Metaverse World

Metaverse World
Perayaan Hari Raya Nyepi 1


__ADS_3

Hari kedua, bulan Maret tahun pertama Wisnu ditakdirkan untuk tidak menjadi hari biasa.


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Roberto karena telah menjadi pemain kedua di wilayah Indonesia yang meningkatkan wilayahnya ke desa dasar, mendapatkan 1000 poin!”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Roberto karena telah menjadi pemain kedua di wilayah Indonesia yang meningkatkan wilayahnya ke desa dasar, mendapatkan 1000 poin!”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Roberto karena telah menjadi pemain kedua di wilayah Indonesia yang meningkatkan wilayahnya ke desa dasar, mendapatkan 1000 poin!”


Itu seperti yang diharapkan Heru Cokro. Hartono Brother telah mengikuti di belakang Jawa Dwipa, mereka hanya membutuhkan waktu 6 hari untuk meningkatkan wilayah dari dusun ke desa dasar.


Namun, kejutan tidak berakhir di situ. Dalam tiga hari berikutnya, Wijiono Manto, Maria Bhakti, Hesty Purwadinata, Prakash Lobia, dan Prabowo Sugianto juga telah mempromosikan wilayahnya menjadi dusun, dan server Indonesia menyambut gelombang dusun baru.


Redho, wilayah dibawah kekuasaan Hesty Purwadinata menjadi teritori kelima di Indonesia yang ditingkatkan menjadi dusun. Dia bukan kuda hitam yang sangat kuat, tetapi juga bukan kuda yang lemah. Posisi Sembilan Naga Hitam telah hancur total setelah ditantang oleh Heru Cokro, Prabowo Sugianto, dan Hesty Purwadinata. Mereka menjadi bagian dari sejarah. Namun, sebagai individu, Roberto dan Wijiono Manto masih sangat kuat dan tidak bisa dianggap remeh.


Sama seperti semua orang fokus pada desa-desa yang baru ditingkatkan, basis sekunder Pantura Jawa Dwipa diam-diam telah ditingkatkan menjadi dusun. Pada hari wilayah Pantura dipromosikan, Heru Cokro memindahkan 200 nelayan Jawa Dwipa ke dusun Pantura.


Pada saat yang sama, dia mengaktifkan perluasan tahap keempat dari ladang garam dan penakaran ikan, meningkatkan areanya menjadi 5.000 hektar. Dusun Pantura telah menjadi pangkalan garam, pangkalan pemancingan, dan kamp angkatan laut di wilayah itu. Selain itu, dia juga secara resmi memberikan nama penakaran ikan menjadi Tempat Pelelangan Ikan, sehingga dapat sesuai dengan tujuan keberadaan Pantura.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan Dusun Pantura, Heru Cokro mulai membangun anak wilayah keduanya. Dia memutuskan untuk membangun wilayah tersebut di selatan Jawa Dwipa. Karena tanah disana jauh lebih subur dan sangat cocok untuk dijadikan lahan cocok tanam.


Wilayah sekunder tersebut diberikan nama Kebonagung yang memiliki arti kebun yang agung, sesuai dengan tujuan dari wilayah ini berdiri. Kepala wilayahnya adalah Pusponegoro yang merupakan Direktur Divisi Pertanian. Kemudian Surya Prakasa, mengambil alih tugas Pusponegoro dan menjadi Direktur Divisi Pertanian yang baru.


Peristiwanya mirip dengan saat Pantura dibangun, karena Pusponegoro membawa 50 tenaga administrasi tingkat dasar dan talenta yang cukup terampil. Dari segi militer, wakil komandan peleton infanteri, Andika dikirim untuk membangun pasukan keamanan wilayah.


Kali ini, Pusponegoro pergi bersama 350 petani dan 100 pekerja penebang kayu. Ada hutan di mana-mana dan kayu serta pepohonan berlimpah, sehingga sejak saat itu, Kebonagung di masa depan akan bertindak sebagai basis pertanian dan penebangan.


Hari ketiga bulan ketiga tahun pertama Wisnu, jam 9 pagi, di kantor Jawa Dwipa.


"Bagaimana persiapan ritual melasti besok?" Heru Cokro bertanya.


Divisi Kebudayaan dan Pendidikan berfokus pada penyelenggaraan ritual dan parade ogoh-ogoh, Biro Cadangan Material pada penyediaan material ritual dan bahan pembuatan ogoh-ogoh, sedangkan Divisi Keamanan pada menjaga hukum dan ketertiban, serta melakukan patroli di seluruh wilayah Jawa Dwipa dan wilayah afiliasinya.


"Menjawab Yang Mulia, semua persiapan berjalan dengan baik." Jawab wakil ketua panitia persiapan, Bahaudin Nur Salam.


Alasan mengapa dia menghabiskan begitu banyak waktu, uang, dan sumber daya dalam event kali ini, adalah agar tidak terjadi kecelakaan. Karena dalam perayaan tahun baru saka atau hari Raya Nyepi pada kehidupan sebelumnya. Banyak sekali wilayah penguasa yang musnah akibat kelalaian penguasanya.

__ADS_1


Hari Raya Nyepi adalah peluang besar untuk penguasa meningkatkan kekuatan wilayahnya dalam satu langkah atau kemunduran wilayahnya, bahkan pemusnahan total atas wilayahnya. Maka dari itu, Heru Cokro benar-benar membuat persiapan yang jauh sebelumnya agar tidak terjadi kelalaian sekecil apapun.


Pada kehidupan sebelumnya, ada penguasa di Bali yang berhasil menyelesaikan misi kali ini dengan performa terbaik, dia mendapatkan hadiah batu kebangkitan pangkat raja. Siapa pemain yang tidak akan tergoda? Bahkan dengan batu kebangkitan pangkat jendral, Heru Cokro bisa membangkitkan Jenderal Giri, apalagi ini adalah item dengan pangkat raja yang berada diatasnya. Tentu saja, membuat Heru Cokro menelan ludah saat memikirkannya. Yah, meski tidak mungkin juga bagi pemain lain menggunakan batu kebangkitan pangkat jenderal menghasilkan karakter historis sekelas Jenderal Giri. Ini adalah keuntungan dari dekrit pembuatan pemukiman pangkat emas yang hanya ada satu di setiap negara.


Selain itu, perayaan hari Raya Nyepi juga dapat membangkitkan semangat dan juga indeks budaya pada wilayah tersebut. Dari keempat indeks tersebut, budaya merupakan yang paling sulit untuk ditingkatkan. Maka, untuk membuatnya lebih mudah dan membantu membangun landasan untuk meningkatkan wilayah, dia tidak akan membuang kesempatan untuk meningkatkan indeks budaya.


Hari keenam bulan ketiga tahun pertama Wisnu, malam perayaan tahun baru saka.


Ritual Bhuta Yudna dilakukan oleh setiap warga Jawa Dwipa. Ritual ini dilakukan untuk menghapus dan mengusir energi negatif wilayah dan penduduknya. Menurut kepercayaan agama Hindu, tanggung jawab untuk memelihara keseimbangan hubungan antara Tuhan, bumi, dan manusia berada di tangan manusia itu sendiri.


Dalam melaksanakan ritual ini, orang-orang Jawa Dwipa beserta wilayah afiliasinya membuat sebuah patung besar yang berasal dari kayu dan kertas. Patung ini dikenal dengan nama ogoh-ogoh yang merupakan representasi dari semua makhluk jahat.


Kemudian ogoh-ogoh diarak melewati jalan-jalan utama wilayah, sehingga dapat dilihat oleh banyak orang. Karena ogoh-ogoh dipercayai dapat menyerap semua energi negatif dari para penjaga roh iblis maupun pengawasnya. Setelah parade selesai dilakukan, patung ogoh-ogoh tersebut kemudian dibakar di atas api unggun di sebuah area terbuka. Sebagai tambahan, hal ini juga dipercaya dapat menyenangkan Batara Kala, sang dewa penjaga neraka.


Hari ketujuh bulan ketiga tahun pertama Wisnu, hari Raya Nyepi. Ledakan pemberitahuan sistem kembali berbunyi.


“Pemberitahuan sistem: Tanggal 7 Maret tahun pertama Wisnu adalah perayaan tahun baru saka. Untuk menambah kemeriahannya, akan diadakan perayaan hari Raya Nyepi.”

__ADS_1


“Pemberitahuan sistem: Selama perayaan hari Raya Nyepi, penguasa dilarang untuk menyalakan api atau penerangan lain, dilarang untuk pergi keluar dari wilayahnya, dilarang berperang, dilarang melakukan kegiatan selain refleksi diri. Hal ini juga berlaku untuk seluruh penduduknya. Selamat melaksanakan perayaan hari Raya Nyepi. Mereka yang memiliki performa terbaik akan menerima hadiah besar! Tuan-tuan, persiapkan dirimu!”


__ADS_2