METAVERSE BIRU

METAVERSE BIRU
AWAL TAFAHUS


__ADS_3

Kamar mandi adalah tempat paling nyaman untuk merelaksasi tubuh dan pikiran buat Faiz. Sebagian orang mungkin merasakan hal serupa. Wangi sabun yang segar dan air hangat memanjakan tubuh dan pikirannya. Bathtub yang ada di sebelah kamar Faiz itu lebih tepat disebut sebagai jacuzzi sebab bak mandi itu memiliki memiliki sistem jet bawah air yang dengan nyaman mampu memijat tubuh. Kata orang mandi di jacuzzi dapat menghilangkan Stress, mengurangi nyeri otot dan pegal-pegal, melancarkan peredaran darah, memperbaiki kualitas tidur, meringankan nyeri tulang dan sendi, menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah serta mampu menurunkan rasa cemas. Faiz termasuk jarang menggunakan jacuzzi. Lebih sering mandi di shower sebab lebih cepat dan praktis. Jacuzzi itu lebih sering digunakan Faiza yang kamarnya berada di sebelah kamar mandi. Bunda memang mendisain kamar mandi itu memiliki 2 pintu agar dapat digunakan bergantian oleh kedua anaknya. Satu pintu di kamar Faiz. Pintu lainnya berada di kamar Faiza. Ada kunci otomatis yang akan menutup salah satu pintu bila salah satu pintu dibuka. Itu sering membuat Faiza menangis lalu menjerit-jerit mengetuk pintu kamarnya karena Faiz lupa tidak menutup pintu kamar mandi di kamarnya padahal ia sedang ingin ke kamar mandi.


Ah, jadi kangen menjahili adik perempuannya yang manja itu. Bagaimana keadaan dia sekarang ya? Pasti berat pergi ke luar negeri tanpa ayah dan bunda. Apa dia betah tinggal di apartemen kak Amel yang cerewet itu?


Lupakan dulu tentang Faiza. Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya memulai tafahus tentang kematian om Ardi. Kasus om Ardi memerlukan pemeriksaan yang teliti. Semua orang telah sepakat om Ardi meninggal karena kecelakaan tunggal. Jawaban itu cukup logis sebab nyatanya memang mobilnya mengalami kecelakaan. Sebutir peluru yang kata eyang bersarang di dekat telinga kanannya ditutup dari publikasi dan pemberitaan media umum. Begitupun peluru yang berhasil meledak di ban mobil yang membuat kendaraan itu oleng hingga tergelincir di pinggir jurang. Hanya saksi hidup yang masih merekam kejadian itu sebagai pembunuhan, yaitu Rosyid dan tante Nisa. Fathia bahkan tak tahu menahu tentang hal ini.


Faiz tak ingin menanyakannya pada ayah sebab takut membebani pikirannya. Peristiwa itu pasti melukai hati ayah. Apalagi sekarang ayah sedang banyak masalah di kantor. Lebih baik bertanya pada bunda saja, sebab menurutnya karena tindakan bundalah yang menyebabkan ayah marah. Kemarahan ayah itu kemudian menjadikan tante Nisa dan Rosyid mengira ayah benar-benar mengirim penembak itu untuk membunuh om Ardi.


Orang lain yang harus ditanya selain bunda, adalah pakde Teguh yang telah bertahun-tahun menjadi bodyguard ayah. Pakde Teguh pasti tahu semua hal tentang kegiatan ayah di luar aktivitas kantor. Satu lagi yang penting untuk dimintai keterangan dan seringkali jadi trouble maker buat ayah, yaitu pakde Bas. Kakak kandung ayahnya itu memang sudah tidak lagi dengki pada ayahnya, tapi bisa jadi dia dengki pada om Ardi atau yang lainnya. Faiz tahu pasti, orang yang dibayar ayah untuk menyelidiki kasus ini kemungkinan besar adalah orangnya pakde Bas. Masak sih sudah 2 tahun berlalu penembak itu belum berhasil juga ditemukan. Mungkin pakde Bas sengaja menyembunyikan hasil penyelidikan yang sebenarnya. Ada banyak kemungkinan hipotesa awal yang dicerna oleh otaknya.


Rencana yang terlintas di kepalanya diingat satu persatu. Faiz akan mencatatnya nanti dalam sebuah catatan tersendiri.


Faiz menyudahi kegiatan mandinya dan menunggu Doni bergantian mandi dengan duduk membuka agenda milik om Ardi di kursinya yang olehnya dihadapkan ke jendela kamar. Lembar demi lembar dibukanya satu persatu. Tak boleh ada satu lembar pun yang terlewatkan. Agenda itu berisi catatan harian tentang jadwal pertemuan dan catatan ringkas hasil tiap pertemuan. Cukup rapi dan terstruktur. Aneh juga sebenarnya seorang direktur memiliki catatan cukup detail dalam buku agenda hariannya. Bukankah yang kegiatan yang seperti ini sebenarnya cukup dipercayakan pada sekretaris saja? Bukankah sekretaris digaji untuk mengatur jadwal, mengkoordinasikan pertemuan serta mencatat risalah rapat atau membuat dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai


tindak lanjut administratif dari tiap pertemuan pimpinan perusahaan tempatnya bekerja. Apa sekretaris om Ardi tak cukup dipercaya dan mahir untuk menangani pekerjaan kesekretariatan?


Ehm… tapi setelah dibaca lagi dengan lebih seksama, Faiz berkesimpulan bahwa om Ardi hanya membuat catatan-catatan ringkas tentang sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan operasional perusahaan seperti pertemuan dengan aktivis politik, tokoh masyarakat, dan yang lainnya. Sama sekali tak ada catatan tentang perkembangan


operasional perusahaan. Artinya mungkin om Ardi mencatat pertemuan yang bisa jadi tak dihadiri sekretarisnya. Catatannya pun tak banyak. Hanya beberapa kata penting yang artinya umum. Seperti mencari jejak, harus dipikir dan dikaitkan satu per satu dengan catatan lain untuk bisa paham apa kemungkinan yang dimaksud dalam catatan itu.


Baru membaca 5 lembar, Doni sudah keluar dari kamar mandi dalam keadaan bersih dan segar. Faiz menutup buku agenda bersampul hitam itu lalu menaruhnya dalam laci mejanya bersama dengan flashdisk dan berkas-berkas yang semalam diambil dari laci meja kerja om Ardi.


“Turun yuk! Bawa ransel kamu sekalian.”

__ADS_1


“Aku masih betah di sini, Bos.”


“Boleh di sini, tapi tidak di kamarku.”


Uh, pelit. Doni menggerutu dalam hati.


Doni mengangkat ranselnya dan menaruh di pundak sebelah kirinya. Diberi kesempatan masuk ke kamar Faiz saja sudah merupakan keistimewaan tersendiri. Doni yakin, selain para sepupunya mungkin belum ada teman yang diperkenankan masuk ke dalam kamar Faiz selain dirinya. Kelihatannya Faiz sangat tertutup dan menjaga privasinya.


“Eyang dan Fathia kemana, Bun? Kenapa nggak diajak makan bareng?”


“Sudah bunda ajak makan tadi. Eyang sudah ditunggu dengan rekannya, jadi harus cepat sampai rumah.”


“Aku yang mandinya kelamaan ya, Bun?”


“Lagian kamu kenapa kamu belum mandi? Begadang dan tidur pagi-pagi itu tidak baik untuk kesehatan, Iz. Jangan bilang kalau kamu nggak sholat subuh juga ya.” Ritha menatap tajam mata anaknya.


“Main pakai hp?”


Faiz merasa itu bukan pertanyaan yang butuh jawaban. Ia hanya tersenyum simpul. Diambilnya nasi dengan sendok besar yang berada di atas pinggan tempat nasi. Setelahnya ia mengambil mangkuk kecil lalu memasukan beberapa potong ikan cakalang woku belanga beserta kuah ke dalamnya. Bunda sedang memasak makanan khas Minahasa hari ini. Ada Woku belanga, sambal dabu-dabu, klapetart dan gohu tersedia di atas meja makan.


“Kamu kalau main game harus ingat waktu, Iz.”


“Iya, Bun.”

__ADS_1


“Jangan begadang. Nggak baik buat Kesehatan.”


‘Iya, Bun.”


Bosan dengan jawaban puteranya, Ritha melirik Doni yang terlihat ragu mengambil makanannya. “Ambil yang banyak, nak Doni! Nggak suka makanan Minahasa?”


“Suka, Tante. Suka banget.” Doni langsung menambahkan nasi yang tadinya hanya setengah piring jadi munjung. Merasa mendapat angin, Doni mengambil 2 potongan besar ikan cakalang tanpa malu-malu.


Ritha tidak makan. Ia hanya menemani puteranya makan siang karena memang ingin bicara dengan Faiz.


“Kata eyang kamu dititipi beberapa barang peninggalan om Ardi.”


“Iya. Barang terakhir yang tertinggal di meja kerjanya yang terkunci. Eyang manggil ahli kunci buat bikin duplikatnya agar dapat terbuka.”


Ritha manggut-manggut.


“Ada foto bunda di buku harian om Ardi.” ujar Faiz dengan nada serius dan tatapan setajam pedang yang siap menghunus. Ia langsung berniat memulai tahafus bundanya. Mumpung ada kesempatan. Jarang sekali ia bisa duduk bersama bunda dalam suasana yang santai tanpa ayah dan Faiza.


Ritha tak berkomentar. Ia mengambilkan sebotol air bening dingin dari dalam kulkas lalu diletakkan di meja makan.


“Bunda punya hubungan khusus dengan om Ardi?”


Ritha mengangguk dan tersenyum tenang. Sama sekali tak merasa seperti tertuduh. Tidak terkejut atau canggung sama sekali. “Om Ardi itu teman baik bunda. Selalu bantu bunda saat susah dan menyemangati bunda buat ambil kuliah lagi.”

__ADS_1


__________


to be continue .....😍


__ADS_2