
Pukul 10 malam, acara Lomba Merebut Paket Merah dimulai dengan antusiasme. Hadiah-hadiah yang menarik, seperti peralatan peringkat tembaga, gulungan wilayah misterius, metode kultivasi peringkat kaisar, dan lainnya, telah membuat para pemain terpikat. Semakin tinggi nilai tiket lotre yang dimiliki seseorang, semakin tinggi peluangnya untuk mendapatkan hadiah langka.
Pengaturan yang menarik ini menimbulkan minat besar bagi para pemain yang memiliki aset besar. Mereka bersedia mempertaruhkan sejumlah besar emas dalam harapan bisa mendapatkan hadiah besar. Semua itu terasa seperti membeli tiket lotere, dan bagi mereka yang kaya, mereka bahkan dapat mencoba mendapatkan tiket lotre kelas tinggi.
Maya Estianti tertarik dengan acara tersebut dan bertanya kepada Heru Cokro, "Mas Heru, seberapa banyak kamu siap bertaruh?" Pertanyaan yang sama sedang dibahas oleh semua orang di wilayah Indonesia, dan saluran Aliansi Jawa Dwipa juga penuh dengan aktivitas.
Para pemain berada dalam dilema, karena mereka harus memutuskan berapa banyak emas yang akan mereka berikan dalam harapan mendapatkan hadiah yang menarik. Jika mereka memberikan terlalu banyak, namun hanya mendapatkan peralatan biasa, mereka akan merugi. Tetapi jika mereka memberikan terlalu sedikit, mereka tidak akan merasa puas karena ada banyak godaan hadiah peringkat platinum.
Tak hanya itu, Wisnu juga membawa kejutan dengan membuka saluran siaran yang akan melaporkan nama-nama pemain yang mengirimkan lima ratus emas atau lebih. Hal ini semakin mendorong pemain kaya untuk tergoda untuk berjudi dan menambah semarak Lomba Merebut Paket Merah.
Rama, bocah kecil yang selalu ceria, juga tergoda dengan acara ini. Dia dengan cepat mendatangi Heru Cokro dan meminta paket merahnya. Heru Cokro terkejut karena Rama tidak membutuhkan emas, tapi Rama hanya ingin menyambar paket merah tersebut.
Dalam kebingungannya, Heru Cokro akhirnya memberikan seratus emas kepada Rama. Namun, dengan cepat, Rama menyerahkan seluruh uang tersebut kepada Wisnu untuk mendapatkan tiket lotre. Heru Cokro kemudian memutuskan untuk ikut berpartisipasi dengan 500 emas, meskipun dia tidak memiliki harapan untuk mendapatkan hadiah besar.
Dengan tingkat keberuntungan yang menyedihkan, Heru Cokro sadar bahwa peluangnya untuk memenangkan jackpot sangatlah kecil. Meskipun demikian, semua pemain di wilayah Indonesia sangat terlibat dan menikmati acara ini, dan semangatnya semakin tinggi menjelang batas waktu pengiriman paket merah.
Maya Estianti tampil lebih santai dengan langsung memasukkan dua ratus ribu emas sebagai taruhannya. Uang ini dia peroleh dari pembayaran besar pertamanya dari Manor Le Moesik Revolve, sehingga dompetnya terisi penuh dengan uang.
__ADS_1
Saluran siaran yang dibuka oleh Wisnu telah menjadi sangat ramai hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Banyak orang yang bertaruh lima ratus emas sehingga saluran menjadi penuh sesak dengan banyak pemain yang berbicara di dalamnya. Akibatnya, Wisnu harus menaikkan biaya menjadi seribu emas, yang merupakan perubahan peraturan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Jumlah pemain wilayah Indonesia yang berpartisipasi dalam Lomba Merebut Paket Merah ini sangat besar. Pada pukul 21.50, saat acara ditutup, tercatat sebanyak 87.503.472 paket merah telah dikumpulkan, dengan total 158.236.550 emas dan 72 perak yang terkumpul. Semua emas akan dibagikan secara acak kepada para pemain yang telah bergabung, dan tiket lotere akan dibagikan pada waktu yang sama.
Saat notifikasi berbunyi, para pemain dengan cepat membuka kotak surat mereka. Heru Cokro melakukan perhitungan cepat berdasarkan statistik yang diberikan oleh Wisnu. Sekitar 90% pemain wilayah Indonesia telah berpartisipasi dalam acara ini, dan rata-rata setiap orang mengirim dua emas. Jumlah yang besar ini berarti ada potensi untuk muncul dua pemenang jackpot.
Namun, saat Heru Cokro membuka paket merahnya, kekecewaan muncul di wajahnya. Dia hanya menemukan koin tembaga di dalamnya, membuatnya merasa sangat sedih. Dengan perasaan pilu, dia mencoba menyembunyikan paket merah tersebut karena tidak ingin ada yang melihatnya, agar tidak kehilangan muka.
Tapi saat Maya Estianti melihat ke arahnya, Heru Cokro tidak bisa menyembunyikan perasaan kekecewaannya. Maya Estianti dengan girang mengatakan, "Mas Heru, berapa banyak yang diberikan Wisnu padamu? Aku mendapatkan tiket emas lima ribu!"
Namun, Maya Estianti tampaknya tidak mengerti perasaan Heru Cokro dan terus berbicara, "Seratus emas tidak buruk, yang penting bukan satu tembaga. Siapa yang tahu siapa yang mendapatkan satu tembaga!"
Wajah Heru Cokro menegang, dan dia berusaha menyembunyikan perasaan marahnya. Dia tidak suka keadaan ini, dan Lomba Merebut Paket Merah ini membuatnya semakin kesal dengan perbedaan hasil yang begitu besar.
Maya Estianti tidak menyadari bahwa saudara laki-lakinya, Heru Cokro, saat ini sedang dalam keadaan terluka parah. Tanpa curiga, dia dengan gembira melambaikan tiket lotre yang dia dapatkan, lalu bertanya, “Mas Heru, saya juga mendapatkan dua tiket perak dan satu tiket emas gelap. Bagaimana denganmu?"
Heru Cokro dengan lesu melambaikan tiketnya, "Saya hanya punya tiket tembaga yang tidak berguna."
__ADS_1
Maya Estianti terkejut melihat keberuntungan buruk saudara laki-lakinya dan berusaha menghiburnya, "Kakak, tidak apa-apa. Mungkin tiket lotere tembaga kamu bisa memberi hadiah yang lebih berharga?"
Heru Cokro tersenyum tipis mendengar kata-kata adiknya, tetapi dia sendiri tidak terlalu percaya dengan perkataan tersebut, "Hahaha, tidak apa-apa. Yang penting adalah partisipasi!" Heru Cokro mencoba merubah pola pikirnya dan mencoba lebih memahami keberuntungannya yang sangat buruk.
Tiba-tiba, notifikasi sistem lagi-lagi menggema di seluruh wilayah Indonesia, memberitahukan pemain-pemain yang menerima hadiah besar. Suasana menjadi semakin ramai saat pemain Tomi diberitahu telah menerima sepuluh ribu paket merah emas, dan pemain Faradisa bahkan menerima dua puluh ribu paket merah emas. Maya Estianti juga bergembira melihat keberuntungan pemain lain.
Namun, saat pemberitahuan sistem berikutnya terdengar, wilayah Indonesia mendadak hening. "Pemberitahuan Sistem: Selamat kepada pemain Rama Heryamin karena telah mendapatkan hadiah spesial, dua ratus ribu paket emas merah!"
Semua pemain terkejut dan bingung. Dua ratus ribu paket emas merah adalah jumlah yang luar biasa besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Seluruh wilayah Indonesia terkesiap mendengar kabar ini, termasuk Maya Estianti yang melihat ke arah Heru Cokro dengan tatapan terkejut.
Rama Heryamin, bocah kecil yang sebelumnya meminta paket merah dari Heru Cokro, kini menjadi pusat perhatian. Dia memiliki jumlah hadiah yang fenomenal, yang membuat semua pemain bergidik kagum dan iri.
"Rama Heryamin, itu pasti salah, kan?" Maya Estianti mencoba mencari pembenaran atas keberuntungan luar biasa Rama.
Heru Cokro juga tidak bisa mengerti, "Tidak mungkin, bukan?"
Namun, notifikasi sistem tidak pernah salah. Rama Heryamin, si bocah kecil, benar-benar telah mendapatkan dua ratus ribu paket emas merah, dan semua orang di wilayah Indonesia mempertanyakan bagaimana bisa keajaiban seperti itu terjadi. Rama Heryamin, yang awalnya hanya seorang bocah yang sederhana dan polos, kini menjadi legenda dalam Lomba Merebut Paket Merah tahun ini.
__ADS_1