Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Kau Tetap Di Sini


__ADS_3

Dr. Smith sudah memeriksa hasil tulang kaki Enzio semakin membaik, Enzio boleh menggunakan tongkat saja. Setelah itu Viona akan membawa Enzio untuk melakukan fisioteraphy dan belajar berjalan menggunakan tongkat.


Dr.Smith juga menyarankan Enzio harus diet ketat untuk menurunkan beberapa kilo berat badan nya agar Enzio dapat menumpu tubuhnya dengan kedua kakinya dan bisa berjalan normal, sejak Enzio pasca operasi dan di rawat di rumah Enzio memang mengalami kenaikan berat badan tubuhnya semakin berisi.


" Enzio kau harus turunkan berat badan mu! kau terlihat gemuk akhir akhir ini." Ucap Smith


" Iya benar Tuan..lihat pipi Tuan sudah seperti bapaw hahahaha.." Vioana tertawa geli.


" Eugh? Enzio melotot pada Viona.


" Baik Dokter..." balas Enzio


" Ayo Tuan!, Tuan sekarang belajar jalan menggunakan tongkat."


" Iya Viona..dan kau juga awas setelah ini kau akan ku tindih dengan tubuhku kita olah raga di ranjang." Enzio tersenyum nakal.


" Eugh?" Sungguh, Viona sudah jijik dengan ucapan Enzio.


Saran dari Dr. Smith di ikuti Enzio ia kembali rutin berolah raga. Viona selalu menemani Enzio apapun kegiatan Enzio di rumah dan kantor Enzio. Viona juga yang mengatur pola makan Enzio.


😍😍😍


Selama menggunakan tongkat tubuh Enzio kembali ideal lemak lemak yang sudah mengganggunya sudah hilang, tubuhnya justru menjadi kekar dan membentuk seperti kepala ular kobra selama 3 bulan Enzio berolah raga. Ia sangat bekerja keras mengolah tubuhnya, semangat untuk sembuh sungguh luar biasa ia akan mengembalikan rasa percaya dirinya. Viona gadis yang di milikinya memang membuat dirinya semangat dalam hidupnya baik kesehatannya dan karirnya.


Viona sendiri tinggal menunggu waktu sampai Enzio sudah bisa berjalan normal, selesai kontraknya ia akan kembali bekerja di rumah sakit, dirinya juga berharap tidak ingin bertemu dengan Enzio itu saja.

__ADS_1


Enzio saat ini berada di dalam ruangan kantor bersama Viona, Keduanya sedang asik bicara di sebuah sofa.


TOk TOK


" Tolong kau buka kan pintu nya Viona!"


" Iya Tuan."


Belum saja Viona memengang handel pintu, pintu itu sudah terbuka. Nampak seorang wanita cantik anggun dan sangat mempesona.


" Halo Zio."


Enzio langsung menoleh melihat siapa yang masuk kedalam ruangan nya.


Viona masih terdiam menatap tamu seorang wanita yang belum di suruh nya masuk dari belakang, ia hanya berdiri dekat pintu, namun melihat Enzio ingin beranjak dari kursi sofa Viona langsung bergegas membantu pasiennya untuk berdiri dan memberikan kedua tongkat pada Enzio.


Wanita itu melihat Enzio yang berstatus masih suaminya terkejut Enzio menggunakan tongkat, ekspresi wajahnya seketika seperti tidak percaya.


" Bagaimana keadaan mu, Zio?"


Wanita itu mengerutkan bibirnya.


" Ada apa kau datang kesini, Caroline?"


Enzio ingin duduk di meja kerjanya, Viona dengan sigap menuntun Enzio sampai kursi CEO itu.

__ADS_1


Wanita itu memperhatikan perawat Enzio, yang menuntun jalan Enzio. Ia menurunkan sudut bibirnya saat ia melihat Enzio melangkah jalannya agak pincang.


" Zio..aku tidak punya banyak waktu aku kesini agar kau segera menandatangani surat perceraian itu."


Tatapan nya kini beralih pada Viona, Viona dengan sadar ingin memberi waktu pada tamu pasien nya untuk bicara, ia pun memilih untuk keluar dari ruangan Enzio.


" Tuan saya sebaiknya keluar dulu."


" Tidak kau tetap disini!"


" Tapi Tuan.."


Enzio langsung menahan Viona tangannya menggenggam tangan Viona, menjadi perhatian Caroline istri Enzio.


" Kau perawat Zio?"


" Iya Nyonya, Tuan Enzio pasien saya."


" Hem..." tersenyum remeh. "Perawat dan sekaligus pemuas suami saya..."


Viona langsung terasa sesak mendengar ucapan wanita itu. Viona ingin melepaskan genggaman dari Enzio namun genggaman Enzio semakin erat.


" Aku akan tanda tangani surat itu, dan sebaiknya kau pergi dari sini."


Caroline tidak menduga dengan jawaban Enzio, Caroline melihat Enzio sangat berubah, tujuannya ke kantor Enzio sebenarnya ia ingin tahu apakah Enzio akan memohon mohon untuk tidak meninggalkan nya, namun Caroline salah pendapat Enzio sepertinya sudah tidak perduli padanya. Karena yang Caroline tahu Enzio sangat mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2