METAVERSE BIRU

METAVERSE BIRU
GAGAP


__ADS_3

Malam ini selepas shalat Isya Doni kembali mengajak mengunjungi club resto holy holyday karena ada fans yang mengadakan pesta ulang tahun di sana. Sebenarnya Faiz malas pergi. Ia sudah berencana akan mengurung diri di kamar main universe war atau melanjutkan uji coba terhadap aplikasi sistem pengaman jaringan yang dikembangkan programer sewaan pakde Bas. Ya. Faiz memang dipercaya untuk melakukan kontrol kualitas terhadap sistem keamanan jaringan yang dikembangkan perusahaan yang didirikan kakak ayahnya itu. Bahkan atas kontribusinya sejak awal pendirian, ia diberi saham 20% atas perusahaan penyedia jasa keamanan data dan jaringan itu. Lumayan. Sudah ada puluhan perusahaan yang menggunakan jasa perusahaan yang baru didirikan 2 tahun lalu. Pakde Bas tak memiliki pengetahuan mengenai pemrograman, makanya ia sangat tergantung pada Faiz untuk kontrol kualitas hasil pemrograman para pegawainya. Ia hanya pandai bicara dan memasarkan produk yang telah siap pakai pada pelanggan-pelanggannya.


Orang bilang yang dialaminya adalah gagap budaya. Sekian lama mengurung diri dalam kamar mulai membuatnya bosan. Namun di luar, pergaulan anak-anak Jakarta sangat berbeda dengan kehidupan pesantren yang dialaminya selama ini. Faiz merasa bingung dan takut salah pergaulan.


Contohnya selama seminggu ini ia mulai terbiasa keluar masuk club resto. Alasan awalnya karena ingin survei bisnis, tapi lama kelamaan ia mulai terbiasa dengan suasana dan pergaulan di club. Ia sudah tidak merasa pusing lagi saat berada di tempat yang lampunya kelap kelip warna warni dengan polusi bau asap rokok dan alkohol yang kental. Ia mulai berani mengenal orang-orang yang bertandang ke sana walaupun masih berusaha menjaga jarak. Ia sadar kehidupan seperti itu tidak sehat buat jiwa raganya. Kalau kakek guru atau bunda tahu, ia pasti kena marah. Akankah lama-lama ia terseret ke lingkungan pergaulan yang salah?


Anak-anak metropolitan kerap menganggap minum wine sebagai bagian dari pergaulan. Sementara agama bilang alkohol tetaplah haram. Meski ada Doni bersamanya, Faiz khawatir suatu saat bertemu dengan orang jahat atau iseng yang mencekokinya dengan hal-hal yang dilarang agama, entah itu alkohol atau obat-obatan terlarang.


"Malam ini Cheryl ulang tahun, Bos. Lupa ya? Dia fans yang sekolah di British internasional high school."


"Hm" Faiz sebenarnya tidak lupa. Ia hanya malas mengingat janjinya yang membuat gundah.


"Dia itu fans berat Baby F. Anak konglomerat yang namanya tercatat di forbes internasional. Sebagian anak fans base Baby F diundang hadir. Sesekali bos memang harus muncul buat membahagiakan fans. Sekalian meet and great."


"Hm." Masalahnya bukan meet and great gratis tapi club malam yang konotasinya buruk di matanya.


"Ini pesta sweet seventeen princess, Bos. Cewek itu kalau sudah merasa spesial pasti dia akan memberi balasan yang lebih buat kita. Kalau bos datang pasti menguntungkam buat bisnis kita ke depannya. Erick F Gray bilang, Whatever you give a woman, she will make greater. Apa pun yang kau berikan kepada perempuan, dia akan membalasnya dengan yang lebih besar. Dia pasti bakal dengan senang hati promo resto bos tanpa bayaran."


Ohya? Promo gratis? Menarik juga. Cheryl adalah selebgram yang punya ratusan ribu pengikut. Promonya pasti berpengaruh besar buat bisnis 'restonya para gamer' yang baru diinisiasi ke depan.


"If you give her sperm, she'll give you a baby. Jika engkau memberinya sper-ma, dia akan memberimu seorang bayi." Doni melanjutkan cuplikan kalimat Erick F Gray dengan tersenyum simpul. Mungkin pikiran kotornya tengah terbang ke mana mana. Mesum.


"If you give her a house, she'll give you a home. Jika engkau memberinya sebuah rumah (house), dia akan memberinya sebuah tempat tinggal (home)," lanjut Doni masih dengan senyum, tapi tidak mesum lagi. Sedikit lebih serius.


 


"If you give her groceries, she'll give you a meal. Jika kau memberinya bahan-bahan makanan, dia akan memberimu makanan yang telah dimasak."


Doni meninggikan suaranya. Senyum tak berhenti mengembang di bibirnya kalau bicara tentang falsafah wanita. Faiz sudah paham intinya, wanita itu berperilaku tergantung bagaimana dia diperlakukan. Dia harus diperlakukan dengan baik agar kita mendapat balasan yang lebih baik.

__ADS_1


Faiz tersenyum. "If you give her a smile, she'll give you her heart. Jika engkau memberinya senyum, dia akan memberikan hatinya kepadamu." Faiz melanjutkan istilah yang dipopulerkan penulis buku fenomenal itu.


Mendapatkan hati perempuan itu mudah, cukup dengan senyum dan kebaikan.


Keduanya terkekeh begitu ingat kalimat terakhir. “She multiplies and enlarges what is given to her. So, if you give her any crap, be ready to receive a ton of ****! Dia selalu melipatgandakan dan membuat lebih besar apa yang kau berikan padanya. Maka, jika engkau memberinya omong kosong, bersiaplah menerima satu ton sampah ataupun kotoran." ucap keduanya bersama-sama dan saling tatap.


Keduanya tertawa membayangkan dirinya dilempar ke tempat pembuangan sampah akhir Bantar Gebang gara-gara janji palsu. Amboi, pedihnya. Sadis. Perempuan bisa jadi sadis kalau diberi omong kosong.


"Dan kamu kemarin di chat box universe war sudah janji akan datang ke pesta ulang tahunnya, Bos. Memangnya kamu mau dianggap berbohong lalu dibalas dengan dilempar ke TPA Bantar Gebang?"


Faiz kembali muram. Akh, menyesal kenapa tempo hari terpancing untuk berjanji. "Aku pikir tadinya ulang tahunnya di rumah. Kalau tahu di club pasti aku nggak bakal janji. Aku nggak boleh ke luar malam sama bunda. Kamu kan tahu aku masih 15 tahun. Yakin aku bisa masuk club malam?"


"Itu mah gampang. Club itu sudah dibooking khusus untuk pesta jadi pengunjungnya terbatas, kamu tinggal nunjukin scan barcode undangan aja pasti bisa masuk."


Segampang itukah?


"Nggak sampai pagi kok, Bos. Hadir sejam aja di sana. Nanti aku antar pulang. Sebelum jam 11 malam dijamin sudah sampai rumah. Nanti aku yang ijin sama tante Ritha deh. Aku jaminannya. Bos nggak bakal kenapa-napa. Nggak usah mikir hadiah. Aku sudah siapkan kado buat bos bawa. Lagipula kehadiran bos pasti sudah jadi kado terindah buat dia."


Sampai di club holy holiday sudah jam 9 malam. Pesta sudah dimulai. Hingar bingar musik dan lampu warna warni telah menyala. Kue ulang tahun bertema Helena, salah satu pahlawan universe war terlihat besar, tinggi dan megah. Dekorasi bunga-bunga dan lampu hias tertata apik. Sebuah pesta ulang tahun yang sangat mewah.


"Selamat ulang tahun, Cheryl." ucap Doni pada gadis remaja bergaun hijau pupus yang mengenakan tiara kecil bertahta berlian di kepalanya.


Gadis berkulit bening bak mutiara tipe platinum itu menyambut uluran tangan Doni dan cipika cikipi dengan hangat. "Terima kasih ya, Don."


Faiz gemetar. Ia tak pernah hadir di acara ulang tahun seperti ini. Cipika cipiki dengan orang asing juga bukan kebiasaannya. Jadi kikuk.


"Selamat ulang tahun, Cheryl." sapa Faiz sambil mengulurkan tangan kanannya yang membawa kado. Sementara tangan kirinya di letakkan di depan wajahnya sebagai bentuk penghormatan. Kepalanya menunduk.


Cheryl menerima kado dengan sedikit canggung tapi ia tetap tersenyum ramah. "Hai, terima kasih."

__ADS_1


Cheryl menatap Faiz dengan takjub dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Kamu Baby F ya?" serunya riang.


Faiz mengangguk.


Gadis itu langsung memeluk lalu mencium pipi kanan dan kirinya dengan gemas. Ada kehangatan dan kebahagiaan yang mengalir secara spontan dan membuat jantung Faiz berdegup sangat kencang. Duh, kok jadi begini? Faiz semakin takut dan merasa bersalah. Tubuhnya kaku, membeku bagai patung. Bingung. Menghindar jelas nggak mungkin sebab pasti akan membuat malu Cheryl di hari bahagianya.


"Maaf, Cher! Bosku ini anak pesantren jadi lain kali harus jaga jarak ya. Jangan peluk dan cipika cipiki." Doni berbisik pelan dan ramah pada Cheryl, mencoba mencairkan suasana kaku di kedua belah pihak. Faiz mematung. Sementara Cheryl terlihat bingung dengan reaksi idolanya.


"Ah, begitu ya. Maaf ya aku exciting banget ketemu idolaku di universe war. Terima kasih sudah mau datang ke pestaku, Baby F. Kamu ternyata benar-benar baby face dan tampan." Cheryl tersenyum menampakan pipinya yang memerah seperti buah apel washington. Cantik sekali.


Faiz diam menunduk. Jantungnya masih berdetak tak beraturan. Setelah berbasa-basi Doni segera menarik Faiz untuk duduk di salah satu kursi dan memberinya sebotol air mineral dingin.


"Bos, bagaimana rasanya? Apa Bos mau menghukum diri karena nggak sengaja dipeluk perempuan bukan mahram?" tanya Doni sambil cengengesan.


Bagaimana rasanya dipeluk gadis cantik berkulit seputih susu anak konglomerat? Hangat, Bro. Apalagi sepertinya Cheryl sengaja menggesekan benda kenyal di dadanya itu pada tubuhnya. Wangi tubuh gadis yang parfumnya pasti mahal itu membuat terbang melayang ke angkasa. Spontan 'adik'nya menegang. Haruskah jujur menjawab demikian? Tidak. Itu aib. Tidak boleh ada seorang pun yang tahu perasaannya.


Faiz buru-buru mencari kiriman 1000 kata maaf dari berbagai bahasa yang pernah dikirim Doni dan Roi di gawainya. Secepat kilat ia mengirimkan ulang ke gawai Doni.


"Aku sudah kirim hukumanku." kata Faiz dengan wajah tersungut kesal.


Doni tertawa. Enak banget dia dapat menentukan hukumannya sendiri. Curang. Masak hukumannya sama dengan yang diberikan pada Doni dan Rio tempo hari.


"Kamu selalu punya privilege, Bos."


Ini baru awal pesta. Bagaimana selanjutnya ya? Faiz garuk-garuk kepalanya yang tak gatal. Bingung harus bersikap bagaimana. Nikmat tapi haram. Harus bagaimana dong?


________


Menurut reader Faiz harus bagaimana?

__ADS_1


Kirim kopi ☕ dan bunga ⚘ya buat sesajen semedi author. Mudah-mudahan cepat dapat ilham🤭


__ADS_2