
Tajuk utama forum ini tentu saja merupakan utas diskusi sang juara dunia Jawa Dwipa. Kali ini, berita tentang promosi wilayah ke tingkat RT, tidaklah penting sama sekali. Sekarang bukan hanya pemain dari Indonesia saja, tetapi juga pemain dari negara lain sangat menginginkan berita tentang status dari Jendra.
Banyak pemain asing, berlari ke forum Indonesia untuk menanyakan tentang Jendra. Sangat disayangkan bahwa pemain Indonesia tidak memiliki informasi tentang Jendra, maka mereka hanya dapat kembali dengan tangan kosong. Penuh rasa kecewa.
Dalam menyikapi hal ini, tentu netizen tidak akan membiarkan Jendra pergi dengan mudah. Konten komentar ini sepenuhnya berpihak. Membuat Heru Cokro pusing melihatnya.
Kolom komentar pertama: “Jendra berhasil naik ke puncak, kemuliaan bagi negara, selamat, selamat!”
Kolom komentar ke 2: “Jawa Dwipa, jaga keharuman nama bangsa ini selamanya!”
Kolom komentar ke 3: “Selamat, Jendra telah membuat marah Sembilan Naga Hitam!”
Kolom komentar ke 4: “Akhirnya, Indonesia memiliki pertunjukan yang bagus!”
Kolom komentar ke 5: “Sembilan Naga Hitam dipukuli, statusnya terancam!”
Kolom komentar ke 6: “Perkenalkan. Saya Maria Bhakti, selamat kepada Jendra telah berhasil mengahrumkan nama Indonesia di pentas dunia, saya nantikan kerjasamanya!”
Kolom komentar ke 7: “Wow, sang dewi muncul!”
Kolom komentar ke 8: “Istri, keluar dan lihatlah dewi ~ ~ ~ Oh, oh oh jangan pukul wajahku!”
Kolom komentar ke 9: “Dewi, ohhh ~ dewi. Saya ingin menyentuhmu.”
Kolom komentar ke 10: “Saya Wijiono Manto, selamat kepada Jendra telah berhasil mengahrumkan nama Indonesia di pentas dunia, saya nantikan kerjasamanya!”
Kolom komentar ke 11: “Dewa kekayaan muncul, para pencuri silahkan pergi!”
Kolom komentar ke 12: “Jendra benar-benar hebat, Sembilan Naga Hitam telah memberikan dukungan!”
__ADS_1
Kolom komentar ke 13: “Jendra, dari halaman pertemanan, mungkin ini fotonya!”
Kolom komentar ke 14: “Kecantikan tingkat atas, identifikasi selesai!”
Kolom komentar ke 15: “Hey, wajah dewiku jangan coba-coba berani untuk di unduh!”
Heru Cokro melihat pesan dari Maria Bhakti dan Wijiono Manto, membuat dia terkejut. Sepertinya Sembilan Naga Hitam bukan sekelompok orang jaim. Jika dia tetap tidak bersuara, mungkin bagi mereka untuk memilih konfrontasi dengan Heru Cokro. Jika dia berkata, bisa jadi kerjasama yang mereka maksudkan hanyalah bunga berduri. Indah dari luar, menyakitkan ketika bersentuhan.
Untuk kekuatan besar ini, tentu Heru Cokro tidak boleh ceroboh. Mereka adalah bakat alami yang mendapat pendidikan terbaik. Takutnya, ketika Heru Cokro bersentuhan dengan kekuatan yang dimiliki saat ini, hanya mendatangkan malapetaka. Itu tidak ada bedanya dengan memelihara harimau lapar didalam rumah.
Namun, tentu saja dia tidak akan sebodoh itu. Dalam menghadapi intrik dan trik ini, dia cukup hanya diam dibalik selubung misteri. Sehingga dapat sedikit membawa tekanan kepada Sembilan Naga Hitam, serta membatasi gerak nekat mereka dalam menghadapi Heru Cokro.
Selain itu, Heru Cokro tidak akan mengambil inisiatif untuk memprovokasi mereka sebelum ada konflik kepentingan yang nyata. Kali ini misi dunia benar-benar mendorongnya ke atas meja.
Heru Cokro hanya bisa dengan pasrah menghadapi situasi ini. Apa yang harus dia lakukan sekarang adalah berkultivasi dan berkonsentrasi menjalankan teritori-nya sendiri. Jawa Dwipa adalah pusaka utamanya, semakin kuat senjatanya, maka semakin kuat pula probabilitas atas kemenangan dalam medan perang.
Dia tertawa, ID Kepala Negara, hampir identik dengan julukan penguasa Wilayah Indonesia. Bahkan saya tidak berani berpikir, kalau tidak pasti akan di bulli habis oleh para pemain Indonesia. Jangan lupa, netizen Indonesia benar-benar sangat menakutkan dalam urusan-urusan seperti ini.
Berdasarkan statistik yang dilampirkan oleh Kepala Negara, setidaknya seperempat teritori dihapus dari daftar selama pertempuran melawan invasi binatang liar ini. Sebagian besar, teritori yang selamat juga mengalami kerugian yang sangat besar.
Pagar rusak dan bangunan perumahan dihancurkan, yang pada dasarnya adalah melukai pondasi teritori pada tahap ini. Bahkan ada beberapa teritori yang pada akhirnya, hanya menyisakan kediaman penguasa saja. Untungnya, bangunan yang rusak ini tidak perlu membeli cetak biru arsitektur dalam pembangunannya. Kalau tidak, para penguasa itu pasti akan gila.
Menurut informasi yang dapat di deteksi oleh Kepala Negara, bahkan teritori dari Sembilan Naga Hitam rusak pada tingkat kerusakan yang bervariasi. Hanya Jawa Dwipa dibawah kepemimpinan Jendra saja yang masih utuh.
Selain bangunan, banyak juga teritori yang mengalami kerugian besar atas sumber daya manusia. Dalam pertempuran defensif seperti ini, jika tidak ada benteng yang dapat diandalkan, tentu jatuhnya korban tidak dapat dihindari. Beberapa teritori, bahkan kehilangan setengah dari populasinya.
Kedua kerugiaan ini, benar-benar dapat menunda kemajuan promosi teritori. Heru Cokro memperkirakan bahwa kali ini, tidak ada yang akan dapat bersaing dengannya dalam perebutan peringkat atas promosi teritori ke tingkat RW.
Pukul 10 pagi, Rama Heryamin dan Dia Ayu Heryamin akhirnya bangun dari tidurnya. Menghadapi dua panda malas ini, Heru Cokro merasa tidak berdaya. Turun ke bawah, pergi ke rumah makan, membelikan makanan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Saat makan, Dia Ayu Heryamin memandang Heru Cokro, bertanya dengan bingung: “Hei, kak Heru. kemarin saya bergabung di forum ”The Metaverse World“ yang anda mainkan dan melihat apa yang disebut Sembilan Naga Hitam. Dalam gosip tersebut, menyebutkan bahwa status mereka dalam dunia nyata benar-benar menakutkan, benarkah begitu?”
Heru Cokro merasa tak terduga. Dia tidak berharap keingintahuan gadis ini cukup besar. Dia dengan santai berkata: “Sepertinya benar.”
“Kalau begitu permainan itu terlalu aneh, jika berdasarkan pada status mereka. Apakah ada rahasia dibaliknya?” Jiwa gosip gadis ini mulai terbakar.
Heru Cokro hanya bisa menjawab dengan tenang: “Rahasia? Apakah anda sedang menonton drama di youtube, permainan adalah permainan, dapatkah hal itu memiliki rahasia?”
“Hei, sepertinya ada konspirasi di dalamnya. Mungkinkah kau sudah menemukan sesuatu? Bagaimana aku bisa merasa bahwa kau sedikit terlalu aneh, seakan-akan kau mengetahui permainan ini dengan sangat baik.” Mau tidak mau, Heru Cokro harus mengakui bahwa intuisi wanita benar-benar menakutkan.
“Jangan terlalu halu. Jika kamu masih sangat penasaran, sebaiknya kamu memainkan The Metaverse World sendiri.”
“Kalaupun mau, saya tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan uang dalam jumlah besar, hanya untuk membeli kapsul metaland. Hey, ini bukan seratus ribu krpiton, melainkan 100 juta loh, seratus juta kripton!” Dia Ayu Heryamin masih ragu-ragu.
“Sebenarnya, jika kamu tidak keberatan, jual saja properti yang orang tuamu miliki. Lagi pula akan sia-sia jika rumah itu terlantar begitu saja.” Jawab Heru Cokro dengan hati-hati, takut menyakiti hati Dia Ayu Heryamin.
Mata Dia Ayu Heryamin langsung memerah. Dia berkata, “Hei, apa yang kamu bicarakan? Kamu mencoba membuatku menjadi anak yang durhaka! Ini adalah satu-satunya warisan orang tua saya.”
Heru Cokro hanya bisa menguatkan hati dan berkata: “Dia Ayu Heryamin, saya tahu anda merasa sedih, merasa merah dengan apa yang saya katakan. Namun apakah anda pernah berpikir bahwa orang tua anda yang diatas sana akan bahagia, ketika melihat anda kerja susah payah setiap hari? Apakah Rama akan bahagia melihat anda yang tertatih-tatih belajar dan bekerja setiap harinya? Apakah anda yakin, diri anda sendiri merasa bahagia? Apakah dengan kamu yang bekerja seperti ini bisa menjamin masa depan yang lebih baik? Saya tidak bisa berkata lebih banyak lagi. Hanya satu yang bisa saya sarankan adalah jual semua aset yang telah diwariskan untuk anda dan Rama. Biarkan waktu yang berbicara, saat itu anda akan berterimakasih kepada saya.”
Heru Cokro juga tahu bahwa apa yang baru saja dikatakannya sangat keterlaluan, dan pasti akan menyebabkan luka yang dalam dihatinya. Hanya nasihat yang dapat ia berikan. Andaikan uangnya masih, dia tidak akan segan untuk membantu Dia Ayu Heryamin. Bahkan sebelumnya dia telah membelikan kapsul metaland untuk Rama Heryamin. Tentu perihal investasi yang dia katakan sebelumnya hanya kesopanan kata agar bisa diterima Dia Ayu Heryamin dengan tenang.
Dia Ayu Heryamin yang meneteskan air mata, bangkit dari kursi makan, berlari memasuki kamarnya. Sedangkan Rama Heryamin yang pada saat itu berada disampingnya, memandang Heru Cokro, menangis dan berkata: “Kakak, anda benar-benar keterlaluan!”
Heru Cokro mencoba mengelus kepala bocah kecil itu. Tapi apalah daya, tangan hanya bisa menggantung di udara, melihat Rama Heryamin lari menyusul kakaknya, dia mengambil nafas panjang, mendesah dan berkata dalam hati, “Kakak tidak pernah bermaksud seperti itu!”
Siang hingga sore adalah waktu yang panjang untuk Heru Cokro, dia hanya bisa termenung diatas ranjang memandang kapsul metalandnya.
Ketika malam tiba, tiga orang telah berada di atas tempat makan. Tidak ada yang menyebutkan topik di meja makan sebelumnya. Heru Cokro hanya bisa pasrah, membiarkan semuanya untuk sementara berjalan seperti arus sungai yang mengalir dengan tenang!
__ADS_1