Metaverse World

Metaverse World
Acara Isra' Mi'raj


__ADS_3

Kawis Guwa bisa santai, karena dari 5 Direktur hanya Direktur Divisi Konstruksi Buminegoro yang bukan pejabat pemerintah, oleh karena itu dia hanya bisa merekomendasikannya. Sedangkan Siti Fatimah cukup kebingunan, karena antara Direktur Divisi Perpajakan Havy Wardana dan Manajer Bank Nusantara Yani cukup berimbang. Akhirnya, Siti Fatimah lebih memilih Havy Wardana, karena dia adalah seorang direktur yang sebenarnya.


Pengambilan keputusan tersulit adalah Witana Sideng Rana. Biro Cadangan Material memiliki 3 Direktur, Puspita Wardani, Jarwanto dan Joyonegoro. Selain itu, ada Wakil Direktur Gudang Garam dan Peternakan Ikan Samudro, yang semuanya belum mengalami perubahan profesi. Akhirnya, Witana Sideng Rana memilih Jarwanto, dengan alasan yang sederhana karena dalam evaluasi terakhir, hanya dia yang tidak melakukan kesalahan.


Heru Cokro tidak mengomentari keputusan mereka. "Oke, Buminegoro, Havy Wardana, Jarwanto. Sedangkan token terakhir saya berpikir akan memberikannya kepada Samudro selaku pengelola Gudang Garam dan Peternakan Ikan."


Baru saja dia mengetahui bahwa dibandingkan dengan pengaturan tingkat tinggi dari Biro Administrasi, Biro Cadangan Material agak kurang. Oleh karena itu, dia memberikan slot perubahan profesi terakhir kepada Biro Cadangan Material. Adapun mengapa dia memilih wakil direktur dan bukan Puspita Wardani atau Joyonegoro, alasannya sama dengan Witana Sideng Rana.


Joyonegoro, yang merupakan bakat yang sangat diharapkan oleh Heru Cokro, sekali lagi ketinggalan. Jika dia tidak memiliki penampilan yang luar biasa, maka dia mungkin menghilang dari pandangan Heru Cokro.


Setelah berurusan dengan token perubahan profesi, Heru Cokro menatap Joko Tingkir dan tertawa. “Laksamana Joko Tingkir, kamu bisa melaporkan situasi para tahanan.”


Joko Tingkir bangkit, membungkuk, dan berkata, “Di bawah perintah Yang Mulia, saya bertanggung jawab atas para tahanan. Dari 308 tahanan, ada 8 pelaku kejahatan dan 120 orang jahat secara moral.”


"Bagus. Berdasarkan pengaturan kami, 8 pelaku kejahatan akan dipenggal, dan 120 akan dikirim ke tambang. Adapun 180 tahanan yang tersisa dan 20 yang direkrut sebelumnya di Pantura, mereka dapat membentuk dua peleton.” Heru Cokro dengan santai berkata.


Sehubungan dengan pengaturan dua peleton, Heru Cokro siap memberi mereka kebebasan. “20 sersan akan diputuskan oleh Laksamana Joko Tingkir dan dilaporkan kepadaku. Selain itu, laksamana juga dapat merekomendasikan seorang kapten.”


Memiliki begitu banyak kepercayaan pada sang jenderal, Laksamana Joko Tingkir tersentuh. "Laksamana tidak akan mengecewakan Yang Mulia dan melatih angkatan laut elit untuk wilayah."


Heru Cokro menganggukkan kepalanya dan berkata, "Agus Subiyanto!"


"Yang Mulia!"


“Kamu akan menjadi wakil komandan peleton di bawah Laksamana Joko Tingkir. Belajar darinya dengan baik dan terus belajar seni melatih prajurit angkatan laut. Ketika waktunya tiba, saya akan mempromosikan anda menjadi kapten.” Meskipun dia percaya diri pada Laksamana Joko Tingkir, tapi dia masih perlu mengatur seorang pria untuk menjaganya. Seseorang seperti Agus Subiyanto yang sangat dia harapkan adalah pilihan yang bagus.

__ADS_1


"Terima kasih Yang Mulia, saya tidak akan mengecewakan anda."


Setelah mengatur angkatan laut, Heru Cokro menatap Notonegoro. “Berapa banyak orang yang dimiliki Pantura sekarang?”


“Tadi malam, Pantura sudah dipromosikan menjadi RW dan sekarang memiliki populasi sebesar 512 orang.” Notonegoro berkata dengan bangga.


Heru Cokro menganggukkan kepalanya. “Penghancuran benteng air memberi kami populasi yang besar. 435 warga sipil normal itu telah memberi kami populasi untuk meningkatkan ke desa dasar. Pantura juga akan mencapai populasi maksimal seribu, jadi anda perlu mengatur untuk meningkatkan wilayah tersebut ke tingkat dusun.”


"Baik, Yang Mulia!" kata Notonegoro.


Sebelum Notonegoro meninggalkan Jawa Dwipa, Heru Cokro memberinya 200 emas untuk digunakan dalam perubahan profesi dua peleton angkatan laut yang baru dibentuk.


Karena kemampuan tempur para bandit air lebih tinggi daripada milisi, mereka dapat melompat melewati status milisi dan langsung mengubah kelas menjadi tentara angkatan laut. Biaya perubahan kelas setiap prajurit adalah 1 emas.


Di The Metaverse World, sang jenderal tidak memiliki hak untuk mengubah kelas prajurit, izin tetap berada di tangan penguasa dan kepala anak wilayah. Itu bertindak sebagai batasan untuk mencegah para jenderal memperluas skala pasukan mereka sendiri.


Sejak dia membentuk pasukan lain, biaya militer secara bersamaan akan meningkat. Jadi dalam sekejap mata, dia menghabiskan 400 emas untuk kebutuhan militer. Kemudian dia kembali ke kediaman penguasa untuk keluar dari permainan. Namun, sebelum Heru Cokro berhasil keluar dari permainan.


Ruang hampa dikamarnya mulai retak, waktu berhenti berjalan. Kemudian muncul cahaya warna-warni, samar-samar terlihat seperti Lorong. Muncul sosok manusia yang memiliki sayap membawa kuda yang terbentuk dari cahaya. Jibril mendekat kepadanya dan mengangkat Heru Cokro ke atas punggung buroq.


Dia dibawa ke dimensi lain. Melewati berbagai ruang dan waktu. Semuanya terjadi dalam sekejap. Bahkan Heru Cokro tidak diberikan kesempatan untuk berpikir sejenak. Hanya bisa menerima dan mencerna informasi dari pemandangan agung dan magis, pertemuan dengan leluhur-leluhur Raja-raja Jawa, hingga bertemu dengan Yai Semar.


Tanpa sadar, Heru Cokro telah kembali ke kamarnya dengan kondisi seperti semula. Setelah enam jam lebih, Heru Cokro mulai sadar kembali. Ketika ledakkan notifikasi berbunyi.


“Pemberitahuan sistem: Tanggal 28 Februari tahun pertama Wisnu adalah hari peringatan isra’ mi’raj.”

__ADS_1


“Pemberitahuan sistem: Hanya penguasa yang memiliki gelar raja dunia pertama yang memiliki kualifikasi untuk mengikuti peringatan isra’ mi’raj.”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah mendapatkan berkah kehidupan. Berkah ini memiliki dua fungsi yang diantaranya adalah kebal dari segala serangan dan bencana selama satu hari. Fungsi lainnya adalah bangkit dari kematian tanpa terkena aturan pinalti. Kedua fungsi ini hanya dapat diaktifkan satu kali.”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur ……”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah bertemu dengan leluhur Yai Semar.”


“Pemberitahuan sistem: Acara ini hanya berlangsung satu kali, tahun-tahun berikutnya tidak akan ada lagi.”


“Pemberitahuan Wisnu: Selamat, saya menunggu kinerja anda selanjutnya. Anda adalah harapan umat manusia. Sebagai maharaja, semoga anda dapat memenuhi harapan itu.”


Peristiwa tersebut membuat Heru Cokro terkagum-kagum. Pada kehidupan sebelumnya tidak ada berita terkait acara seperti ini. Mungkin karena ini event khusus yang hanya tersedia untuk pemegang gelar raja dunia pertama, sehingga hal ini tidak diumumkan ke publik.


Dalam kehidupan sebelumnya, pemegang gelar ini adalah Roberto yang saat ini bahkan tidak bisa memasuki peringkat tiga besar dunia. Pantas saja, Roberto dalam kehidupan terakhir kali tidak pernah mengalami kematian, mungkin karena berkah ini menjadi salah satu alasannya.

__ADS_1


Melihat pemberitahuan terakhir sekali lagi membuat Heru Cokro tertegun, “Apakah Wisnu bisa memiliki emosi? Kenapa tertulis Wisnu? Dia juga …..?” Heru Cokro hanya bisa berhenti memikirkan hal yang tidak mungkin.


__ADS_2