Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Zio dan Nick ke Club


__ADS_3

Viona terbangun ia masih memakai baju perawatnya, jam sudah menunjukan pukul 7 malam Viona hampir melewatkan makan malam nya bersama keluarga Alexander. Viona bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi, Viona tidak memakai baju perawatnya setelah berpakaian Viona keluar untuk makan malam namun di meja itu hanya Devan seorang diri. Devan rupanya sudah menunggu Viona untuk makan malam bersama Viona.


" Devan."


" Oh..kau sudah bangun, aku menunggu mu untuk makan malam."


Devan kemudian menarik kursi untuk Viona duduk.


" Terimakasih Devan."


Nampak wajah Viona sudah terlihat segar, perawat Ayah nya tertidur hampir 3 jam. Devan memperhatikan Viona saat Viona ingin duduk.


" Kau sudah terlihat segar."


" Iya Devan maaf yaa sudah membuat mu menunggu..apa Nyonya dan Tuan sudah makan?"


" Sudah Viona..aku memang menyuruh mereka lebih dulu makan biar aku yang menunggu mu rasanya..makan tidak bersama mu agak kurang berselera saja."


Viona tersenyum. Viona kemudian di meja itu melayani Devan ia mengambil makanan untuk Devan juga mengisi air di gelas untuk Devan. Devan memperhatikan Viona ia senang di layani oleh Viona. Rasa nya bagi Devan ia seperti seorang suami yang di layani istrinya. Devan hatinya pun menghangat.


" Silahkan Devan."


" Iya Terimakasih Viona."

__ADS_1


Kedua nya kemudian makan dengan tenang sesekali mata Devan melirik pada Viona.


" Viona."


" Iya."


" Besok aku ingin mengajak mu jalan, sebelum kau kembali."


Namun Viona teringat kembali dengan ancaman Enzio, juga tuduhan tuduhan Enzio pada dirinya. Membuat Viona tidak berani menerima kembali ajakan Devan, tapi dirinya juga berhak bebas melakukan apapun. Namun seketika pikirannya berubah tidak masalah Devan mengajak dirinya jalan karena ia memang sudah tidak mau lagi berurusan dengan Enzio.


" Baiklah Devan."


" Ok..tunggulah! sepulang dari kantor aku usahakan pulang cepat."


" Viona."


" Aku ingin tanya..apa kau dengan Enzio sedang dekat?"


Viona terdiam, dirinya memang sudah mencintai Enzio cuma mengingat kejadian kemarin membuat Viona sudah membenci Enzio.


" Maksud ku..kau pernah merawat nya apa memang Enzio berlanjut dan menyukai mu?"


Viona masih diam ia menarik nafas dalam dalam.

__ADS_1


" Tidak Devan aku dengan Enzio hanya berteman."


Devan terasa lega mendengar nya itu artinya Viona memang belum di miliki siapa pun.


😍😍😍


Di sebuah Club, Nicholas sedang menunggu Enzio, Nicholas menghubungi Enzio saat dalam perjalanan pulang dari kantor mengajak Enzio untuk minum. Walaupun Nicholas sudah menusuk nya dari belakang namun Enzio memang tidak bisa membenci sahabat kental nya itu kedua nya memang seperti ibarat ke*cing dan T*i 👍 persahabatan yang terjalin semenjak mereka SMA.


Enzio sudah lama sekali tidak berkunjung ke club' dengan sahabat Keparat nya itu.


" Kau memang sahabat setan, Nick." Enzio menyapa Nicholas yang minum di meja bar.


" Kau sudah datang."


Enzio kemudian duduk lalu memesan minuman, Nicholas memang tidak bisa jauh dari wanita. Nicholas minum sambildi temani wanita yang cantik dan sexy. Saat seorang wanita cantik dan tak kalah sexy dengan wanita yang di samping Nicholas, menghampiri Enzio lalu menggoda Enzio.


" Halo Tuan tampan."


Wanita itu langsung duduk di samping Enzio memperlihat kan dadanya yang besar dan kedua pahanya pada Enzio. Enzio tidak menanggapi wanita yang di pesan Nicholas itu.


" Ayolah Zio..bersenang senanglah!"


Tawaran yang sangat menggiurkan dari Nicholas namun Enzio enggan menerima nya. Sekarang ini ia hanya butuh kehangatan Viona. Semenjak merenggut paksa Viona rasa nya ia ingin kembali menuntaskan nya bersama Viona saja. Enzio memikirkan Viona

__ADS_1


Lanjut besok ok!


😍😍 Happy reading WK


__ADS_2