabar itu, heum?"


" Aku bisa apa Nick? ya memang aku masih berharap dengan Zio kembali."


Nicholas tersenyum.


" Biarkan dia bahagia, Carol. Aku sebagai sahabat nya mendukung saja."


" Yeahh..karena kesalahan ku, mungkin Zio dulu terlalu memanjakan ku terlalu mencintai ku akhirnya aku lupa diri malah berselingkuh dengan mu."


" Sudahlah!..Zio sudah melupakan mu kau tidak usah memikirkannya lagi."


Caroline terlihat murung, dan sedih Ia melepaskan pelukan nya dari pinggang Nicholas kemudian duduk menyandarkan punggung pada kepala ranjang. Tanpa sadari matanya berkaca-kaca.


" Kau bersedih?" Nicholas ikut merebahkan punggungnya di kepala ranjang.


" Aku menyesal, Nick."


" Tapi kau tidak menyesal dengan ku?" Nick tersenyum.


" Ck.." matanya melirik pada Nick.


Caroline kemudian beranjak dari ranjang tidur masih dengan tubuhnya yang bugil masuk ke kamar mandi ia ingin membersihkan tubuhnya.


" Aku pinjam kamar mandi mu Nick."


Nicholas mengangguk.


Caroline keluar dari kamar mandi ia sudah berpakaian.

__ADS_1


" Kau mau kemana?" Nick menatap Caroline masih menutup bagian bawahnya dengan selimut.


" Aku pulang dulu, terimakasih untuk kamar mandinya." sambil melangkah meninggalkan Nicholas.


" Ok sayang."


Caroline memutarkan bola matanya ia jengah dengan panggilan Nicholas.


😍😍


Enzio sudah berada di depan pintu kamar Viona, ia datang tepat waktu menjemput Viona untuk makan malam berdua dan setelahnya Enzio mengajak Viona menginap di mansion nya, dirinya sudah rindu untuk bercinta dengan calon istrinya.


TOK TOK


Viona segera buka pintu, ia sudah menebak pasti Enzio yang datang, tangan Viona membuka pintu itu lebar mata nya menatap Enzio yang tersenyum pada Viona. Mata Viona kagum dengan penampilan Enzio, Enzio memang tampan namun di balut dengan model jas slim fit dua kancing depan, pria yang akan menjadi suami nya itu semakin gagah.


" Kau sudah datang, masuk lah dulu!"


Enzio mengangguk, lalu masuk ia masih berdiri menatap Viona yang sedang merapihkan sedikit rambutnya.


" Bisa kita jalan sekarang, Viona?"


" Tentu.."


Enzio mengajak Viona di sebuah restoran privat room ia sengaja agar tak ada yang iseng mengambil foto keberadaan mereka berdua, Enzio bisa menikmati makan malam yang tenang dan sangat romantis. Sambil menunggu hidangan makanan, Enzio mengeluarkan kotak yang berisi satu set perhiasan kalung gelang dan cincin berlian, juga jam tangan couple Alexan*** Chri***e.


" Untuk wanita yang spesial di hati ku, kau mau memakai nya?"


Viona mengangguk.


" Terima kasih..Zio."


Kemudian tangan Enzio memakaikan kalung berlian itu di leher Viona dan sekaligus jam tangan di pergelangan tangan kiri Viona, Enzio memang sengaja tidak menggunakan jam tangan karena tujuan nya ia akan memakai jam tangan couple itu. Viona bergantian memakaikan jam tangan di pergelangan kanan Enzio.


" Kau suka?"

__ADS_1


" Tentu modelnya pun sangat bagus."


Makanan pun sudah datang pelayan restoran meletakkan hidangan di meja dengan sangat hati hati. Seperti biasa Enzio selalu meminta Viona untuk di suapi. Makan malam mereka terlihat sangat mesra, di meja hidangan itu saling bergantian melayani. Keduanya nampak bahagia.


Enzio dan Viona sudah kembali, genggaman tangan Viona tidak pernah lepas dari Enzio sampai di ruangan kerja Enzio.


" Temani aku dulu ya!"


" Iya."


Enzio kemudian menaruh bokong nya di kursi meja kerjanya, ia mulai mengerjakan sedikit pekerjaan nya yang di tunda karena ia mengejar waktu untuk menjemput Viona, sebelum buka laptop nya Enzio memakai kacamata baca nya, ia mulai serius wajah nya seketika terlihat dingin. Viona memperhatikan wajah Enzio tidak berubah bila sudah di hadapkan dengan pekerjaan nya.


" Ingin di buat kan kopi?"


" Iya Viona." Enzio menjawab tatapan hanya pada layar laptopnya.


Viona kemudian bergegas membuat kan kopi untuk Enzio, setelah kembali ia membawa secangkir kopi itu di meja Enzio.


" Ini Kopinya."


" Hem."


Enzio mengangguk tidak melirik Viona yang meletakkan kopi untuk Enzio. Enzio seperti tidak nyaman dengan jas slim fit nya sepertinya menganggu gerakan tangan nya, Viona yang masih memperhatikan Enzio membantu melepaskan jas Enzio.


" Biar ku bantu."


Enzio sedikit memundurkan bahu nya, Viona menarik jas Enzio lalu di gantung. Enzio menyempatkan menyeruput kopi namun sama sekali mata nya tak lepas dari layar laptopnya


" Kau sangat serius sekali."


" Heum? kenapa sayang?" balas Enzio melirik sebentar pada Viona.


" Tidak...ya sudah aku tidak mau menggangu."


Viona hanya duduk di kursi berhadapan meja kerja Enzio. Merasa tidak tahu apa yang harus di lakukan Viona hanya memainkan ponselnya saja. Namun di lintas pikiran nya Ia berada di rumah Enzio rasanya ia sedang merawat pasien Enzio.

__ADS_1


__ADS_2