Metaverse World

Metaverse World
Promosi Jawa Dwipa Ke Tingkat RW


__ADS_3

Teritori terasa sunyi. Heru Cokro datang ke kantor. Ketika akan duduk, Notonegoro masuk. “Yang Mulia, ada sesuatu yang harus saya laporkan!”


“Oh! Ada apa?” Heru Cokro merasa agak aneh. Karena sejak berdirinya Biro Administrasi, selain hal-hal penting, ia hanya harus melapor ke Kawis Guwa.


“Yang Mulia, populasi yang telah disegarkan teritori hari ini agak tidak normal. Ini bukan lagi 16 orang seperti masa lalu, tetapi ada 93 orang. Populasi teritori tiba-tiba memenuhi kuota 600 orang. Ini sangat aneh, jadi saya sengaja datang dan melaporkan kepada Yang Mulia. “Notonegoro menjelaskan.


Heru Cokro canggung, ada yang seperti itu. Desain permainan ini sangat nyata, pertarungan dengan invasi binatang liar kemarin, menyebabkan hampir seperempat teritori terhapus. Para pengungsi ini, ditendang dari teritori kembali ke alam liar.


Tiba-tiba, jumlah pengungsi di alam liar meroket. Jumlah orang dalam penyegaran populasi terkait erat dengan popularitas teritori. Jawa Dwipa memiliki Candi Borobudur, Kuil Dhruwa, Kuil Anila, Kuil Anala, Kuil Pratyusa, Kuil Soma serta Aula rekrutmen, tujuh bangunan tersembunyi tersebut yang meningkatkan popularitas teritori, dan keuntungan besar lainnya.


Selesaikan retribusi yang datang, Heru Cokro dengan tenang berkata: “Hal ini, masih berada dalam perkiraan saya. Selain itu wilayah cukup mampu untuk menampung semuanya. Sedangkan alasan untuk meledaknya populasi tersebut, mungkin dikarenakan pertempuran melawan invasi binatang liar kemarin. Anda tidak perlu terlalu khawatir, saya rasa dalam beberapa hari kemudian, akan kembali normal.”


“Sekarang teritori telah memiliki populasi penuh, apakah Yang Mulia akan mempromosikan wilayah sekarang?” Kata Notonegoro yang berharap dengan cemas.


“Ayo, ayo kita pergi ke aula diskusi sekarang.”


Heru Cokro dan Notonegoro memasuki aula diskusi untuk mempromosikan wilayah. Lampu warna-warni menyala, tablet batu emas yang berada di tengah aula diskusi, perlahan naik dari tanah. Tekan tangan kanan di depan tablet batu dan pemberitahuan sistempun berbunyi.


“Pemberitahuan sistem: Mendeteksi kondisi Jawa Dwipa…”


“Kondisi 1: Populasi mencapai batas maksimal 600 orang, memenuhi persyaratan!”


“Kondisi 2: Semua konstruksi bangunan dasar selesai, memenuhi persyaratan!”


“Syarat 3: Kebangsawanan penguasa setidaknya adalah Kepala RW, memenuhi persyaratan!”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra telah memenuhi persyaratan, apakah Jawa Dwipa akan dipromosikan ke tingkat selanjutnya?”


“Tingkatkan!” Jawab Heru Cokro dengan tegas.


Pada tablet batu, sinar keemasan sekali lagi naik ke langit, meledak pada ketinggian tertinggi, berubah menjadi lingkaran cahaya emas dan menyebar ke sekitar. Lingkaran meluas hingga tepi baru teritori, kemudian menghilang lagi.


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Jendra telah menjadi yang pertama di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 1100 poin merit!”

__ADS_1


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Jendra telah menjadi yang pertama di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 1100 poin merit!”


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Jendra telah menjadi yang pertama di Indonesia dalam mempromosikan teritori ke tingkat RW, hadiah 1100 poin merit!”


Kali ini mendengar ledakan pemberitahuan sistem, para pemain tidak lagi terkejut. Dibandingkan dengan keajaiban yang dibuat oleh Jawa Dwipa menjadi juara dunia, promosi ke tingkat RW ini bukanlah apa-apa.


“Pemberitahuan sistem: selamat kepada pemain Jendra telah mempromosikan Jawa Dwipa hingga tingkat RW. Kediaman penguasa secara otomatis ditingkatkan. Selain itu, tiga bangunan dasar dipilih secara acak, pemain dapat memilih salah satu untuk ditingkatkan secara otomatis oleh sistem.”


“Pemberitahuan sistem: tiga bangunan yang disediakan adalah bengkel senjata, bengkel tembikar dasar dan kilang anggur, silakan pilih!”


“Pilih kilang anggur!”


“Pemberitahuan sistem: Pembuatan kilang anggur telah selesai, silakan pemain memeriksanya sendiri!”


Lampu warna-warni menyala, dan tablet batu emas perlahan-lahan tenggelam kembali ke tanah.


[Wilayah]: Jawa Dwipa (Tingkat RW)


[Penguasa]: Jendra (Kepala Desa II)


[Moral]: 85 keamanan publik: 80


[Populasi wilayah]: 650 / 1000 [penyegaran populasi]: 10 X (1 + 60 %) = 16 / hari


[Area wilayah]: 100 kilometer persegi


[Properti wilayah]: Tingkat penyegaran populasi meningkat sebesar 60 %\, tingkat daya tarik orang dengan talenta spesial meningkat sebesar 10 %\, hasil panen meningkat sebesar 50 %\, kemampuan kelas produksi meningkat sebesar 20 %\, level tentara meningkat sebesar 20 %\, tingkat orang-orang berbakat dalam melakukan terobosan meningkat sebesar 10 %.


[Dana wilayah]: 490 koin emas\, 96 koin perak\, 25 koin tembaga


[Sumber daya wilayah]: 1100 unit makanan\, 5200 unit kayu\, 900 unit batu\, 500 unit bijih besi


[Tentara wilayah]: Tim kavaleri panah (50 orang)

__ADS_1


[Industri wilayah]: Gudang Garam (500 hektar)\, peternakan ikan (500 hektar)


[Indeks politik]: 35 / 100 (menentukan tingkat efisiensi administrasi dan hubungan moral)


[Indeks ekonomi]: 15 / 100 (menentukan tingkat kemakmuran perdagangan\, perpajakan\, dsb)


[Indeks budaya]: 20 / 100 (menentukan tingkat pendidikan\, yang terkait erat dengan kualitas penduduk)


[Indeks militer]: 30 / 100 (menentukan tingkat kekuatan Militer)


[Bangunan dasar]: Kediaman penguasa\, pasar dasar\, pagar sederhana\, aula makan\, toilet\, rumah kayu penduduk (25)\, bengkel pandai besi menengah\, toko kelontong dasar\, kilang gergaji dasar\, tambang dasar\, lahan pertanian sederhana (2O00 hektar)\, kamp tentara dasar\, kandang sapi\, kandang banteng\, bengkel kayu\, balai leluhur\, pusat medis lanjutan\, sekolah swasta\, padepokan lanjutan\, lumbung\, toko penjahit lanjutan\, situs pertambangan dasar\, menara panah sederhana (8)\, menara batu (3).


[Bangunan Khusus]: Kapal\, dermaga\, perahu dasar


[Bangunan tersembunyi]: Kuil Dhruwa (segel)\, Kuil Anila (segel)\, Kuil Anala (segel)\, Kuil Pratyusa (segel)\, Kuil Soma (segel)\, Candi Borobudur dan Aula rekrutmen.


Daftar Bangunan Dasar:


[Kuil]: Tempat kepercayaan penduduk untuk meningkatkan kepuasan penghuni. Persyaratan konstruksi: cetak biru arsitektur\, 400 unit kayu\, 350 unit batu. Waktu konstruksi: dua hari. (Catatan: telah selesai.)


[Bengkel senjata]: Lokakarya manufaktur peralatan dan senjata yang dapat memproduksi senjata dan zirah biasa. Persyaratan konstruksi: Pandai besi lanjutan\, cetak biru arsitektur\, 400 kayu\, 200 batu. Waktu konstruksi: 2 hari.


[Bengkel tembikar dasar]: Dapat memproduksi tembikar sederhana. Persyaratan konstruksi: pengrajin tembikar dasar\, cetak biru bengkel tembikar\, 200 kayu\, 500 batu. Waktu konstruksi: 2 hari.


[Lumbung]: Tempat penyimpanan makanan. Persyaratan konstruksi: 150 kayu\, 100 batu. Waktu konstruksi: sehari.


[Kebun Murbai]: Lahan untuk menanam pohon murbei. Persyaratan konstruksi: Bibit murbai\, 400 kayu\, 100 batu. Waktu konstruksi: 2 hari.


[Kilang Anggur]: Tempat memfermentasi segala makanan menjadi minuman. Persyaratan konstruksi: Pembuat anggur\, cetak biru kilang anggur\, 400 kayu\, 200 batu. Waktu konstruksi: 2 hari. (Catatan: Bangunan telah dibuat secara otomatis oleh sistem.)


[Menara Pengawal]: Fasilitas dasar militer\, memiliki pertahanan yang kuat\, deteksi yang kuat dan memberikan peringatan dini. Persyaratan konstruksi: 20 kayu\, 200 batu. Waktu konstruksi: sehari. (Catatan: telah selesai.)


[Istal]: Tempat kuda dibudidayakan atau bisa disebut kandang kuda. Persyaratan konstruksi: Cetak biru istal\, 200 kayu\, 50 batu. Waktu konstruksi: sehari. (Catatan: telah selesai.)

__ADS_1


Bangunan dasar pada tingkat RW, hanya kebun murbai yang agak merepotkan. Bibit murbai yang dibutuhkannya tidak dapat dibeli dari pasar. Hanya bisa mencari di alam liar untuk ditransplantasikan. Untungnya di wilayah Gresik bagian utara ini, banyak sekali pohon murbai yang tumbuh subur. Seharusnya tidak akan terlalu memakan waktu lama dalam pencarian ini.


Sisa bangunan lainnya, dapat dengan mudah ditangani oleh Jawa Dwipa, sepertinya promosi ke tingkat Dusun akan sangat lancar. Padahal, tentu saja tidak sesederhana itu verguso. He~heheh…


__ADS_2