Metaverse World

Metaverse World
Kisah Epik Pertempuran Gresik: Antara Taktik Liar dan Kehebohan di Jawa Dwipa


__ADS_3

Raden Partajumena dengan sengaja memutuskan untuk mengambil cuti selama satu semester untuk mengajar siswa. Pada ceramah pertamanya, dia memperkenalkan cerita tentang Pertempuran Gresik, yang menjadi contoh brilian lain dari keterampilan dan strategi Raden Partajumena. Pertempuran tersebut melibatkan berbagai taktik seperti bertahan, mengepung, perang jarak jauh, dan pertempuran langsung, semuanya diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang harmonis.


Perang di Gresik menjadi lebih kompleks dengan keterlibatan teleportasi dan komunikasi, yang menuntut pemikiran dan perhitungan yang matang. Raden Partajumena terus belajar dan menerapkan pengetahuan baru yang dia peroleh saat dia terus berkembang.


Dia bahkan menghadapi teleportasi tentara sekutu dan menggunakan teleportasinya sendiri secara ekstrem, menciptakan kejutan besar yang akhirnya membawanya meraih kemenangan dalam pertempuran itu sendirian. Metode luar biasa ini juga menjadi cara efektif bagi Raden Partajumena untuk mengumumkan keberadaannya dan menciptakan kehebohan di Jawa Dwipa.


Namun, setelah Pertempuran Gresik, Aliansi IKN perlu menjaga diam-diam untuk sementara waktu, memulihkan diri dari kerugian, dan memperkuat diri dalam kegelapan. Meskipun dugaan bahwa mereka akan tenggelam ke dalam kekalahan tidak diyakini oleh Heru Cokro, berbagai kekuatan dalam pertempuran tersebut telah menunjukkan kekuatan dan ketangguhannya, terutama Wijiono Manto dan Jogo Pangestu yang berhasil memanfaatkan semua sumber daya mereka.


Setelah pertempuran ini, Jawa Dwipa kehilangan semua rahasia yang mereka miliki, terungkap dalam perang yang dahsyat ini. Hal inilah yang mendorong Heru Cokro untuk bergegas menjelajahi Kalimantan, untuk memenangkan keuntungan strategis dan menyimpan kartu truf baru di tangannya.


Sementara itu, Aliansi IKN memiliki tujuan jelas - untuk menjatuhkannya, karena pengaruh Aliansi Jawa Dwipa terus meningkat dan menjadi ancaman bagi mereka. Cara Aliansi IKN bertindak juga mulai terbongkar, dan mereka siap menyerang habis-habisan saat diperlukan.


Dalam perjalanan menuju penguasaan wilayah, Heru Cokro tidak punya waktu untuk beristirahat. Departemen Urusan Militer harus beroperasi dalam overdrive setelah perang, mengatur ulang militer, dan menangani tahanan yang jumlahnya sangat besar.


Departemen Urusan Militer juga harus menghadapi tugas menenangkan situasi di padang rumput dan memulihkan ketertiban setelah penyerahan pasukan aliansi timur. Divisi ke-2 dipanggil untuk membantu divisi ke-4 menenangkan situasi di Danau Banyuwangi dan menangkap keluarga bangsawan dari tujuh suku berukuran sedang.


Sementara itu, Armada Angkatan Laut Pantura kembali bergerak setelah Pertempuran Gresik dengan mengirimkan migran gelombang kedua ke Kalimantan. Migran tersebut membawa keberlimpahan pekerja dan sumber daya, memperkuat posisi di wilayah tersebut.

__ADS_1


Selain itu, Raden Partajumena mempertimbangkan untuk mengatur pasukan besar sebagai bala bantuan di Kalimantan untuk mengamankan keuntungan strategis di wilayah tersebut. Semua langkah ini adalah bagian dari perjalanan epik para pejuang Gresik menuju kemenangan dan kejayaan.


Heru Cokro mempertimbangkan rencana tersebut, tetapi akhirnya menolaknya karena untuk militer, dia telah merencanakan sesuatu yang memerlukan kehadirannya sebelum melaksanakan rencana tersebut.


Selain urusan militer, Heru Cokro juga memiliki rencana untuk merancang administrasi Prefektur Gresik. Manor Smelter akan memainkan peran penting dalam perencanaan ini, dengan Rosmala dan Maspion berada di bawah yurisdiksi Manor Smelter.


Heru Cokro kemudian mengumumkan dua penunjukan penting: Zudan Arif akan menjadi prefek Manor Smelter, dan Buminegoro akan menggantikannya sebagai Kepala Rosmala. Keduanya tidak perlu menunggu instruksi lebih lanjut, mereka langsung mengambil peran yang telah ditetapkan untuk mereka.


Zudan Arif ditugaskan dengan pekerjaan kotor yang melibatkan menenangkan warga sipil, memulihkan produktivitas, dan merencanakan pembangunan di masa depan. Semua ini akan menguji kemampuannya secara menyeluruh, dan hasilnya akan mempengaruhi peran dan posisinya dalam cetak biru wilayah tersebut di masa depan.


Proyek tembok teritori Petrokimia telah selesai, dan Buminegoro mendapat banyak pujian atas karyanya. Heru Cokro menghargai kontribusinya dan memutuskan untuk memindahkan Buminegoro ke Rosmala yang memiliki potensi besar. Namun, Heru Cokro juga menyadari bahwa karena pendidikan dan keterampilan Buminegoro terbatas, masa depannya mungkin akan mencapai puncaknya pada tahap ini.


Setelah menyelesaikan semuanya, perhatian Heru Cokro beralih ke arah Kalimantan. Sejak Pertempuran Gresik yang berlangsung selama 10 hari, pembangunan di Kalimantan tidak pernah berhenti. Di bawah bimbingan Manguri Rajaswa, berbagai proyek termasuk pelabuhan, ladang garam, peternakan, tambang, dan peternakan penebangan telah dibangun dengan efisiensi yang tinggi dan sebagian besar telah selesai.


Resimen Paspam merasa tertekan karena mereka tidak dapat berpartisipasi dalam Pertempuran Gresik. Mereka merindukan pertempuran dan akhirnya memutuskan untuk melampiaskan energi mereka dengan berburu binatang buas setiap hari.


Setelah melalui berbagai kesibukan, Heru Cokro memutuskan untuk membawa Rama untuk bermain di suatu tempat menarik. Setelah mengajak Rama, dia menyimpan rencana tersebut dengan rahasia dan menyuruhnya untuk mengetahui kejutannya nanti.

__ADS_1


Rama yang polos dan imut, meniru gerakan Heru Cokro, berjalan dengan langkah pendek dan menyatakan dengan semangat, "Saudaraku, ayo pergi. Rama akan bermain denganmu hari ini." Heru Cokro hanya bisa tersenyum melihat keseruan dan semangat bocah kecil itu.


Berjalan keluar dari kamp, resimen Paspam sudah siap dalam formasi menunggu kehadirannya. Tak hanya itu, Manguri Rajaswa juga mengajak para pemimpin Kamar Dagang untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Hari ini, semua orang yang menduduki posisi penting hadir untuk melihat peristiwa bersejarah ini.


Melihat antusiasme para pemimpin Kamar Dagang, Heru Cokro memutuskan untuk memberikan pidato singkat yang merangkum perjuangan perjalanan mereka dan harapannya untuk masa depan Kalimantan. Dia sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai Kamar Dagang.


Heru Cokro telah berpengalaman dalam memberikan pidato semacam ini, dan dia memberikan pidato yang luar biasa dan menginspirasi. Pukul 08.00, pasukan mulai bergerak menuju titik pembuatan pemukiman.


Tempat yang dipilih Heru Cokro adalah di Banjarmasin, yang telah dibersihkan sepenuhnya oleh kerja keras resimen Paspam dan telah menjadi zona aman dalam beberapa puluh kilometer di sekitarnya.


Heru Cokro memberikan token pembuatan pemukiman perak kepada Rama dan memanggilnya untuk mengendalikan wilayahnya. Meskipun bocah kecil ini suka menggoda kakak angkatnya, di hati mereka terdapat ikatan yang kuat. Rama menerima token dengan tegas dan menusukkannya ke tanah. Setetes darah Rama menyatu dengan token, yang tiba-tiba berubah menjadi cahaya perak. Cahaya perak itu meledak ke langit dan menyebarkan kilauan ke seluruh perbatasan wilayah sebelum akhirnya menghilang.


Sebuah batu prasasti perak pun muncul di tempat Rama berdiri. Rama meletakkan tangannya di atasnya, dan pemberitahuan sistem terdengar, mengumumkan kesuksesan pembuatan pemukiman. Rama memberi nama pemukiman itu "Al Shin" seperti yang diajarkan oleh Heru Cokro.


Setelah menyelesaikan pembuatan pemukiman, Rama menugaskan Heru Cokro sebagai walinya. Notifikasi sistem menyatakan bahwa Heru Cokro kini memiliki kendali atas wilayah Al Shin dan diberi hak yang sama dengan Rama.


Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Pemberitahuan sistem terus berdatangan, menunjukkan keberuntungan luar biasa yang dimiliki Rama. Token pembuatan pemukiman yang semula perak telah ditingkatkan menjadi peringkat emas. Selain itu, Rama juga dianugerahi gelar Jenderal Sejarah peringkat Kaisar Tribhuwana Tunggadewi dan mendapatkan bangunan tersembunyi, aula binatang roh.

__ADS_1


Melihat semua ini, Heru Cokro merasa cemburu pada Rama yang memiliki bakat dan keberuntungan luar biasa. Namun, di balik rasa cemburu itu, dia juga merasa bangga dan bahagia atas kesuksesan bocah kecil yang sangat ia cintai.


__ADS_2