METAVERSE BIRU

METAVERSE BIRU
BUNDA DI UNIVERSE WAR


__ADS_3

Pertandingan final antara GGS melawan Heiter berlangsung seru ditonton secara streaming oleh puluhan juta orang di seluruh dunia. Termasuk ayah, bunda, Faiza, keluarga mang Asep, keluarga tante Nisa, kakek guru, dan kerabat handai taulan semua. Faiz berusaha fokus bermain bersama avatar Shisimaru kesayangannya. Tak peduli menang atau kalah, ia berusaha memberikan yang terbaik dan mengabaikan apapun yang bisa merusak konsentrasinya. Heiter sangat tangguh. Pilihan-pilihan avatarnya pun sedikit berbeda dari permainan tim Heiter sebelumnya. Keith yang biasanya memakai avatar yang jago pedang kali ini memilih menggunakan avatar Sinisuka yang merupakan ninja yang kemampuannya serupa dengan avatar Shisimaru yang dikendalikan Faiz.


Asyiknya memakai avatar ninja itu bisa berlari sangat cepat naik gunung turun lembah untuk bersembunyi dari musuh lalu meluncurkan panah beracun atau melempar granat dari tempat persembunyian. Kalau kondisi prima avatar ninja bisa memanah dengan kecepatan tinggi sambil berlari. Meski Faiz juga mahir mengendalikan avatar modern seperti Gun, Mario atau Silvester yang jago menembak dan bisa mengemudi pesawat tempur, tapi mister Yamagata telah memilih avatar Shisimaru dalam pertandingan kali ini. Faiz harus siap menghadapi apapun.


Universe war adalah permainan simulasi perang paling canggih dan diminati ratusan juta gamer seluruh dunia. Permainan simulasi perang sangat diminati sebab perang adalah naluri alami manusia yang terjadi dari masa ke masa. Berdasarkan sejarah dunia, perang sering berdampak besar merubah suatu peradaban. Salah satu hikmah yang diperoleh dari permainan ini adalah keahlian mengenali kekuatan masing-masing avatar yang menjadi pahlawan, logistik, dan situasi medan perang. Atas dasar itu kemudian dikembangkan taktik dan strategi untuk memenangkan peperangan dalam waktu singkat. Hal ini sejalan dengan nasehat ahli strategi perang China Bernama Sun-Tzu. Untuk mengukur hasil dari peperangan kita perlu menilai situasi yang dilakukan atas dasar lima kriteria, yakni; jalan (tao), iklim, medan, komando, dan aturan. Mister Yamagata telah menjalankan fungsinya sebagai jenderal tentang Jalan (tao) yang bisa membuat pikiran para


pemain hanya tertuju pada kemenangan mutlak. Ia juga telah menjabarkan dengan jelas titik komando dan aturan internal yang wajib dipatuhi setiap pemain demi kenyamanan bersama dan kemenangan tim. Tinggal Faiz dan teman-teman sebagai pahlawan GGS mengeksekusi strategi itu dalam pertandingan seakan-akan mereka dengan keahlian masing-masing berada dalam satu batalyon militer yang sedang berhadapan dengan musuh negara.


Sejak awal pertandingan Keith jelas mengincar dirinya sebagai sesama ninja untuk perang terbuka dengan menguntit


kemanapun Shisimaru berada. Keith punya keuntungan bisa belajar bagaimana cara Baby F mengendalikan ninjanya dari video puluhan pertandingan sebelumnya. Sementara Baby F masih harus menghabiskan waktu buat menganalisa pola permainan Keith yang sebelumnya belum pernah terlihat bermain dengan avatar ninja. Tak bisa dianggap remeh. Keith ternyata cukup mahir memainkan avatar Sinisuke. Mampu menghilang dalam sekelebat mata. Tahu-tahu muncul di suatu tempat dan ada pasukan musuh jatuh terpanah oleh anak panah beracun yang begitu cepat diluncurkannya. Sinisuke juga bisa tiba-tiba menghancurkan gedung musuhnya meski harus kehilangan banyak amunisi dan darah.


“Baby F, konsentrasi utama lawan Sinisuke dan kumpulkan amunisi sebanyak-banyaknya. Bantu avatar lain nomor dua. Bikin Sinisuke lemah kehilangan banyak darah dan amunisi.” perintah Boni yang merupakan komando tertinggi setelah coach Yamagata.


“Siap.”


Faiz segera menyiapkan konsentrasi penuh sesuai instruksi Boni. Siap head to head dengan avatar Sinisuke yang dikendalikan Keith. Teriakan, makian dan dukungan yang dilontarkan fans GGS maupun Hieter harus diabaikan. Sayangnya suara-suara bising itu sangat mengganggu konsentrasinya. Apalagi ditambah desing peluru, bom, hancurnya gedung, dan deru pesawat tempur terdengar nyata. Benar-benar gaduh dan mencekam seperti kondisi medan perang yang sebenarnya. Kondisi polusi suara diperparah dengan ada penonton yang sok tahu mengatur dan memaki pemain seenak udelnya sendiri. Di sinilah letak kesulitan bermain universe war dalam tim. Pemain harus benar-benar mengenal suara komandannya dan cepat memikirkan taktik jitu untuk menjatuhkan avatar lawan dalam hitungan kurang dari satu detik dan dalam kondisi tetap waspada penuh terhadap serangan lawan yang tiba-tiba datang dari segala arah. Di samping itu pemain juga harus jeli memperhatikan kondisi sekitar dan menolong anggota tim di dekatnya yang sedang dalam kondisi terdesak lawan. Jangan sampai terjadi adegan bunuh diri yang memalukan, bukannya menyerang lawan tapi membunuh rekan satu tim sendiri.


Cukup lama Faiz head to head dengan Keith yang diselingi membantu kawan sekaligus mencari tambahan amunisi dan logistik perang yang tersimpan di gudang-gudang tersembunyi. Ia lebih banyak bertahan daripada menyerang lawan. Baby F tak pernah buang amunisi percuma. Harus yakin kena target. Beberapa kawan dan lawan sudah kehabisan nyawa. Setelah satu jam lebih pertempuran, di pihak GGS hanya menyisakan Boni, Jose, Andre dan Baby F. Sementara di pihak Haiter masih punya 6 orang pemain. Suasana makin panik dan mencekam.


Fans sudah banyak yang kecewa dan putus asa melontarkan makian yang bikin telinga terbakar. Salah Langkah sedikit sudah dibodoh-bodohi bertubi-tubi dengan makian kasar. Faiz yakin bunda, Faiza dan ayahnya sudah tutup telinga saking tidak tahan anak dan saudaranya dimaki-maki cuma karena kesalahan kecil yang dilakukannya dalam sebuah permainan.

__ADS_1


"Goblok, Baby F. Jangan lari ke situ. Ada granat dipendam dekat semak-semak."


"Berisik banget. Kampret. Nggak usah sok ngatur, ini Shisimaru lagi dipindahin." Faiz mengeluh dalam hati. Kepalanya mulai terasa berat dan lehernya tegang.


BUM. Granat meledak. Shisimaru selamat. Para fans bersorak sorai kegirangan.


Faiz diam sebentar, sementara Shisimaru diberi kesempatan istirahat di tempat tersembunyi. Keduanya perlu mengambil banyak oksigen buat memenuhi paru-paru dan membuang racun karbon dioksida agar otak lebih segar dalam menyusun taktik perlawanan selanjutnya.


"Keluar, Baby F! Jangan kelamaan ngumpet lo. Banci."


"Keluar, Baby F. Bantu Jose. Dia ampir mati."


"Baby F cemen."


"Baby F, jangan ngumpet lo. Juara apaan lo. Pecundang. Dari tadi nggak berani nyerang, kerjaannya cuma ngumpet sama ngumpulin amunisi doang. Percuma kalau kerjaannya ngumpulin amunisi doang. Baby F nggak pantes jadi pemain universe war. Pantesnya jadi pemulung."


"Huu." sorak, tawa dan makin bercampur jadi satu. Berisik dan bikin emosi.


Astaga, baru 5 detik tak bergerak sudah banyak yang memaki-maki. Rasanya tubuh makin lemas. Lelah dan emosi bertumpuk jadi satu.


Dalam kondisi tubuh yang sangat lelah dan psikologis yang sangat tertekan sayup-sayup Faiz mendengar suara bunda berada di antara makian itu.

__ADS_1


“Bunda selalu berdoa untukmu, Sayang. Meski ini bukan ladang jihad yang sesungguhnya kamu harus semangat untuk menang. Pulanglah dengan kepala terangkat. Bunda bangga padamu, Faiz."


Suara itu terdengar samar, namun nalurinya mengatakan itu pasti teriakan bunda yang sudah kelelahan lahir batin menonton streaming perang memilukan yang melibatkan putera kesayangannya. Bunda pasti cemas dan ketakutan sebab suasana benar terasa bagai perang yang sesungguhnya. Mengerikan. Darah telah berceceran di mana-mana. Gedung-gedung rusak. Benteng pertahanan sudah hancur berantakan. Pesawat tempur telah ditembak jatuh hingga bangkainya berhamburan. Hati bunda pasti merasa hancur dan sakit tak terperi. Bertahan nonton hanya demi anaknya.


Desing peluru sudah jarang terdengar karena kebanyakan pemain sudah kehilangan nyawa. Mister Yamagata menyuruh pemain yang telah kalah nonton streaming di kamar masing-masing agar tak mengganggu konsentrasi pemain yang masih harus bertarung menghadapi musuh yang jumlahnya lebih banyak. Yang membuat resah hanya makian penonton yang keras dan bertubi-tubi.


Bayangkan saja bagaimana mental menang bisa bertahan pada situasi tim GGS telah kalah jumlah pemain. Dengan sisa pemain yang lebih sedikit itu ia tetap harus menyerang sekaligus waspada serangan lawan, membantu teman dan mendengar makian penonton dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana tidak rusak konsentrasi. Tangannya sudah kelu memegang stick. Lehernya sakit dan tegang akibat terlalu lama berhadapan dengan layar komputer dengan posisi yang sama. Matanya pedih. Capek fisik dan mental. Jiwanya benar-benar tertekan namun tetap harus rasional mencari taktik menjatuhkan lawan dalam hitungan kurang dari satu detik. Berat. Itu sangat berat. Meskipun orang selama ini menganggap Faiz anti sosial dan mampu mengontrol emosi dengan santai, tapi ketahanan emosi jebol juga bila tekanan telah melebihi batasnya.


Suara lembut bunda menaikan level ketahanannya terhadap berjuta tekanan yang menghantam psikologisnya. Harus berusaha menang sampai titik darah penghabisan. Semangat. Faiz menarik nafas panjang sejenak lalu memutar lehernya sampai berbunyi kretek kretek.


Setelah emosinya terkendali, Faiz berhasil memanah 2 pemain lawan yang dilihatnya celingak-celinguk ke sana ke mari kehabisan amunisi. Untunglah sejak awal Faiz menahan diri tidak banyak menyerang secara membabi buta dan terus mengumpulkan persediaan amunisi dan logistik. Pada saat yang hampir bersamaan Boni berhasil membunuh Sinisuke yang bersiap memanah Shisimaru saat sedang menarik busur panah beracunnya. Dengan lemparan granat avatar ninja yang dikendalikan Keith itu hancur jadi abu.


Penonton bersorak. Kembali optimis dan memberikan tambahan semangat. Sumpah. Penonton pertandingan universe war memang egois. Kalau tim menang disanjung dan diberi tambahan semangat dengan pujian serta melemparkan saweran pada pemain dalam jumlah yang kadang nggak masuk akal. Tapi saat kondisi terdesak tak henti memaki-maki dengan kata-kata kasar dan hempasan amarah yang menggebu. Mereka tak mau peduli tekanan psikologis yang dihadapi pemain. Mereka orang-orang kalap yang tak bisa mengendalikan emosi.


Untung ada bunda. Dalam kondisi tertekan batin pun bunda tetap berdoa untuk anaknya tanpa peduli anaknya telah mengecewakannya. Kalau saja semua penonton yang sebaik bunda, apa yang akan terjadi? Entahlah. Mungkin universe war tidak akan jadi candu tanpa ulah emosional dan makian kasar itu.


Pertandingan berakhir dengan menyisakan Baby F dan Boni yang masih bernyawa meski dengan banyak luka yang berdarah-darah. Amunisi masih lumayan banyak. GGS menang telak. Penonton bersorak sorai. Sementara Faiz dan Boni langsung terkapar. Lelah. Pertandingan ini sangat menguras emosi dan energi.


______


Semoga kondisi perangnya tergambar ya. Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


Love you all😘


__ADS_2