Metaverse World

Metaverse World
Asal Usul Sundang Majapahit


__ADS_3

Seni beladiri Sundang Majapahit atau seni bela diri khas Majapahit ini diciptakan oleh Mahesa Anabrang. Salah satu jendral besar dari Majapahit ini menggabungkan seni bela diri militer kerajaan Singasari dan juga kawasan Dharmasraya yang terletak di Sumatra Barat.


Penggabungan dua seni bela diri yang unik ini akhirnya membentuk Sudang Majapahit yang sangat menakutkan. Dengan seni bela diri ini, seorang prajurit perang bisa menggunakan teknik patahan yang dikombinasikan dengan beberapa senjata seperti parang, keris dan senjata lainnya.


Secara garis besar, Sundang Majapahit memiliki teknik pertempuran yang terbagi dalam beberapa unsur. Pertama, unsur pertahanan yang disebut dengan Sundang Gunung. Kedua, unsur penyerangan yang disebut dengan Sundang Kali. Ketiga, unsur penaklukan yang disebut sebagai Sundang Laut. Keempat, Sundang Angin untuk unsur penyusupan. Terakhir, Sundang Matahari untuk perlindungan raja dan keluarganya.


Unsur yang ada pada Sundang Majapahit di atas dapat dikombinasikan satu dengan lainnya. Semuanya memiliki fungsi sendiri-sendiri dan akan sangat membantu dalam memenangkan segala situasi pertarungan. Selama masih ada senjata, bahkan jika itu hanya tongkat kayu, semua teknik Sundang Majapahit bisa dijalankan dengan baik dan benar.


Sundang Majapahit dikenal sangat mematikan, sehingga siapa saja yang melawan pemilik seni bela diri ini, sama halnya dengan mencari mati. Ranggalawe tubuhnya tercabik-cabik setelah bertarung melawan Mahesa Anabrang. Karena ilmu ini tidak bisa dihentikan di tengah jalan. Sekali ilmu digunakan, maka hanya ada satu akhir yaitu kematian.


Saktinya seni beladiri yang diciptakan oleh Mahesa Anabrang, tidak semua orang bisa mempelajarinya. Dia menurunkan ilmu tersebut kepada anaknya yang bernama Adityawarman. Kemudian Adityawarman mewariskan ilmu ini kepada prajurit-prajurit kerajaan Majapahit dan juga kerajaan bawahan seperti Bugis Gowa, Dhamasraya yang ada di Sumatra dan Sulu yang ada di Filipina.


Setelah Majapahit hancur, kerajaan tidak bisa menyelamatkannya. Sehingga seni bela diri ini menghilang dan tidak bisa ditemukan lagi. Beberapa kerajaan yang berada di bawah yudiksi Indonesia saat ini juga sudah banyak yang menghilang kecuali Kerajaan Sulu yang ada di Filipina. Sehingga saat ini, seni bela diri tersebut dianggap sebagai salah satu seni bela diri khas Filipina.


Apa yang harusnya menjadi warisan Indonesia itu justru menjadi milik negara lain. Bahkan seni bela diri yang akhirnya diberi nama Eskrima itu sudah masuk ke Indonesia dan banyak orang belajar seni bela diri tersebut tanpa mengetahui asal-usulnya. Sungguh sangat Miris!


Mengingat ini, Heru Cokro hanya bisa menggelangkan kepala dan menghela nafas panjang. Tidak lagi ragu-ragu, Heru Cokro meletakkan tangannya pada sampul buku di depannya, dan pemberitahuan sistem berbunyi.


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah memperoleh Seni Bela Diri Peringkat Raja, Delapan Tinju Wiro Sableng. Apakah anda ingin mempraktekkannya?”

__ADS_1


"Ya!" Jawab Heru Cokro dengan tegas.


Buku itu bersinar dengan cahaya warna-warni, yang jatuh di antara kedua alisnya. Hanya dalam hitungan detik, semua informasi yang dibutuhkan untuk berlatih Delapan Tinju Wiro Sableng dituangkan ke dalam pikirannya, dan menunggu untuk mencernanya secara perlahan.


Heru Cokro membuka mata, bangkit dan membungkuk hormat kepada Master Wiro, dengan sungguh-sungguh berkata, "Terima kasih, Master Wiro!" Dia tahu bahwa dia mungkin adalah seniman bela diri pertama yang mempelajari Delapan Tinju Wiro Sableng dengan lengkap. Bahkan murid pribadi Master Wiro mungkin tidak memiliki kualifikasi.


Master Wiro berdiri di sana, tersenyum dan berkata, “Perihal Delapan Tinju Wiro Sableng, bukan mencoba untuk menyombongkan diri, tapi saya cukup memiliki beberapa pengetahuan. Jika Yang Mulia bersedia, saya dapat memberi tahu anda semua yang saya tahu.” Ini adalah pembayaran kepada Heru Cokro karena tidak angkuh.


Heru Cokro tahu betul bahwa mendapatkan bimbingan master Delapan Tinju Wiro Sableng sangatlah berharga. Itu akan sangat menghemat banyak waktu. Dia tersenyum dan berkata, "Saya mendengarkan!"


Master Wiro mengangguk, dan mulai menjelaskan kepadanya prosesnya. “Delapan Tinju Wiro Sableng mengambil kepala sebagai pusat alam semesta, anggota badan sebagai empat arah, kedua tangan depan dan belakang masing-masing relatif, inti mengumpulkan roh anda, roh anda menyalurkan prana, prana anda memandu kekuatan. Momentum yang perkasa, kekuatan, dan rasa dari setiap otot, setiap bagian tubuh adalah senjata. Setiap gerakan, setiap perubahan, setiap transformasi, setiap efek, keragamannya tidak terbatas.”


“Ketiga, Ilmu Silat Orang Gila ini dapat membuat bingung lawan karena gerakannya seperti orang gila. Namun, jangan salah sangka dengan namanya. Jurus ini benar-benar sangat berbahaya. Keempat, Pukulan Dewa Harimau ini dapat menghancurkan apapun yang menjadi lawannya tanpa perlu mengonsumsi prana. Kelima, Pukulan Angin Es ini mampu menciptakan suhu dingin melalui kedua tangan.”


“Keenam, Pukulan Dewa Topan Menggusur Gunung adalah sebuah tinju yang memiliki kekuatan angin yang sangat kuat dan mampu membuat musuh menjadi kocar-kacir jika berada di dalam jarak yang dekat. Ketujuh, Ilmu Pedang Pendekar Pedang Akhirat memiliki tiga bagian jurus yang terdiri dari ilmu pedang bernama Tiba-tiba Muncul Pelangi, Malaikat Menundukkan Siluman dan Iblis Meratap Malaikat Menangis. Terakhir, Pukulan Dinding Angin Berhembus Tindih-Menindih ini mirip seperti tai chi.”


Heru Cokro mendengarkan dengan penuh semangat penjelasan Master Wiro, dan di telinganya dari waktu ke waktu terdengar pemberitahuan sistem berbunyi.


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pencapaian Delapan Tinju Wiro Sableng – Pemula.”

__ADS_1


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Sinar Matahari.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Kunyuk Melempar Buah.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Ilmu Silat Orang Gila.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Dewa Harimau.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Angin Es.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Dewa Topan Menggusur Gunung.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Ilmu Pedang Pendekar Pedang Akhirat.”


“Selamat kepada pemain Jendra karena mendapatkan instruksi Master Wiro, pemahaman awal, Trik Delapan Tinju Wiro Sableng – Pukulan Dinding Angin Berhembus Tindih-Menindih.”


Mendengarkan pemberitahuan sistem, Heru Cokro sangat senang dan hampir menari. Seandainya dia tahu bahwa akan mendapatkan keuntungan yang mengejutkan, dia pasti sudah pergi ke padepokan sejak lama! Tidak apa-apa, bagaimanapun, masih belum terlambat untuk memulai.


Mendengarkan Master Wiro menjelaskan berbagai hal, Heru Cokro tetap diam sampai dia selesai, lalu pergi. Wiro dan beberapa muridnya menyuruhnya pergi secara pribadi, mengantarnya ke pintu dan mengawasinya pergi.

__ADS_1


__ADS_2