Metaverse World

Metaverse World
Kode Etik, Standar Pelatihan dan Disiplin Militer


__ADS_3

Tinggi tidak boleh lebih rendah dari 163 cm. Sedangkan tes postur merupakan tes dengan melihat dan meneliti bentuk tubuh setiap calon tentara secara detail yang meliputi bentuk tubuh, tangan, bentuk kaki, kondisi telapak tangan dan kaki, keseimbangan tubuh, geometri simetris tubuh hingga cara berjalan setiap peserta menjadi target penilaian.


Kekuatan lengan adalah prasyarat dasar. Karena, rekrutmen kali ini akan digunakan untuk membentuk prajurit kavaleri panah. Tes kekuatan lengan sendiri cukup sederhana, selama seseorang dapat mengangkat batu khusus dengan satu tangan, itu akan lulus penilaian. Batu khusus tersebut memiliki berat 50 kilogram.


Kavaleri panah juga memiliki persyaratan tinggi untuk penglihatan tentara. Peserta dengan kebutaan malam dan miopia akan didiskualifikasi.


Syarat terakhir adalah tes kebugaran, yang mengharuskan peserta berlari selama sepuluh putaran mengelilingi pekarangan latihan. Lingkaran pekarangan latihan memiliki ukuran 400 meter, maka pelamar yang lulus adalah calon prajurit yang telah berlari melebihi jarak 4000 meter.


Heru Cokro berdiri dan menyaksikan tes perekrutan dengan penuh minat. Setiap selesai tes, ada beberapa yang senang dan ada yang bersedih karena tidak dapat menyelesaik prasyarat minimum tes.


Lanjut hingga jam 3 sore, semua tentara telah selesai dipilih. Tujuh puluh tiga peserta yang memenuhi syarat berbaris di pekarangan latihan. Sedangkan sisanya dikirim keluar dari kamp tentara.


Heru Cokro mengangguk dan menyatakan puas dengan perekrutan Jendral Giri. Dia tidak membuat pidato dadakan, melainkan langsung pergi ke ruang rahasia perubahan profesi dan menekan tangan kanannya ke permukaan pintu.


”Pemberitahuan sistem : selamat kepada pemain Jendra telah membuka ruang rahasia perubahan profesi tingkat menengah. Kamp tentara sekarang bisa melakukan perubahan profesi militer tahap I. Perubahan profesi membutuhkan biaya 10 koin perak. Bisa juga merubah profesi tentara level 10 menjadi prajurit militer tahap I, perubahan profesi ini menelan biaya 1 koin emas. Silakan pilih metode perubahan profesi!


“Perubahan profesi tentara!”


“Pemberitahuan sistem: Konfirmasi metode perubahan profesi, silakan pilih jumlah perubahan profesi!”


“73 orang!” Kata Heru Cokro dengan tegas.

__ADS_1


“Pemberitahuan sistem: Konfirmasi jumlah perubahan profesi, uang pemain Jendra telah dikurangi sebesar 7 koin emas dan 30 koin perak.”


Semua kandidat yang lulus penilaian sebelumnya, satu persatu memasuki ruang rahasia dan memulai perubahan profesi. Tentara yang melalui perubahan profesi tidak secara langsung dimasukkan ke dalam peleton kavaleri atau Divisi Intelijen Militer. Melainkan dilatih hingga mencapai level 10 terlebih dahulu.


Setelah perekrutan berakhir, Heru Cokro memanggil Jendral Giri, Wirama dan Ghozi ke aula diskusi kamp tentara. Untuk membentuk militer tahap I, dia merasa perlu memiliki rencana terpisah.


“Pada tahap teritori saat ini, peleton kavaleri yang di miliki teritori saat ini cukup untuk memenuhi berbagai tantangan. Setelah teritori diperluas, mungkin akan ada batalion raider baru. Pada saat itu, saya tidak akan berpartisipasi, ini akan menjadi tanggung jawab penuh peleton kavaleri dan Divisi Intelijen Militer.”


“Hanya ada satu persyaratan dari saya, yaitu untuk memaksimalkan kemajuan tim. Terutama tim rekrutan sebelumnya, biarkan mereka membasuh tangannya dengan darah. Karena tentara tanpa pertumpahan darah, tidak memiliki masa depan. Selanjutnya, saya akan menjelaskan indikatornya kemajuannya.”


Jendral Giri dan Wirama mengangguk keras, mengekspresikan pemahaman mereka.


“Pelatihannya tidak bisa di buat santai. Saya menyarankan agar Jendral Giri mengkompilasi kode etik militer, pelatihan standar dan disiplin militer. Disiplin militer adalah nyawa tentara, itu harus ketat dari awal, tidak boleh ada kelonggaran. Selanjutnya saya akan menulis panduan untuk disiplin militer dan pelatihan harian sebagai referensi.”


“Batalion raider, tidak akan lunak terhadap kita. Jika ditemukan, itu harus dimusnahkan dengan tegas. Sangat mustahil untuk membiarkan kelompok hewan ini membentuk kekuatan, hal ini bisa meninggalkan bahaya yang tersembunyi. Pada awal pembangunan teritori, Jendral Giri menemukan kambing liar. Namun, menghilang secara misterius. Memanfaatkan waktu ini, peleton kavaleri dan Divisi Intelijen Militer harus bekerja sama untuk meningkatkan intensitas pencarian dan berusaha untuk menambahkan jenis hewan ternak lain ke wilayah.”


Heru Cokro yang menyebutkan kambing liar, Jendral Giri merasa agak malu. Dia diam-diam mengepalkan tinjunya dan bersumpah untuk menemukan kelompok binatang liar ini.


Heru Cokro menoleh ke Ghozi, “Divisi Intelijen Militer baru pertama kali dibentuk, tentu saya tidak akan membuat terlalu banyak permintaan. Misi anda adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Kita tidak boleh bergerak secara pasif perihal keamanan teritori. Oleh karena itu, Divisi Intelijen Militer harus mengambil inisiatif untuk menjelajahi situasi di luar teritori. Untuk memahami distribusi lokasi batalion raider, bahkan untuk mengetahui apakah ada penguasa lain di sekitar wilayah.”


“Selain itu, saya akan melampirkan tugas lain kepada anda. Dalam proses penyelidikan, perhatikan dengan baik apakah ada pohon murbai dan pohon siwalan. Karena ini terkait erat dengan pertumbuhan indeks ekonomi dan promosi teritori ke tingkat Dusun.” Heru Cokro menoleh ke Jendral Giri dan berkata: “Misi ini juga berlaku untuk peleton kavaleri.”

__ADS_1


Keduanya mengangguk dan berkata mereka mengerti.


“Baiklah, saya menantikan kabar baik dari kalian semua!” Heru Cokro mengakhiri pembicaraan dengan mudah, banyak hal harus menunggu sampai situasinya jelas sebelum memulai diskusi lebih lanjut.


Heru Cokro kembali ke kantor, mengambil kertas dan pena. Mulai menggabungkan kode etik, pelatihan standar dan disiplin militer pada dunia nyata untuk digunakan sebagai referensi Jendral Giri.


Pada hari kedua, pemberitahuan sistem kembali meledak di telinga Heru Cokro.


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Wijiono Manto menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam mempromosikan wilayah ke tingkat RW, hadiah 900 poin merit!”


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Wijiono Manto menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam mempromosikan wilayah ke tingkat RW, hadiah 900 poin merit!”


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Wijiono Manto menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam mempromosikan wilayah ke tingkat RW, hadiah 900 poin merit!”


Ternyata itu Wijiono Manto, yang tidak mengejutkan untuk Heru Cokro. Kekuatan dewa kekayaan sepertinya masih sangat kuat pada tahap awal. Tak lama, pemberitahuan sistem lainnya terdengar.


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Prabowo Sugianto menduduki peringkat keempat di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 800 poin merit!”


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Prabowo Sugianto menduduki peringkat keempat di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 800 poin merit!”


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Prabowo Sugianto menduduki peringkat keempat di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 800 poin merit!”

__ADS_1


Setelah pengumuman, Indonesia menjadi gempar kembali. Serangan balik, ini serangan balik! Tidak ada yang berharap bahwa status Sembilan Naga Hitam sekali lagi ditantang. Satu kuda hitam mungkin bisa dikatakan sebagai keberuntungan. Namun dua kuda hitam, benar-benar mengguncang status hegemoni Sembilan Naga Hitam.


Sembilan Naga Hitam menggunakan kapsul metaland khusus, dengan pencegahan yang tak terlihat dibaliknya, perlahan-lahan membangun tren menurun, menuju keruntuhan.


__ADS_2