Metaverse World

Metaverse World
Proposal Aliansi Empat Bunga Indonesia


__ADS_3

Pada saat yang sama, ketika Heru Cokro mengirimkan kurir merpati kembali, anggota inti Redho Studio juga sedang mendiskusikan hal yang besar. Sedangkan personil dalam pertemuan ini adalah Hesty Purwadinata, Wulan Guritno, Aril Tatum dan Chelsea Islan. Pada kehidupan sebelumnya, mereka di kenal sebagai “empat bunga Indonesia”.


“Kakak, perihal aliansi terbuka Wijiono Manto dan Prabowo Sugianto, menurut anda bagaimana?” Tanya Chelsea Islan yang termuda di antara empat bersaudara. Jangan hanya menilai berdasarkan usia gadis kecil ini, bagaimanapun dia adalah otak dari Redho Studio.


“Bagaimana menurut saya? Ini tidak lebih dari sebuah kompetisi untuk mendapatkan kekuasaan. Menurut informasi permainan sebelumnya, Wijiono Manto adalah orang yang memiliki kontrol kuat. Dalam Sembilan Naga Hitam, hanya dia dan Jogo Pangestu yang merupakan pemain lama. Tujuh lainnya masih pemula dalam memainkan permainan seperti ini. Sedangkan Wijiono Manto telah lama terbiasa menjadi raja dalam permainan.” Jawab Hesty Purwadinata.


“Tapi, dalam The Metaverse World, Roberto telah mengambil posisi kepemimpinan. Ini tidak akan menjadi masalah, selama masih ada kepentingan yang sama didalamnya, bahkan Wijiono Manto tidak dapat menolak, meski memiliki pendapat yang berbeda.”


“Bagaimana bisa terpikirkan, bahwa akan muncul pemain seperti Jendra yang akan membalikkan seluruh situasi di atas meja. Ini sangat tak terduga.”


Ini adalah tokoh bintang dalam lingkungan pemain profesional. Analisis Hesty Purwadinata cukup tepat dalam menganalisis mentalitas Wijiono Manto dengan baik. Sesuai dengan pepatah, memang benar bahwa orang yang paling mengenal anda, sering kali adalah lawan anda. Di permainan sebelumnya, Redho Studio telah memiliki banyak gesekan dengan Wijiono Manto, keduanya bisa dianggap sebagai rival.


Kakak kedua Wulan Guritno menyeringai dan berkata: “Kakak, Jendra di mulutmu sepertinya memiliki niat tersembunyi. Lagi pula kakak juga berada di pulau yang sama dengannya. Mungkin tidak akan butuh waktu lama, kakak akan berpacaran dengannya.”


Di antara para saudara perempuan, Wulan Guritno adalah orang yang paling semarak, juga sebagai seorang diplomator dalam tim ini. Berada di peringkat kedua, jadi dia berani bercanda dengan Hesty Purwadinata.


Mendengar Wulan Guritno berkata dengan menggoda. Dua saudari lainnya mencibirnya. Hesty Purwadinata memiliki tubuh dan paras seperti model yang berada dalam majalah-majalah yang disukai pria, dia jarang memiliki ketertarikan terhadap seorang pria. Ini menunjukkan betapa terkesannya dia kepada Jendra.

__ADS_1


Hesty Purwadinata melirik dengan ringan, semua orang segera memulihkan penampilan mereka yang anggun.


Chelsea Islan berkata: “Kakak kedua benar. Jawa Dwipa dan Redho berada di Pulau Jawa, tidak bisa dihindari akan ada gesekan diantara keduanya. Kakak, bagaimana kalau kita mencoba menghubungi Jendra, bahkan jika tidak berhasil membentuk aliansi, kita juga bisa menunjukkan niat baik kami.”


Saudara perempuan yang ke tiga bernama Aril Tatum, merupakan seorang militan. Ketika dia mendengar ini, dia merasa sedikit tidak bahagia dan bergumam: “Mengapa kita perlu menunjukkan niat baik, kita sama sekali tidak takut padanya!”


Chelsea Islan berkata tanpa daya: “Hei, jangan berteriak dan menjerit sepanjang hari! Dari informasi internal yang diperoleh kakak Hesty Purwadinata, permainan ini tidak sederhana seperti permainan lainnya, bahkan mungkin menyembunyikan rahasia besar. Sebelum situasinya jelas, lebih baik menambah teman daripada menambah musuh.”


Dalam kekuatan militer, Aril Tatum tidak takut terhadap siapa pun. Tetapi ketika berbicara tentang kefasihan strategi, dia secara alami berada di bawah Chelsea Islan. Jadi, dia tidak mengatakan sepatah kata pun lagi.


Hesty Purwadinata menggelengkan kepalanya dengan senyum lucu. “Chelsea Islan benar. Kalau begitu, Wulan Guritno akan menghubungi Jendra, mencoba berbicara tentang sikapnya kepada kita terlebih dahulu.”


Kurir merpati yang di kirim oleh Wulan Guritno, membuat Heru Cokro tertegun.


Proposal aliansi dengan Roberto atau Wijiono Manto dapat diabaikan. Tapi Redho, dia cukup memiliki minat. Empat bunga utama Redho Studio tidak memiliki latar belakang khusus, reputasi studio juga diakui dalam industri ini. Sehingga kondisi pembentukan aliansi lebih sesuai dengan harapan Heru Cokro.


Heru Cokro segera mengirimkan kembali kurir merpati kepada Wulan Guritno, yang menunjukkan bahwa ia dapat menerima pembentukan aliansi ini.

__ADS_1


Pada jam 10 pagi, Kawis Guwa dan Pusponegoro datang bersamaan ke kantornya. Setelah keduanya duduk, Pusponegoro berkata terlebih dahulu: “Yang Mulia, bawahan akan melaporkan rencana distribusi lahan pertanian.”


“Efisiensinya cukup tinggi! Biarkan saya mendengarkan, bagaimana rencana anda untuk Divisi Pertanian?”


“Berdasarkan rasio jumlah petani di Jawa Dwipa, yang saat ini berjumlah 180 orang, dengan teritori yang memiliki lahan pertanian 2000 hektar. Maka, ide dari Divisi Pertanian adalah mendistribusikan 10 hektar lahan pertanian kepada setiap petani. Sedangkan 200 hektar lahan pertanian  yang tersisa akan digunakan sebagai properti publik. Properti ini, bisa digunakan sebagai penghargaan atas orang-orang yang telah berjasa kepada teritori Jawa Dwipa, “Pusponegoro melaporkan.


Alis Heru Cokro, menatap Kawis Guwa dan bertanya: “Bagaimana pendapat Biro Administrasi?”


Melihat sikap penguasa yang tampaknya kurang memuaskan tentang rencana distribusi lahan pertanian ini. Kawis Guwa merasa sedikit malu. Karena program distribusi ini telah dilaporkan Pusponegoro kepadanya dan telah mendapat persetujuan dari Kawis Guwa. Maka dari itu, Kawis Guwa berkata dengan hati-hati: “Biro Administrasi tidak keberatan dengan rencana distribusi ini.”


Heru Cokro menghela nafas, mendengar jawaban Kawis Guwa, dan berkata: “Sepertinya pemahaman kalian tentang strategi teritori tidak cukup menyeluruh. Beberapa gagasan kalian masih berada di era pertanian kuno. Coba kalian pikirkan, jika tanah adalah aset inti dan akan dilepaskan oleh teritori! Apa tujuan transformasi ini? Ini bukan hanya tentang membagi lahan pertanian, melainkan untuk mengaktifkan industri bisnis dan kerajinan teritori.”


“Teritori tidak memerlukan keberadaan tanah publik, apalagi memberikannya kepada orang yang berjasa! Alasannya adalah bahwa pencaplokan tanah akan membuat tanah ini menjadi lahan mati. Semua lahan pertanian yang telah dibuka harus didistribusikan kepada petani! Transformasi ide-ide ini harus dimulai dari kalian. Hanya ketika pikiran kalian berubah, kalian dapat membimbing warga Jawa Dwipa untuk merubah pikirannya juga.”


Kawis Guwa dan Pusponegoro menundukkan kepala mereka, malu kepada Heru Cokro.


Heru Cokro meredakan suasana dan berkata: “Perihal rencana distribusi Divisi Pertanian, secara umum, saya menyetujuinya. Adapun 200 hektar lahan pertanian yang tersisa, Divisi Pertanian harus merekrut 20 petani. Sehingga distribusi 2000 hektar lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal. Lahan pertanian akan didistribusikan sesuai dengan proposal yang kalian ajukan sebelumnya.”

__ADS_1


Pusponegoro mengangguk dan bertanya: “Yang Mulia, masih ada sesuatu yang ingin saya laporkan. Dalam dua hari terakhir, ketika saya mengobrol dengan para petani. Mayoritas dari petani memiliki kekhawatiran yang sama. Mereka berpikir bahwa setelah privatisasi, petani tidak memiliki sumber penghasilan, jika menunggu sampai padi siap di panen. Apalagi ini merupakan kesejahteraan dasar penduduk. Tidak baik untuk mempertahankan mata pencaharian dengan cara ini.”


__ADS_2