
Tiga hari berikutnya, sepuluh teritori teratas dari Indonesia telah dipromosikan ke tingkat RW. Putaran baru kontes secara resmi dimulai.
Badai, yang disatukan oleh Wijiono Manto dan Prabowo Sugianto, masih difermentasi. Baru kemarin sore, Sembilan Naga Hitam secara resmi dibagi menjadi dua faksi. Roberto, Lotu Wong, Maria Bhakti dan Jogo Pangestu, mendirikan alianasi baru yang di sebut Aliansi Hartono Brother.
Wijiono Manto berhasil menarik Prakash Lobia, Prabowo Sugianto dan Nadim Makaron, semakin mengokohkan status Aliansi Garuda Emas.
Masuknya Prakash Lobia, Heru Cokro merasa tidak terduga. Sebagai penerus keluarga betawi kuno, Prakash Lobia di antara delapan orang lainnya memiliki kepentingan yang paling kecil.
Selain itu ada Jogo Pangestu, yang membuat Heru Cokro sangat terkejut. Mungkin karena berada pada zona abu-abu, sehingga memaksanya harus memilih. Jogo Pangestu dengan Roberto, mereka tidak memiliki kecocokan sama sekali. Sepertinya Jogo Pangestu dan Wijiono Manto memiliki hubungan yang dalam pada permainan sebelumnya.
Prabowo Sugianto benar-benar kuda hitam, dia berhasil menantang status Sembilan Naga Hitam dan memicu kontradiksi antara Wijiono Manto dengan Roberto ke atas meja.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah Heru Cokro mengetahui bahwa Nadim Makaron dan Prabowo Sugianto adalah sekutu dalam kehidupan sebelumnya. Mungkin bisa dikatakan bahwa mereka adalah sohib. Kali ini, Prabowo Sugianto menarik Nadim Makaron ke Aliansi Garuda Emas. Mungkin Wijiono Manto masih dalam kegelapan, dia benar-benar seorang rubah tua.
Terkahir, Heru Cokro merasa aneh dengan tiga anggota lain dari Sembilan Naga Hitam. Arini Sudirman, Theodore Slamet dan Martua Sitompul yang bahkan tidak terlihat batang hidungnya. Seakan lenyap tak bersisa. Ini benar-benar membuat khawatir Heru Cokro.
Dengan cara ini, kekuatan besar di Indonesia tiba-tiba terbagi menjadi dua faksi, yaitu Aliansi Garuda Emas dan Aliansi Hartono Brother. Ini adalah tanda berakhirnya era hegemoni Sembilan Naga Hitam. Sedangkan dalam kegelapan, Jawa Dwipa dan Redho telah membentuk aliansi, yang merupakan kekuatan besar ke tiga yang akan menantang status hegemoni mereka.
Bahkan Heru Cokro, kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya, tidak menyangka bahwa kedatangannya membawa perubahan besar dalam sejarah kehidupan sebelumnya.
Di luar perubahan peristiwa yang konstan, Heru Cokro masih menjaga profil rendah seperti biasanya, sibuk dengan urusan teritori sepanjang hari.
__ADS_1
Untuk kebencian Roberto, dia sama sekali tidak peduli. Dia tidak mau tahu, juga tidak takut kepadanya, dia hanya tidak mau repot-repot. Perpecahan Sembilan Naga Hitam mengakhiri situasi unik Indonesia sebelumnya, yang memungkinkan Heru Cokro untuk bekerja dengan lebih tenang. Secara tidak sengaja, mau tidak mau, Heru Cokro adalah dalang peristiwa lelucon terbesar yang sedang terjadi ini.
Kemarin, penyegaran populasi telah kembali normal, sedangkan selama lima hari terakhir, telah membawa 272 orang ke Jawa Dwipa, menghemat 12 hari untuk mempromosika wilayah ke tingkat Dusun.
Karena sebagian besar kelompok migran ini keluar dari teritori pemain lain, orang dengan talenta spesial sangat besar. Tidak hanya profesi dasar seperti tukang kayu, tukang batu dan penambang, melainkan juga ada pembuat kapal menengah dan pejabat sipil menengah.
Pembuat kapal menengah disebut Ade Ciswanto, pemuda berumur 23, yang di tunjuk oleh Heru Cokro untuk menjadi wakil Wakidi. Dermaga menengah tidak hanya dapat memproduksi kapal nelayan skala medium yang mampu menampung sepuluh orang, melainkan juga dapat memproduksi kapal perang berukuran kecil. Sayangnya, Jawa Dwipa tidak memiliki angkatan laut, sehingga belum bisa memproduksi kapal perang.
Sedangkan pejabat sipil menengah (profesor) disebut Ainun Najib, seorang pria paruh baya yang berumur 35 tahun. Heru Cokro awalnya berencana untuk mengirimnya ke Divisi Cadangan Material, dan menjadikannya Direktur. Dia tidak menyangka bahwa Ainun Najib mengatakan bahwa ia telah bosan melalui pasang surut sebagai pejabat sipil, sehingga dia menolak keputusan ini. Maka Heru Cokro hanya bisa mengirimnya ke Akademi Kadewaguruan untuk menjadi profesor.
[Nama]: Ainun Najib (golongan V)
[Status]: Profesor Akademi Kadewaguruan (Jawa Dwipa)
[Loyalitas]: 75
[Komandan]: 25 [Kekuatan militer]: 15
[Inteligensi]: 55 [Politik]: 65
[Spesialisasi]: Misionaris (meningkatkan 10 % kualitas pendidikan warga)
__ADS_1
[Evaluasi]: Orang yang berpikir secara proporsional\, sesuai dengan konteksnya\, serta tidak pernah merasa pintar sendiri.
Dengan penambahan Ainun Najib yang mengelola Akademi Kadewaguruan yang sedang dibangun, indeks budaya dari Jawa Dwipa segera naik menjadi 30 poin, memenuhi persyaratan minimum untuk mempromosikan wilayah ke tingkat Dusun.
Bahkan, dengan nama Kawis Guwa, dimungkinkan untuk secara langsung mempercepat indeks Jawa Dwipa Budaya ke angka 30. Sayangnya, Kawis Guwa yang menjabat sebagai kepala sekolah bersifat administratif, bahkan bisa dikatakan sebagai kerja sampingan. Karenanya, promosi indeks budaya dari teritori akan sangat berkurang. Tidak sebaik Ainun Najib yang bergabung dengan Akademi Kadewaguruan.
Sekarang, dari ke empat indeks teritori, hanya indeks ekonomi yang belum memenuhi target Heru Cokro. Dengan kemajuan privatisasi secara bertahap, Heru Cokro percaya bahwa indeks ekonomi dapat meningkat menjadi 30, cepat atau lambat isu. Ini hanya masalah waktu.
Pada jam 10 pagi, Heru Cokro berada di kantor, bersama dengan Kawis Guwa, Buminegoro serta Joyonegoro untuk mendiskusikan pembelian dan penjualan bahan.
Wakil Direktur Divisi Cadangan Material, Joyonegoro memberikan mukaddimah: “Makanan, kain dan material lainnya hanya dapat dibeli melalui pasar dasar. Pendapat Divisi Cadangan Material adalah bahwa bahan pokok harus dibeli dan dijual oleh Divisi Cadangan Material. Hal ini bisa diwujudkan ketika stok material tersebut telah mencukupi, maka pasar dapat sepenuhnya dirilis.”
Heru Cokro mengangguk. “Dalam hal ini, tidak hanya toko padi yang harus dibangun, melainkan toko daging, toko pakaian, dan toko pokok lainnya, bahkan gudang pendukung juga harus segera dibangun. Selain itu, perihal staf toko padi, toko daging dan toko pakaian, apakah sudah siap?”
“Staf atau penjaga dari tiga toko akan langsung dikirim oleh Divisi Cadangan Material. Sedangkan staf umum yang tersisa, kami akan merekrut dari penduduk Jawa Dwipa,” jawab Joyonegoro.
“Ini masih masuk akal. Kami tidak memiliki personel staf toko lain yang memadai di Divisi Cadangan Material. Saya berharap anda dapat melatih beberapa personil yang dipercaya. Sehingga dapat dengan segera mengisi kekosongan ini.”
Karena setelah privatisasi diberlakukan, beberapa fenomena buruk seperti kepentingan pribadi mungkin akan muncul. Tentu Heru Cokro harus mengantisipasinya terlebih dahulu. Terutama dalam departemen seperti Divisi Cadangan Material, ada banyak minyak dan air yang mudah berkembang biak.
Joyonegoro menjawab dengan anggukan kuat.
__ADS_1
“Selain itu, material lain yang tidak mencukupi saat ini, masih bisa ditutupi oleh ikan dari peternakan ikan dan nelayan. Untuk ini, bagaimana Divisi Cadangan Material merespon? Apakah itu merupakan transaksi jual beli terpadu?” Heru Cokro tidak setuju dengan pembelian dan pemasaran terpadu, menurutnya ini terlalu kaku.
Mendengarkan kelainan dalam kata-kata Yang Mulia, Joyonegoro dalam hati berpikir, memikirkan apakah Yang Mulia tidak puas dengan pekerjaan mereka. Untuk sementara, Joyonegoro tidak tahu bagaimana harus merespon.